Jakarta Utara Kian Rawan Narkoba, Pakar Hukum Desak Aparat Bertindak Tegas

- Jurnalis

Sabtu, 27 September 2025 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta utara: Kampung Bahari di balik Peredaran Narkoba

Jakarta Utara – Wilayah yang selama ini dikenal sebagai pusat aktivitas ekonomi berbasis jalur laut, kini menghadapi persoalan serius. Kota yang diharapkan menjadi impian para pelaku usaha justru kian identik dengan maraknya peredaran narkoba.

Sejumlah kawasan seperti Bahari, Kebun Pisang (Bonpis),  Tanah Merah Pelumpang, Warakas, Cilincing, Kelapa Gading hingga Sungai Bambu, kini menjadi titik rawan peredaran barang haram. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan, mengingat Jakarta Utara sejatinya memiliki potensi besar untuk menopang perekonomian nasional melalui sektor pelabuhan dan perdagangan.

Baca Juga:  Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ungkap 58 Kasus Narkoba dalam 6 Bulan, Sita 3,2 Kg Sabu dan Selamatkan 67 Ribu Jiwa

Masyarakat menilai lemahnya pengawasan aparat menjadi salah satu penyebab suburnya bisnis gelap ini. “Harus ada ketegasan hukum, kalau dibiarkan terus Jakarta Utara bisa rusak generasi mudanya,” ujar salah seorang warga Warakas yang enggan disebutkan namanya.

Menurut pakar hukum pidana, Reza Mustofo,.SH,.MH,  persoalan narkoba di Jakarta Utara tidak hanya terkait lemahnya pengawasan, tetapi juga inkonsistensi dalam penegakan hukum.

“Negara sudah punya instrumen hukum yang jelas, mulai dari UU Narkotika hingga aturan turunannya. Masalahnya ada pada implementasi. Jika aparat tegas dan konsisten, jaringan narkoba tidak akan mudah berkembang. Perlu operasi terpadu yang melibatkan kepolisian, BNN, dan aparat pemerintah daerah,” tegasnya.

Baca Juga:  Anak di Tumpang Telepon 110 Adukan Ibu yang Memukulnya, Polisi Datang Beri Nasihat

Reza juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam upaya pemberantasan narkoba.

“Masyarakat sekitar pelabuhan harus dilibatkan, baik melalui edukasi hukum maupun program ekonomi produktif, agar mereka tidak terjebak dalam lingkaran bisnis narkoba,” tambahnya.

Tanpa langkah nyata dan sinergi semua pihak, Jakarta Utara dikhawatirkan kehilangan citranya sebagai kota ekonomi strategis dan justru tercap sebagai episentrum peredaran narkoba di ibu kota.

 

Berita Terkait

Bea Cukai Malang dan Pemkab Malang Amankan 2.520 Batang Rokok Ilegal dalam Operasi Gabungan di Pagak
PT Sari Wangi Mentari Diduga Lakukan Pembiaran: Karyawan Ditusuk, Gaji 2,7jt di Bawah UMP, Pengawas Ketenagakerjaan dan Pengawas BPJS Kemana!
Telepon Ancaman Setelah Laporan Diajukan : Ketika Pengawas Korupsi Ditekan Henyakan Dugaan Bocoran Miliaran di UIN Suska
Fantastis! Bea Cukai Malang Musnahkan 9,23 Juta Batang Rokok llegal Senilai Rp13,7 Miliar
Banjir sebagai Bukti Nyata: Ketidakselarasan Data Perizinan yang Memakan Korban Warga
GERTAK Soroti Kasus Suap Impor Bea Cukai, Djaka Budi Utama Sosok Pemberani Bongkar Gurita Korupsii di Bea Cukai
Tempat Kerja Berubah Menjadi Arena Keributan Hingga Berujung Penusukan, Perusahan Diduga Bungkam Informasi ke Pihak Berwajib
Moratorium Diinjak-Injak: Galian C Ilegal Gerogoti Lahan Sawah, Pandeglang Terancam Krisis Pangan Permanen

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:52 WIB

Bea Cukai Malang dan Pemkab Malang Amankan 2.520 Batang Rokok Ilegal dalam Operasi Gabungan di Pagak

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:16 WIB

PT Sari Wangi Mentari Diduga Lakukan Pembiaran: Karyawan Ditusuk, Gaji 2,7jt di Bawah UMP, Pengawas Ketenagakerjaan dan Pengawas BPJS Kemana!

Senin, 13 Juli 2026 - 20:38 WIB

Telepon Ancaman Setelah Laporan Diajukan : Ketika Pengawas Korupsi Ditekan Henyakan Dugaan Bocoran Miliaran di UIN Suska

Senin, 13 Juli 2026 - 08:31 WIB

Fantastis! Bea Cukai Malang Musnahkan 9,23 Juta Batang Rokok llegal Senilai Rp13,7 Miliar

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:44 WIB

Banjir sebagai Bukti Nyata: Ketidakselarasan Data Perizinan yang Memakan Korban Warga

Berita Terbaru

Opini

Ketika Kode Etik Jurnalistik Mulai Ditinggalkan

Rabu, 15 Jul 2026 - 18:56 WIB