MALANG | Teropongrakyat.co – Kebanggaan menyelimuti keluarga besar SDIT Bina Insani Sukun, Kota Malang. Salah satu siswanya, Rayhan Farrel Alfiansyah, dipercaya membacakan teks Pancasila dalam acara Barikan Anak Nusantara yang digelar di Alun-alun Kota Malang, Sabtu, 16 Agustus 2026.
Rayhan, putra pasangan Anji Prasetyo dan Septi Hatmani, warga Klayatan, Kota Malang, tampil percaya diri di hadapan Wali Kota Malang, jajaran Forkopimda, para guru, serta ratusan peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.
Mengenakan seragam kotak-kotak bernuansa ungu dan cokelat, siswa SDIT Bina Insani Sukun itu membacakan lima sila Pancasila dengan suara lantang, jelas, dan penuh penghayatan. Penampilannya mendapat perhatian sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga dan pihak sekolah.
Pihak SDIT Bina Insani Sukun menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Rayhan. Menurut pihak sekolah, Rayhan dikenal sebagai siswa yang disiplin, memiliki akhlak baik, serta mampu menghafal Pancasila dengan baik.
“Kami sangat bangga. Rayhan anak yang disiplin, berakhlak baik, dan hafal Pancasila dengan baik. Ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berprestasi,” ujar perwakilan SDIT Bina Insani Sukun.
Rasa bangga juga disampaikan kedua orang tua Rayhan. Anji Prasetyo dan Septi Hatmani bersyukur putranya mendapat kesempatan tampil dalam kegiatan yang sarat dengan nilai kebangsaan tersebut.
“Alhamdulillah, kami senang dan bangga. Semoga Rayhan bisa terus menjadi anak saleh, berprestasi, dan cinta tanah air,” ungkapnya.
Kegiatan Barikan Anak Nusantara berlangsung khidmat dan lancar. Selain menjadi bagian dari rangkaian semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan tersebut juga menjadi ruang edukasi bagi anak-anak untuk mengenal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila serta menumbuhkan rasa cinta terhadap Tanah Air.
Bagi Rayhan, kesempatan membacakan Pancasila bukan sekadar tampil di depan umum. Momen tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus kebanggaan bagi seorang pelajar untuk ikut menanamkan semangat kebangsaan sejak usia dini.
Penampilan Rayhan pun menjadi gambaran bahwa generasi muda tidak hanya dituntut berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter, keberanian, disiplin, serta kecintaan terhadap nilai-nilai Pancasila.



























































