Jakarta Utara Kian Rawan Narkoba, Pakar Hukum Desak Aparat Bertindak Tegas

- Jurnalis

Sabtu, 27 September 2025 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta utara: Kampung Bahari di balik Peredaran Narkoba

Jakarta Utara – Wilayah yang selama ini dikenal sebagai pusat aktivitas ekonomi berbasis jalur laut, kini menghadapi persoalan serius. Kota yang diharapkan menjadi impian para pelaku usaha justru kian identik dengan maraknya peredaran narkoba.

Sejumlah kawasan seperti Bahari, Kebun Pisang (Bonpis),  Tanah Merah Pelumpang, Warakas, Cilincing, Kelapa Gading hingga Sungai Bambu, kini menjadi titik rawan peredaran barang haram. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan, mengingat Jakarta Utara sejatinya memiliki potensi besar untuk menopang perekonomian nasional melalui sektor pelabuhan dan perdagangan.

Baca Juga:  Terkait Usulan PDIP agar Polri di Bawah TNI atau Kemendagri, Ini Respon Mabes TNI

Masyarakat menilai lemahnya pengawasan aparat menjadi salah satu penyebab suburnya bisnis gelap ini. “Harus ada ketegasan hukum, kalau dibiarkan terus Jakarta Utara bisa rusak generasi mudanya,” ujar salah seorang warga Warakas yang enggan disebutkan namanya.

Menurut pakar hukum pidana, Reza Mustofo,.SH,.MH,  persoalan narkoba di Jakarta Utara tidak hanya terkait lemahnya pengawasan, tetapi juga inkonsistensi dalam penegakan hukum.

“Negara sudah punya instrumen hukum yang jelas, mulai dari UU Narkotika hingga aturan turunannya. Masalahnya ada pada implementasi. Jika aparat tegas dan konsisten, jaringan narkoba tidak akan mudah berkembang. Perlu operasi terpadu yang melibatkan kepolisian, BNN, dan aparat pemerintah daerah,” tegasnya.

Baca Juga:  Aksi Cepat Tanggap Camat Karya Sukmajaya Tindak Lanjuti Laporan Warga Dapatkan Apresiasi dan Kontroversi

Reza juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam upaya pemberantasan narkoba.

“Masyarakat sekitar pelabuhan harus dilibatkan, baik melalui edukasi hukum maupun program ekonomi produktif, agar mereka tidak terjebak dalam lingkaran bisnis narkoba,” tambahnya.

Tanpa langkah nyata dan sinergi semua pihak, Jakarta Utara dikhawatirkan kehilangan citranya sebagai kota ekonomi strategis dan justru tercap sebagai episentrum peredaran narkoba di ibu kota.

 

Berita Terkait

REM Institute Gelar Diskusi Pembaruan KUHP dan KUHAP bersama Wakil Menteri Hukum Prof. Dr. Eddy O. S. Hiariej
Darurat Kesejahteraan Dosen: Tokoh Hukum CALS Resmi Maju Sebagai Pihak Terkait dalam Uji Materiil UU Guru dan Dosen di MK
Mahasiswi Luka Bacok di Ruang Sidang UIN Suska Riau, Pelaku Ditahan Polisi
Raib Sebelum Disentuh: Misteri Solar Subsidi dan Dugaan Kongkalikong
Sinergi Kuat: Apel KRYD Polsek Kelapa Gading Padukan Kekuatan Polri dan Masyarakat Jaga Keamanan Wilayah
Warga Desak Satuan Reserse Narkoba Polres Garut Tindak Penjual Obat Keras Golongan G
Dugaan Gudang Oli di Kosambi Disorot, Aparat Belum Beri Keterangan Resmi
Terduga Pelaku Pembunuhan Remaja di Jabung Ditangkap di Kos Kota Malang

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:27 WIB

REM Institute Gelar Diskusi Pembaruan KUHP dan KUHAP bersama Wakil Menteri Hukum Prof. Dr. Eddy O. S. Hiariej

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:22 WIB

Darurat Kesejahteraan Dosen: Tokoh Hukum CALS Resmi Maju Sebagai Pihak Terkait dalam Uji Materiil UU Guru dan Dosen di MK

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:14 WIB

Mahasiswi Luka Bacok di Ruang Sidang UIN Suska Riau, Pelaku Ditahan Polisi

Rabu, 25 Februari 2026 - 19:51 WIB

Raib Sebelum Disentuh: Misteri Solar Subsidi dan Dugaan Kongkalikong

Rabu, 25 Februari 2026 - 18:47 WIB

Sinergi Kuat: Apel KRYD Polsek Kelapa Gading Padukan Kekuatan Polri dan Masyarakat Jaga Keamanan Wilayah

Berita Terbaru

Breaking News

Hujan Es Terjadi di Desa Cilenger, Warga Diimbau Tetap Waspada

Minggu, 1 Mar 2026 - 21:00 WIB