Parkir Liar Kebal Aturan di Jalan Jampea, Koja — Plang Larangan Hanya Jadi Pajangan

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Utara, TeropongRakyat.co – Wajah semrawut tata ruang kembali terlihat di Jalan Jampea, Kecamatan Koja. Ruas jalan yang seharusnya menjadi akses vital warga justru berubah fungsi bak kantong parkir raksasa. Truk kontainer hingga mobil pribadi bebas “berjajar rapi” di badan jalan, seolah aturan tak lagi punya wibawa. Kamis, (05/02/2026).

Ironisnya, tepat di sisi jalan berdiri plang dilarang parkir dan stop sepanjang jalan. Namun keberadaan rambu itu tak lebih dari sekadar pajangan. Setiap hari, pelanggaran terjadi terang-terangan tanpa rasa takut. Truk kontainer parkir berjam-jam, bahkan hingga berhari-hari, disusul kendaraan pribadi yang ikut memanfaatkan ruang jalan.

Baca Juga:  Polisi Tertibkan Arena Sabung Ayam di Dampit, Sarana Perjudian Dibakar*

Kondisi semakin parah saat malam hari. Jumlah kendaraan parkir meningkat drastis hingga membuat badan jalan menyempit. Dampaknya sudah bisa ditebak kemacetan kerap terjadi, arus lalu lintas tersendat, dan warga pengguna jalan harus ekstra sabar melewati titik tersebut.

Yang jadi sorotan tajam, hingga kini nyaris tak terlihat penindakan serius dari pihak terkait. Dinas Perhubungan Jakarta Utara maupun aparat Kecamatan Koja dinilai seakan tutup mata. Parkir liar berlangsung terus-menerus tanpa efek jera, tanpa penggembokan, tanpa derek, tanpa sanksi berarti.

Baca Juga:  Zulkarnaen Apriliantony, Mantan Komisaris BUMN, Diduga Terlibat Kasus 1.000 Situs Judi Online

Situasi ini memunculkan pertanyaan publik,

Apakah aturan hanya berlaku untuk masyarakat kecil, sementara pelanggaran kendaraan besar dibiarkan?

Camat Koja didesak turun tangan langsung dan tegas mengatur tata ruang wilayahnya. Koordinasi nyata antara Dishub dan Satpol PP sangat dibutuhkan untuk menertibkan parkir liar yang jelas-jelas melanggar aturan dan merugikan kepentingan umum.

Jika pembiaran terus terjadi, Jalan Jampea bukan hanya macet tapi menjadi simbol lemahnya penegakan aturan di Jakarta Utara. Warga kini menunggu, bukan sekadar imbauan melainkan aksi nyata.

Berita Terkait

Dua Anak Diduga Jadi Korban Pelecehan di Cilincing, Warga Resah Pelaku Masih Berkeliaran
LDII Jakarta Utara Siapkan Langkah Konkret Sambut Munas X
Potluck Warnai Halalbihalal PWI Jaya, 50 Jenis Hidangan Tersaji
Ketua Plt DPD FWJI DKI Jakarta Hadiri Acara Halal bihalal di Subang Jabar
Laskar Hukum Indonesia Gelar Halal Bihalal Bersama Anggota di Cilincing
Yohanes Oci Kritik Usulan Ahmad Sahroni: Tersangka Korupsi Bayar untuk Tahanan Rumah Cederai Good Governance
Mengaku dari Polres, Pria Bersenjata Buat Warga Jakbar Ketakutan
Kanit Reskrim Polsek Kemayoran Pimpin Patroli Rumsong

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 23:57 WIB

LDII Jakarta Utara Siapkan Langkah Konkret Sambut Munas X

Senin, 30 Maret 2026 - 23:48 WIB

Potluck Warnai Halalbihalal PWI Jaya, 50 Jenis Hidangan Tersaji

Senin, 30 Maret 2026 - 20:02 WIB

Ketua Plt DPD FWJI DKI Jakarta Hadiri Acara Halal bihalal di Subang Jabar

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:30 WIB

Laskar Hukum Indonesia Gelar Halal Bihalal Bersama Anggota di Cilincing

Kamis, 26 Maret 2026 - 10:50 WIB

Yohanes Oci Kritik Usulan Ahmad Sahroni: Tersangka Korupsi Bayar untuk Tahanan Rumah Cederai Good Governance

Berita Terbaru