Sukabumi, teropongrakyat.co | 28 Februari 2025. Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Masyarakat Tani Nusantara Merah Putih (DPP HMTN MP) menjalin sinergi dengan Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, untuk mengembangkan program pemberdayaan masyarakat tani berbasis pertanian terintegrasi.
Ketua Umum DPP HMTN MP, Asril Naska, mengatakan dirinya hadir di Ponpes Dzikir Al-Fath setelah mendapat undangan dari pimpinan pesantren. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat membangun kerja sama pengembangan sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan yang saling terintegrasi.
“Kami sepakat berkolaborasi membangun masyarakat tani melalui program pertanian terintegrasi agar lebih produktif dan bernilai ekonomi,” ujar Asril Naska saat ditemui di Ponpes Dzikir Al-Fath, Rabu (28/1/2025).
Menurut Asril, pihaknya mengapresiasi program yang telah dijalankan pesantren. Ia menilai Ponpes Dzikir Al-Fath telah lebih dulu menerapkan konsep pertanian terintegrasi secara nyata, mulai dari pengelolaan pertanian, peternakan ayam dan sapi, hingga pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk.
“Program yang sudah berjalan di pesantren ini sangat baik. Ke depan akan kami kolaborasikan dengan konsep DPP HMTN MP untuk diterapkan lebih luas kepada masyarakat tani, khususnya di Sukabumi,” katanya.
Ia menjelaskan, pertanian terintegrasi sangat penting karena mampu menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil panen petani. Selain itu, seluruh hasil dan limbah pertanian dapat dimanfaatkan kembali sehingga tidak terbuang sia-sia.
“Contohnya jagung, bukan hanya bijinya yang dimanfaatkan, tetapi daun dan bongkolnya bisa diolah menjadi pakan ternak atau bahan bakar. Begitu juga kotoran ternak yang bisa dijadikan pupuk,” jelasnya.
Sementara itu, Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath, Prof. KH. M. Fajar Laksana, menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Ia menyatakan kesiapan pesantren untuk berkolaborasi dalam pengembangan masyarakat tani terintegrasi.
“Insya Allah kami siap bekerja sama dengan HMTN MP. Harapannya program ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani,” ujarnya.
Prof. KH. M. Fajar Laksana menambahkan, Ponpes Dzikir Al-Fath memiliki sejumlah unit usaha seperti peternakan sapi dan ayam, kebun pertanian, serta pengolahan makanan yang melibatkan santri dan masyarakat sekitar. Di lingkungan pesantren juga terdapat Museum Prabu Siliwangi yang telah mendapat pengakuan nasional dan internasional.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh pemberdayaan masyarakat tani berbasis pesantren yang dapat dikembangkan di daerah lain.
Penulis : Afril

























































