Kemenhub Kumpulkan Stakeholder Pelayaran Nasional Perkuat Keselamatan Kapal Penumpang dan Ro-Ro

- Jurnalis

Rabu, 30 Juli 2025 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta- (teropongrakyat.co) Dalam rangka memperkuat langkah nyata peningkatan keselamatan pelayaran nasional, khususnya pada kapal penumpang dan kapal Ro-Ro, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan menyelenggarakan Rapat Pengarahan Nasional secara daring pada (29/7/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin, dan diikuti oleh para Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), unit pelaksana teknis pelabuhan, Marine Inspector, ISM Auditor, serta manajemen dari perusahaan pelayaran nasional seperti PT PELNI, PT ASDP Indonesia Ferry, dan PT Dharma Lautan Utama.

Dalam arahannya, Samsuddin menegaskan bahwa keselamatan pelayaran merupakan prioritas utama yang harus dipegang teguh oleh seluruh pemangku kepentingan.

“Masih terjadinya kecelakaan kapal di beberapa waktu terakhir, disebabkan beberapa faktor , yaitu faktor Sistem manajemen keselamatan maupun teknis, menunjukkan bahwa kita semua, pemilik kapal, operator, nahkoda, syahbandar, merupakan satu kesatuan dari sistem keselamatan pelayaran yang pentahelix harus lebih aktif, lebih peduli, dan lebih disiplin dengan didukung infrastruktur yang memadai. Kapal yang tidak laik laut tidak boleh diberangkatkan dalam kondisi apa pun,” ujar Samsuddin.

Baca Juga:  DPP AKPERSI Geruduk Kementrian Desa Terkait Pernyataan "LSM DAN Wartawan Bodrek", Ketua Umum: Segera Meminta Maaf Secara Terbuka Menteri Yandri

Beberapa poin penting yang dibahas dalam rapat ini meliputi pemenuhan persyaratan kelaiklautan kapal, termasuk kelengkapan dokumen, kondisi fisik kapal, serta kompetensi dan kesiapan awak kapal.

“Kelaiklautan kapal tidak hanya soal dokumen. Kita bicara tentang nyawa manusia. Awak kapal harus benar-benar memahami tanggung jawabnya, dan Nakhoda harus berani menolak memberangkatkan kapalnya jika ditemukan hal-hal yang membahayakan bagi kapal, muatan , serta lingkungan,” lanjut Samsuddin.

Selain itu, penguatan implementasi International Safety Management (ISM) Code juga menjadi sorotan utama.
“ISM Code bukan sekadar formalitas. Ini adalah standar internasional yang membantu kita mengelola risiko secara sistematis dan mendeteksi potensi kecelakaan sebelum terjadi,” tegasnya.

Rapat ini juga menekankan pentingnya optimalisasi pelaksanaan uji petik (inspeksi acak kapal) oleh Marine Inspector serta pemanfaatan teknologi digital dalam sistem pemantauan keselamatan kapal.

“Kami dorong penggunaan sensor, CCTV, dashboard keselamatan, hingga pelaporan data real-time ke pusat kendali. Dengan teknologi, kita bisa mengawasi lebih banyak kapal secara efisien,” ujar Samsuddin.

Baca Juga:  Hadapi Tekanan Perdagangan Global,IPC TPK Palembang Catat Pertumbuhan 6,15% Sepanjang 2025

Kendala di lapangan seperti jumlah petugas yang terbatas, cuaca ekstrem, keterbatasan ketersedian kapal, hingga perubahan rute kapal juga dibahas secara terbuka.
“Kami menyadari tantangan ini. Tapi kuncinya adalah koordinasi lintas UPT dan sektoral, pemanfaatan teknologi, dan komunikasi yang solid antar petugas,” tambahnya.

Setelah sesi pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama Marine Inspector dari seluruh Indonesia. Diskusi ini menjadi forum penting untuk mendengar langsung masukan dari lapangan dan memperkuat sinergi antar unit kerja di bidang keselamatan pelayaran.

Diharapkan kegiatan ini menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh stakeholder pelayaran dalam menjamin keselamatan pelayaran nasional yang andal, aman, dan berkelanjutan.

“Keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan sinergi dan komitmen yang kuat, saya yakin kita bisa mewujudkan transportasi laut yang lebih aman dan terpercaya,” tutup Samsuddin.(SKY/ETJ/HJ)

 

Berita Terkait

Wujudkan Lingkungan Tertata, PT API Jalankan Program TJSL Penataan Lingkungan Desa Srijaya
Ekspor Lampung Bergeliat, Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Tembus 50 Ribu TEUs
Mediasi di Polres Barito Utara Gagal Total, Uang Ganti Rugi Tak Sampai, Warga Barito Utara Lapor ke Divpropam Polri
Ketua Umum LPLHK Kunjungi Kantor Camat Cikarang Selatan, Bahas Program Penanaman Sejuta Pohon
Urban Farming KSO TPK Koja: Lahan Tersedia Berbuah Manfaat Ekonomi dan Lingkungan
Pemkot Bekasi Tertibkan PKL di Trotoar Pasar Baru, Pindah ke Blok II
Kesehatan Keuangan Makin Kuat, Kopkar TPK Koja Raup Laba Bersih Naik 132%
Sasar Generasi Muda Jakarta Utara, IPC TPK Kenalkan Industri Petikemas

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:13 WIB

Wujudkan Lingkungan Tertata, PT API Jalankan Program TJSL Penataan Lingkungan Desa Srijaya

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:51 WIB

Ekspor Lampung Bergeliat, Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Tembus 50 Ribu TEUs

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:38 WIB

Mediasi di Polres Barito Utara Gagal Total, Uang Ganti Rugi Tak Sampai, Warga Barito Utara Lapor ke Divpropam Polri

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:08 WIB

Ketua Umum LPLHK Kunjungi Kantor Camat Cikarang Selatan, Bahas Program Penanaman Sejuta Pohon

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:32 WIB

Urban Farming KSO TPK Koja: Lahan Tersedia Berbuah Manfaat Ekonomi dan Lingkungan

Berita Terbaru