Jalankan Arahan Presiden Prabowo, Harga Pangan Terkendali Jelang Ramadan

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto:San”/teropongrakyat.co)

BOGOR, teropongrakyat.co – Menjelang bulan suci Ramadan, sesuai kesepakatan yang telah pemerintah peroleh bersama para pelaku usaha pangan, tidak boleh ada pedagang yang menjual pangan dengan harga yang melebihi ketentuan. Ini pun telah sesuai permintaan Presiden Prabowo Subianto agar kondisi pangan nasional terus dijaga sebaik saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebelumnya.

Salah satunya tercermin di Pasar Anyar Bogor, Sabtu (24/1/2026). Ketersediaan berbagai pangan pokok strategis memadai, sementara pergerakan harga masih berada dalam rentang yang wajar dan masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) serta Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen.

Salah satu pedagang Ahmad Nasir menyampaikan bahwa stok cabai masih rutin masuk ke pasar. Harga pun masih sesuai HAP tingkat konsumen untuk cabai.

“Cabai rawit sekitar Rp 45.000 per kilogram, cabai merah besar Rp32.000 per kilogram, dan cabai keriting Rp35.000 per kilogram. Pasokan masih lancar,” ujarnya.

Jalankan Arahan Presiden Prabowo, Harga Pangan Terkendali Jelang Ramadan - Teropong Rakyat

Untuk komoditas protein hewani, Eja salah satu pedagang daging sapi, menyebut harga daging merah berada di kisaran Rp 130.000 per kilogram (kg). Sementara itu, Hendar pedagang daging ayam ras, mengatakan harga ayam saat ini sekitar Rp 38.000 per kg. Ia menegaskan ketersediaan stok tetap terjaga dan permintaan dari pembeli masih dalam kondisi normal.

Baca Juga:  PT CTP Resmi Menyelenggarakan Kick Off Employee Wellness Program Tahun 2026

Untuk beras, Toko Beras Budi Daya memastikan beras medium tersedia dengan harga Rp 13.000 per kg. Pedagang menegaskan pasokan beras sama sekali tidak mengalami hambatan dan distribusi berjalan lancar.

Dengan begitu, kondisi harga pangan di Pasar Anyar, seluruh komoditas menunjukkan kondisi harga yang relatif terkendali di tingkat konsumen. Ini selaras dengan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan jelang Ramadan.

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat Menteri Pertanian, menekankan pentingnya menjaga harga pangan sesuai dengan koridor yang telah ditetapkan selama periode Ramadan sampai Idulfitri. Ia katakan ini termasuk arahan Presiden ke dirinya.

“Presiden kemarin senang di Nataru. Aku terima kasih. Ini Presiden kita sangat mengharapkan untuk menjaga harga pangan di bulan suci Ramadan. Ini masih banyak waktu. Kami minta satu minggu, sudah stabil. Berada pada level HAP dan HET,” ungkap Amran.

Jalankan Arahan Presiden Prabowo, Harga Pangan Terkendali Jelang Ramadan - Teropong Rakyat

“Tidak ada boleh pengusaha seluruh Indonesia menjual di atas HET. Kalau ada menjual di atas HET, Satgas Pangan Polri akan bekerja, bila perlu menindaknya. Tidak ada lagi kesempatan, karena sudah lama kita imbau-imbau. (Jadi) tidak boleh menjual di atas HET,” tegas Amran.

Baca Juga:  Penikmat Judi "Online" Tidak Selalu Miskin, Bansos Bukan Solusinya.

Pemerintah ke depannya telah mengoordinasikan seluruh pihak terkait untuk memastikan harga pangan tetap terkendali dan tidak melampaui batas yang ditetapkan, serta memperkuat pengawasan distribusi guna dapat memberikan harga pangan yang baik untuk masyarakat.

Adapun merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi umum secara bulanan saat momen Nataru berada di angka yang cukup baik di 0,64 persen pada Desember 2025. Untuk diketahui, dalam 5 tahun terakhir inflasi umum secara bulanan di bulan Desember selalu berada di bawah 1 persen.

Sementara, khusus inflasi komponen harga bergejolak (volatile food) atau kerap disebut sebagai inflasi pangan, juga belum pernah melampaui limit kewajaran tingkat inflasi di momen Ramadan dan Idulfitri. Dalam 5 tahun terakhir, inflasi pangan secara bulanan selama Ramadan dan Idulfitri senantiasa berada kurang dari 3 persen.

Untuk kondisi menjelang Ramadan dan Idulfitri tahun 2026 saat ini, inflasi pangan yang terakhir tercatat di level 2,74 persen pada Desember 2025. Untuk itu, pemerintah akan mengimplementasi dua jurus yakni menggencarkan berbagai program intervensi pangan dan memperketat pengawasan harga guna menekan tingkat inflasi ke depannya.

 

Berita Terkait

Rahmad Sukendar Desak Presiden Prabowo Perhatikan Kesejahteraan Jaksa: Ungkap Triliunan, Aparat Jangan Dibiarkan Terabaikan!”
Manajemen Lalu Lintas Berbasis Kapasitas: Gate Pass Tanjung Priok Atur Arus Kendaraan Secara Terukur
Tak Terganggu! TPK Koja Jelaskan Penyesuaian Arus Logistik Pasca Idul Fitri
Pelabuhan Tanjung Priok Sukses Melayani Arus Mudik Penumpang Kapal Laut 2026
Momentum Lebaran, Pengurus LDII Kota Pasuruan Pererat Tali Silaturahiim Dengan Wali Kota
Dukung Arus Mudik Lebaran 2026, Jalan Tol Cibitung-cilincing (JTCC) Diskon Tarif TOL Mulai 30%
Inovasi Jadi Kunci: SPSL Siapkan SDM Unggul Lewat Program SPRINT yang Berkelanjutan
Pemuda LDII Kabupaten Malang Berbagi 500 Takjil di Pakisaji, Perkuat Kepedulian Sosial Ramadan

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 16:18 WIB

Rahmad Sukendar Desak Presiden Prabowo Perhatikan Kesejahteraan Jaksa: Ungkap Triliunan, Aparat Jangan Dibiarkan Terabaikan!”

Kamis, 2 April 2026 - 20:28 WIB

Manajemen Lalu Lintas Berbasis Kapasitas: Gate Pass Tanjung Priok Atur Arus Kendaraan Secara Terukur

Kamis, 2 April 2026 - 15:46 WIB

Tak Terganggu! TPK Koja Jelaskan Penyesuaian Arus Logistik Pasca Idul Fitri

Senin, 30 Maret 2026 - 00:28 WIB

Pelabuhan Tanjung Priok Sukses Melayani Arus Mudik Penumpang Kapal Laut 2026

Jumat, 27 Maret 2026 - 21:28 WIB

Momentum Lebaran, Pengurus LDII Kota Pasuruan Pererat Tali Silaturahiim Dengan Wali Kota

Berita Terbaru

POTRET - skandal pengelolaan aset Pemda DKI mengemuka, Pasar Jabon menjadi sorotan tajam lantaran tak setorkan PAD maupun retribusi pasar. (Foto: Teropongrakyat.co).

Pemerintahan

Pasar Jabon Salah Kelola, Jorok dan Bau

Sabtu, 11 Apr 2026 - 00:43 WIB

Breaking News

Diduga  Pemasangan Tiang Fiber Ilegal di Bogor

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:10 WIB