JAKARTA,teropongrakyat.co – Andi Anto dari Gabungan Kelompok Tani Hutan (GKTH), Nunukan, Kalimantan Utara menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat dalan konperensi persnya di Kalibata City, Jakarta, Jumat ,17/7/2026.
Andi Anto menyebutkan bahwa pemerintah pusat telah mengakomodir kepentingan warga perbatasan yang mana lahannya dikuasai pemerintah Malaysia kurang lebih 13 tahun.
“Ya 13 tahun berkutik, bergelut kemudian bagaimana kita membantu warga perbatasan untuk dapat menikmati haknya di atas lahan negara,”ucap Andi di depan para awak media
Alhamdulillah, lanjutnya, semua sudah terjawab pada hari ini dan kita mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah tentunya yang telah memberikan dukungan.
Harapan GKTH
Selanjutnya Andi, mengharapkan dan menghimbau kepada 10 kelompok tani di bawah naungan GKTH mengelola lahan tersebut sesuai Undang-undang.
“Untuk itu saya menghimbau kepada 10 kelompok tani hutan, yang ada di perbatasan Nurukan Indonesia, kita berharap agar mengelola berdasarkan standar operasional, yang sesuai dengan kriteria undang-undang,” ujarnya.
Menurut Andi Anto, tanah seluas 4.237 Ha tersebut, selama ini dikuasai mereka, kemudian dikuasai oleh orang-orang yang bukan pada tempatnya, bukan haknya.
“Nah kapan warga setempat atau perbatasan yang memang lahirnya besar di situ menikmati, ini adalah lahan PKH luasnya 4. 237 yang terletak di Desa Tabur Lestari, kecamatan Senegaris kabupaten Bulutang,” ungkapnya.
Hentikan Spekulasi dan Manuver
Andi Anto menegaskan agar pihak-pihak yang bermain dalam urusan ini, tidak lagi berspekulasi dan orang-orang yang kerap kali datang mengganggu, di Indonesia, hentikan.
“Kepada pemerintah itu sendiri kami meminta dan mohon kepada bupati dan kepada seluruh pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara agar benar-benar memperhatikan situasi ini, jangan lagi kita biarkan ada orang luar yang bermanuver yang tidak punya hak masuk ke dalam wilayah kita,”harap Andi.
Disebutkan Andi bahwa kebanyakan pengusaha di wilayah tersebut sehingga mengajak dengan senang kalau ada yang bisa bantu tapi dengan tata cara yang baik dan benar.
“Ya jangan mereka masuk ke tanah kita ini alasan jadi pengusaha, ujung-ujungnya diambil juga, mungkin seperti itu, harapan saya kepada pemerintah agar selektif menerima investasi asing yang masuk di negara kita khususnya di wilayah kami karena kita sudah ada pengalaman pahit,” tegas Andi.
Pemerintah Di Wilayah Diminta Perhatikan Masyarakat Setempat.
Kata Andi, “Kita tentunya berharap kepada Bupati dan perangkatnya semua kepemimpinan di sana untuk benar-benar memperhatikan. untuk memberikan proses bantuan dan dukungan kepada masyarakat setempat, itu masyarakat yang lahir dan besar di situ yang ber KTP di situ bukan masyarakat pendatang yang jauh-jauh datang itu ke sini Itu kan enggak nyambung.
Menindaklanjuti keberhasilan ini, GKTH
akan melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah setelah tiba di daerah dari Jakarta dengan segudang situasi karena kami berharap supaya di sana diadakan penertiban wilayah karena menurut Andi, berpotensi menimbulkan perlawanan sosial.
“Jadi kami berharap kepada pemerintah ya mohon untuk benar-benar selektif jangan sampai terjadi hal-hal yang kita tidak harapkan. Ada banyak yang mengaku-mengaku dan itu bukan begitu. Untuk ke depan rencananya lahan ini akan diolah sebagai apa,” kata Andi.
GKTH berharap adanya simbiosis mutualisme artinya kepentingan bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat, infrastruktur jalanan perlu dibenahi, dari lahan ke jalanan provinsi karena itu agak jauh dan sampai saat ini belum pernah disentuh oleh pemerintah.
“Jadi komoditas petani, kasihan itu, enggak bisa keluar kalau hujan,”ungkap Andi.
Permintaan kepada Presdien Prabowo
“Kepada presiden Prabowo dari masyarakat di sana berharap agar benar-benar bisa dibantu, memang kemarin saya di media sosial, ada juga meminta kepada presiden Prabowo ya, agar memperhatikan hal ini, kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo mohon kami masyarakat perbatasan agar mendapat perhatian khusus,”
Harapan itu beralasan karena berpuluh-puluh tahun tidak bisa menikmati haknya “Jadi izin pak Prabowo, mohon kami dibantu warga perbatasan kabupaten Nunukan agar kami bisa menikmati dan tentunya atas nama warga perbatasan kami mengucapkan terima kasih banyak kepada pak Prabowo selaku panutan kita, selaku pimpinan di negara kita,” tutup Andi























































