AS Tekan Negara Teluk Bayar Triliunan Dolar untuk Perang Iran, Analis Ungkap

- Jurnalis

Senin, 23 Maret 2026 - 18:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AS minta kompensasi triliunan dari negara-negara Arab jika perang Iran terus berlanjut. Foto/ilustrasi

TEHERAN – Amerika Serikat disebut meminta sekutu-sekutunya di kawasan Arab untuk menanggung biaya besar jika ingin konflik dengan Iran mencapai hasil yang pasti. Hal ini diungkap oleh seorang jurnalis dan analis senior asal Oman.

Analis Oman, Salem Al-Jahouri, dalam wawancaranya dengan BBC Arabic menyebut bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan tekanan besar kepada negara-negara Teluk Persia agar mengambil peran lebih aktif dalam konflik anti-Iran.

“Ia menekan negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk untuk meningkatkan kontribusi, baik secara militer maupun ekonomi,” ujar Jahouri.

Baca Juga:  Gejolak di Timur Tengah Guncang Perekonomian Dunia

Menurutnya, tekanan tersebut tidak hanya bersifat politik, tetapi juga finansial dalam jumlah yang sangat besar. Ia mengungkap adanya kebocoran informasi yang menyebut Washington meminta negara-negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC) untuk menyetor dana hingga USD5 triliun (sekitar Rp84.781 triliun) jika ingin perang berlanjut.

“Jika mereka ingin menghentikan konflik, maka mereka diminta membayar sekitar USD2,5 triliun sebagai kompensasi kepada Amerika Serikat atas operasi yang telah dilakukan,” tambahnya.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya dorongan dari Washington agar negara-negara Teluk memperdalam keterlibatan dalam operasi militer bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap Teheran.

Baca Juga:  Last Call Kapal 'Tanto Salam' dan First Call 'Tanto Saudara' Jadi Sorotan Perayaan Pergantian Tahun di Pelabuhan Tanjung Priok

Namun demikian, negara-negara anggota GCC secara terbuka menyatakan penolakan terhadap konflik yang disebut dimulai oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Mereka juga membantah telah memberikan izin penggunaan wilayahnya untuk kepentingan serangan militer terhadap Iran.

Situasi ini menandai meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, sekaligus memperlihatkan adanya perbedaan sikap antara Washington dan sekutu-sekutunya di kawasan Teluk terkait eskalasi konflik dengan Iran.

Sumber Berita: Sindonews

Berita Terkait

Serangan Iran Sebabkan Kerusakan Signifikan di Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Operational Excellence Bawa CTP Tollways Raih Pengakuan Bergengsi Asia
IPC TPK Dukung Pelindo Perkuat Peluang Kerja Sama Internasional dengan Delegasi Amerika Serikat dan Estonia
Thailand Genjot Proyek “Land Bridge” Rp 532 Triliun, Siap Jadi Pesaing Selat Malaka
Manajemen Lalu Lintas Berbasis Kapasitas: Gate Pass Tanjung Priok Atur Arus Kendaraan Secara Terukur
Tak Terganggu! TPK Koja Jelaskan Penyesuaian Arus Logistik Pasca Idul Fitri
Israel Gunakan Amunisi Lawas Hadapi Iran, Biaya Perang Membengkak
Perkuat Layanan Tanpa Henti, IPC TPK Antisipasi Lonjakan Arus Peti Kemas Ramadan

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:26 WIB

Serangan Iran Sebabkan Kerusakan Signifikan di Pangkalan Militer AS di Timur Tengah

Kamis, 30 April 2026 - 20:38 WIB

Operational Excellence Bawa CTP Tollways Raih Pengakuan Bergengsi Asia

Rabu, 29 April 2026 - 14:41 WIB

IPC TPK Dukung Pelindo Perkuat Peluang Kerja Sama Internasional dengan Delegasi Amerika Serikat dan Estonia

Senin, 27 April 2026 - 23:02 WIB

Thailand Genjot Proyek “Land Bridge” Rp 532 Triliun, Siap Jadi Pesaing Selat Malaka

Kamis, 2 April 2026 - 20:28 WIB

Manajemen Lalu Lintas Berbasis Kapasitas: Gate Pass Tanjung Priok Atur Arus Kendaraan Secara Terukur

Berita Terbaru