Ada Pungli di Dalam Pelabuhan. KB-SI Tuntut Perbaikan Kondisi Kerja dan Meminta Polisi Tertibkan Pungli.

- Jurnalis

Selasa, 11 Februari 2025 - 19:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Teropongrakyat.co – Ribuan supir dari Keluarga Besar Sopir Indonesia (KB-SI) menggelar aksi damai hari ini di Jakarta Utara. Para Supir menuntut perbaikan signifikan terhadap kondisi kerja mereka dan mengakhiri apa yang mereka sebut sebagai “tirani” yang mereka hadapi.

Aksi yang di mulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung di tiga lokasi strategis: NPCT1, Polres Jakarta Utara, dan Kantor Pelindo Pusat. Titik kumpul para demonstran berada di depan NPCT1. Suasana di lokasi aksi diwarnai dengan teriakan “Hidup Sopir! Hidup Rakyat Indonesia! Sopir Bersatu Tak Bisa Dikalahkan!”.

Para demonstran menyuarakan berbagai permasalahan yang mereka hadapi, termasuk kemacetan yang berkepanjangan, premanisme, pungutan liar, kebijakan gate pass yang memberatkan, dan fasilitas pelabuhan yang minim dan tidak memadai.

Ada Pungli di Dalam Pelabuhan. KB-SI Tuntut Perbaikan Kondisi Kerja dan Meminta Polisi Tertibkan Pungli. - Teropong Rakyat

Supir menyerukan enam tuntutan utama. Serta meminta Polisi dan Pelindo untuk bisa tertibkan pungli yang dirasa memberatakan para supir.

Baca Juga:  Perkuat Literasi dan Sinergi Layanan Keuangan, BRI KC Jakarta Jelambar Sosialisasikan Produk BRI dan BRILife di Pegadaian Grogol

Enam Tuntutan Demo :

Penghapusan Kebijakan Gate Pass: KB-SI menuntut penghapusan total kebijakan gate pass pelabuhan yang dianggap sangat merugikan para sopir. Mereka menuntut agar proses bongkar muat barang tidak boleh melebihi satu jam.

KB-SI meminta solusi konkret untuk mengatasi kemacetan, termasuk penambahan gate in di NPCT1, perbaikan sistem yang sering mengalami error, dan penyediaan kantong parkir gratis di dalam pelabuhan. Tak hanya itu, para sopir menuntut perlindungan dari tindakan premanisme yang kerap mereka alami.

Mereka meminta Pelindo untuk menyediakan fasilitas yang lebih memadai di pelabuhan, seperti toilet, kantin, dan ruang tunggu yang layak untuk sopir, kernet, dan pengguna jasa pelabuhan lainnya.

Baca Juga:  Ketua DPD AKPERSI Banten Kunjungi Kantor Desa Malangnengah, Kepala Desa Tidak Hadir

KB-SI mendesak pemberantasan total praktik pungli di dalam pelabuhan. Menurut Salah seorang pendemo kepada teropongrakyat.co “praktik pungli di Pelabuhan jelas memberatkan Kami para supir. Kami berharap kepada Polisi untuk bisa menertibkan aksi pungli di dalam Pelabuhan,” jelas-nya kepada teropongrakyat.co (11/2/2025).

KB-SI menyerukan solidaritas nasional untuk mendukung perjuangan mereka. Mereka meminta masyarakat untuk menyebarkan informasi tentang aksi ini seluas-luasnya sebagai bentuk kontribusi terhadap perjuangan para sopir Indonesia. “Ingatlah, anak dan istri, serta orang tua kita di rumah menunggu kabar baik dari perjuangan ini, agar kelak kehidupan keluarga di rumah bisa lebih sejahtera,” ujar perwakilan KB-SI kepada teropongrakyat.co Selasa (11/2/2025).

Sampai berita ini di turunkan pihak Pelindo belum bisa di mintai keterangan terkait maraknya pungli di dalam pelabuhan.

Penulis : Rocky A.K

Berita Terkait

Ahli Tergugat Dinilai Blunder di Persidangan, Akui AJB yang Ditandatangani Orang Meninggal “Batal Demi Hukum”
Tragedi Curug Ciparay: Wisatawan Ditemukan Tewas Setelah Diperingatkan Pengelola
Diduga Ada Pungutan SPP dan Uang Pembangunan, Kepala MAN 5 Bogor Belum Berikan Klarifikasi
Realisasi Utang Negara Hingga Mei 2026 Terukur dan Sesuai Kebutuhan
SDN Rawa Badak Utara 15 Gelar Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas VI, Siswa Berprestasi Raih Penghargaan
Vendor Pertanyakan Nasib Tagihan Rp1,6 Miliar Setelah Bertahun-tahun Menunggu
Siang Bolong Nongkrong Diduga Bawa Sajam, Remaja di Utan Panjang Bikin Warga Khawatir
Camat Koja Bungkam Saat Dikonfirmasi Terkait Dapur MBG di Area SPBU

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 19:50 WIB

Ahli Tergugat Dinilai Blunder di Persidangan, Akui AJB yang Ditandatangani Orang Meninggal “Batal Demi Hukum”

Senin, 8 Juni 2026 - 10:21 WIB

Tragedi Curug Ciparay: Wisatawan Ditemukan Tewas Setelah Diperingatkan Pengelola

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:33 WIB

Diduga Ada Pungutan SPP dan Uang Pembangunan, Kepala MAN 5 Bogor Belum Berikan Klarifikasi

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:31 WIB

Realisasi Utang Negara Hingga Mei 2026 Terukur dan Sesuai Kebutuhan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:22 WIB

SDN Rawa Badak Utara 15 Gelar Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas VI, Siswa Berprestasi Raih Penghargaan

Berita Terbaru