MALANG | Teropongrakyat.co – Suasana khidmat sekaligus semarak menyelimuti kawasan Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Rabu (17/6/2026) malam. Ratusan warga memadati Pendopo Pantai Regent Balekambang untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah atau malam 1 Suro.
Kegiatan budaya yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut menghadirkan dalang kondang, Ki Andi Bayu Sasongko, dengan membawakan lakon “Pamong Sejati”, sebuah kisah yang sarat pesan moral tentang kepemimpinan, pengabdian, dan tanggung jawab kepada masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Bantur Bayu Jadmiko, Kapolsek Bantur AKP Ahmad Taufik, perwakilan Koramil Bantur Peltu Tomi Umbarsono, Kepala Desa Srigonco Didit Puji Leksono, tokoh adat Desa Srigonco Mbah Siono Karyo Utomo, perangkat desa, serta masyarakat dari berbagai wilayah sekitar Pantai Balekambang.
Acara diawali dengan sambutan Kepala Desa Srigonco yang mengajak masyarakat untuk terus menjaga tradisi dan nilai-nilai budaya warisan leluhur sebagai bagian dari identitas bangsa.
Selanjutnya, sambutan dari unsur Muspika Kecamatan Bantur menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan kebersamaan masyarakat melalui kegiatan budaya yang positif.
Pagelaran wayang kulit menjadi magnet utama yang menarik perhatian warga. Selain menjadi hiburan rakyat, pertunjukan tersebut juga menjadi sarana edukasi budaya dan refleksi spiritual dalam menyambut Tahun Baru Islam dan malam 1 Suro yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Jawa.
Perwakilan Danramil Bantur, Peltu Tomi Umbarsono, menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, wayang kulit merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan oleh generasi muda.
“Momentum 1 Muharam atau 1 Suro ini bukan hanya menjadi sarana introspeksi diri, tetapi juga memperkuat kebersamaan masyarakat. Melalui pagelaran wayang kulit, nilai-nilai luhur tentang kepemimpinan, gotong royong, dan kehidupan bermasyarakat dapat terus diwariskan kepada generasi penerus,” ujar Peltu Tomi Umbarsono.
Ia juga menegaskan bahwa TNI mendukung berbagai kegiatan budaya yang mampu mempererat persatuan dan menjaga kondusivitas wilayah.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai wadah pelestarian budaya sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan warga,” tambahnya.
Pagelaran wayang kulit yang berlangsung hingga larut malam itu mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Warga tampak menikmati setiap adegan yang dibawakan dalang Ki Andi Bayu Sasongko, sekaligus memaknai pesan-pesan kehidupan yang terkandung dalam lakon “Pamong Sejati”.
Peringatan malam 1 Suro di Pantai Balekambang tahun ini menjadi bukti bahwa tradisi budaya Jawa masih hidup dan terus mendapat tempat di tengah masyarakat modern. Selain sebagai hiburan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat jati diri bangsa melalui pelestarian budaya adiluhung yang diwariskan para leluhur.

























































