Banjir Bandang Terjang Pemalang Selatan, Akses Pulosari–Moga Terputus Total

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang, 24 Januari 2026 | teropongrakyat.co — Banjir bandang kembali menerjang wilayah selatan Kabupaten Pemalang. Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah akibat hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari terakhir.

Peristiwa banjir bandang terjadi pada Jumat (23/24 Januari 2026) malam hingga dini hari. Luapan air bercampur lumpur, bebatuan, dan material kayu dari hulu sungai menerjang wilayah Kecamatan Pulosari dan Moga. Akibatnya, akses jalan Karangsari–Pulosari terputus total karena tertutup lumpur tebal dan potongan kayu.

Bencana ini bukan kejadian tunggal. Sekitar empat hari sebelumnya, longsor juga dilaporkan terjadi di Desa Wisnu, Kecamatan Randudongkal.

Baca Juga:  Jelang Arema FC vs Madura United, Polres Malang Matangkan Pengamanan

Rangkaian peristiwa tersebut mengindikasikan kondisi lingkungan yang semakin rentan dan tidak stabil, terutama di kawasan lereng Gunung Slamet.

Kepala Biro Pemalang TeropongRakyat, Ibnu Setiyo, menegaskan bahwa banjir bandang tersebut merupakan dampak nyata dari kerusakan lingkungan yang terjadi secara sistematis dan dibiarkan dalam jangka waktu lama.

“Ini bukan semata bencana alam, melainkan bencana ekologis. Penebangan hutan untuk pembukaan lahan pertanian baru di lereng Gunung Slamet telah menghilangkan fungsi resapan air dan penahan tanah. Ketika hujan deras turun selama beberapa hari, alam merespons dengan banjir bandang dan longsor,” tegas Latifun Naim.

Ia menilai, rangkaian bencana yang terjadi di Kecamatan Randudongkal, Pulosari, dan Moga menjadi indikator bahwa Kabupaten Pemalang sudah berada dalam kondisi darurat bencana ekologis.

Baca Juga:  Euforia Kemenangan! Warga Sungai Bambu Rayakan Kemenangan di Lahan Parkir Pasar Pelita

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengutamakan keselamatan keluarga, karena potensi banjir susulan masih sangat besar. Pemerintah daerah juga harus jujur mengakui bahwa ini merupakan kegagalan dalam tata kelola lingkungan,” lanjutnya.

Latifun Naim selaku Kepala Perwakilan TeropongRakyat Wilayah Jawa Tengah turut menyampaikan keprihatinannya dan mendesak pemerintah daerah agar tidak lagi bersikap reaktif dengan menunggu bencana terjadi.

Ia meminta agar segera dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap alih fungsi lahan, perizinan, serta pengawasan kawasan lindung, khususnya di wilayah lereng Gunung Slamet.

Penulis : Naim

Berita Terkait

Milan Menang Tipis atas Inter di Derby Milan, Gol Estupiñán Pangkas Jarak di Puncak Klasemen
Juventus Dipermalukan Como 0-2 di Kandang, Dua Gol Tamu Bungkam Allianz Stadium
Darmadi Terpilih Jadi Ketua Umum KONI Kabupaten Malang 2026–2028
Nyaris Juara Asia! Indonesia Tumbang Dramatis dari Iran Lewat Adu Penalti di Final AFC Futsal 2026
Hector Souto Minta Timnas Futsal Indonesia Main Rileks di Final AFC Futsal Asian Cup 2026
Ahmad Rivai Kembali Pimpin BPW Peradin Banten, Muswil II Tegaskan Soliditas Organisasi
Indonesia Tumbangkan Jepang 5-3 di AFC Futsal Asian Cup
Lagu “Tanah Airku” Menggema di Indonesia Arena, Garuda Taklukkan Jepang 5-3 dan Lolos ke Final Piala Asia Futsal

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 10:24 WIB

Milan Menang Tipis atas Inter di Derby Milan, Gol Estupiñán Pangkas Jarak di Puncak Klasemen

Minggu, 22 Februari 2026 - 11:30 WIB

Juventus Dipermalukan Como 0-2 di Kandang, Dua Gol Tamu Bungkam Allianz Stadium

Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:26 WIB

Darmadi Terpilih Jadi Ketua Umum KONI Kabupaten Malang 2026–2028

Sabtu, 7 Februari 2026 - 22:30 WIB

Nyaris Juara Asia! Indonesia Tumbang Dramatis dari Iran Lewat Adu Penalti di Final AFC Futsal 2026

Sabtu, 7 Februari 2026 - 16:23 WIB

Hector Souto Minta Timnas Futsal Indonesia Main Rileks di Final AFC Futsal Asian Cup 2026

Berita Terbaru