Malang | Teropongrakyat.co – Koramil 0818-12/Bantur menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung pembangunan dan kemandirian ekonomi masyarakat desa dengan menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama DPRD Kabupaten Malang yang digelar di Pendopo Balai Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan FGD yang mengangkat tema “Tantangan dan Peluang Koperasi Desa Merah Putih Dalam Upaya Kemandirian Ekonomi Lokal Masyarakat Desa” ini dihadiri oleh unsur legislatif, pemerintah kecamatan, TNI–Polri, perangkat desa, serta tokoh masyarakat. Koramil 0818-12 Bantur hadir melalui Bati Tuud Peltu Tomy Umbarsono sebagai bentuk dukungan TNI AD terhadap penguatan ekonomi kerakyatan di wilayah binaan.
Dalam keterangannya, Peltu Tomy Umbarsono menegaskan bahwa Koramil Bantur siap bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah dalam mendukung program-program pemberdayaan desa.
“Koramil 0818-12 Bantur mendukung penuh upaya penguatan koperasi desa sebagai salah satu pilar kemandirian ekonomi masyarakat. Kami siap bersinergi dan mengawal setiap program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga, khususnya di wilayah Kecamatan Bantur,” ujar Peltu Tomy.
FGD tersebut dihadiri antara lain oleh perwakilan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang H. Ahmad Andi, S.H., M.Hum, perwakilan Ketua DPRD Kabupaten Malang Ir. H. Kholiq, M.AP, anggota DPRD dari Komisi III dan IV, Kepala Komisi dan Usaha Mikro Yusron, Sekcam Bantur Mahfud, Kapolsek Bantur yang diwakili Briptu Rafif, Kepala Desa Rejoyoso Abdul Manaf beserta perangkat desa, serta tokoh masyarakat.
Acara berlangsung dengan susunan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, serta sambutan dari unsur pemerintah kecamatan dan DPRD Kabupaten Malang. Dalam diskusi tersebut, dibahas berbagai tantangan koperasi desa, mulai dari manajemen, permodalan, hingga peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro di desa.
Melalui kehadiran dan peran aktif Koramil 0818-12 Bantur dalam kegiatan ini, diharapkan sinergi lintas sektor semakin kuat guna mewujudkan ketahanan wilayah dan kemandirian ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
























































