Peredaran Obat Keras Ilegal di Cianjur Disorot, Sayembara KDM Diharapkan Percepat Penindakan

- Jurnalis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polda Jawa Barat diharapkan menindaklanjuti setiap informasi terkait dugaan peredaran obat keras daftar G ilegal secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku (foto:istimewa)

CIANJUR – Komitmen Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) yang akan memberikan hadiah kepada siapa pun yang berhasil mengungkap praktik penjualan obat keras daftar G tanpa legalitas mendapat perhatian luas dari masyarakat. Langkah tersebut dinilai dapat menjadi dorongan untuk mempersempit ruang gerak pelaku peredaran obat keras ilegal yang masih ditemukan di sejumlah wilayah di Jawa Barat.

Salah satu daerah yang menjadi sorotan adalah Kabupaten Cianjur. Berdasarkan hasil investigasi awak media, peredaran obat keras daftar G tanpa izin edar diduga masih berlangsung di beberapa lokasi. Temuan tersebut diharapkan dapat menjadi informasi awal bagi aparat penegak hukum untuk melakukan pendalaman dan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga:  Penghijauan Jalan Tol: PT CTP Tollways Berkontribusi pada Lingkungan yang Lebih Sehat

Dalam penelusuran di lapangan, seorang penjaga warung di wilayah Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, mengaku hanya bertugas menjaga lokasi penjualan. Sementara itu, mengenai dugaan adanya penyetoran kepada pihak tertentu, ia menyebut bukan menjadi kewenangannya.

“Untuk urusan itu biasa bos langsung yang setor, Bang. Kalau saya ditugaskan hanya menjaga warung saja,” ujar pria tersebut kepada wartawan, Rabu (29/7).

Pernyataan tersebut merupakan keterangan dari narasumber yang masih memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui proses penyelidikan oleh aparat penegak hukum.

Maraknya peredaran obat keras daftar G tanpa legalitas menjadi perhatian masyarakat karena dinilai berpotensi membahayakan generasi muda dan mengganggu ketertiban umum. Oleh karena itu, masyarakat berharap jajaran Polda Jawa Barat dapat menindaklanjuti setiap informasi yang berkembang secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur hukum.

Baca Juga:  Yonif 318 Kostrad Gelar Perkemahan Saka Wira Kartika, Tanamkan Semangat Nasionalisme

Selain melakukan penindakan terhadap pelaku peredaran obat keras ilegal, masyarakat juga berharap aparat dapat mengungkap apabila terdapat jaringan yang terorganisasi maupun dugaan keterlibatan pihak-pihak yang memberikan perlindungan terhadap aktivitas tersebut. Langkah penegakan hukum yang tegas diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

Dengan adanya sayembara yang disampaikan Gubernur Jawa Barat, diharapkan partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi terkait peredaran obat keras ilegal semakin meningkat, sehingga upaya pemberantasan dapat berjalan lebih efektif melalui sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum.

Berita Terkait

Dulu Pilih, Sekarang Disuruh Pulang Bupati Nagekeo : Tangis Warga Nagekeo di Tengah Tenda Darurat. ketum PDKN Ikut Menyoroti
Viral di Medsos, Warga Aesesa Mbay Nagekeo Keluhkan Lambannya Bantuan Bupati Pasca Gempa M7,7
Di Tengah Duka Gempa Flores, PDKN Minta Presiden Prabowo Batalkan Proyek Geothermal Mataloko
Obat Keras Daftar G di Tanah Abang, Publik: Jangan Hanya Tangkap Penjual
SEJARAH BARU: 8 Aras Gereja, 620 Titik, 38 Provinsi Satu Suara Doa Mengguncang Nusantara di HUT ke-81 RI
Love Collection: Wujudkan Kreativitasmu dengan Kaos Custom Berkualitas Premium
Ketua Umum PDKN Dr. Rahman Sabon Nama Jalin Silaturahmi dengan Sultan Jailolo, Perkuat Ikatan Kekerabatan Nusantara
LDII Kota Pasuruan Gelar Bazaar Dan Lomba Juang Kemerdekaan

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:17 WIB

Dulu Pilih, Sekarang Disuruh Pulang Bupati Nagekeo : Tangis Warga Nagekeo di Tengah Tenda Darurat. ketum PDKN Ikut Menyoroti

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:08 WIB

Viral di Medsos, Warga Aesesa Mbay Nagekeo Keluhkan Lambannya Bantuan Bupati Pasca Gempa M7,7

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Di Tengah Duka Gempa Flores, PDKN Minta Presiden Prabowo Batalkan Proyek Geothermal Mataloko

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:23 WIB

Obat Keras Daftar G di Tanah Abang, Publik: Jangan Hanya Tangkap Penjual

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:49 WIB

SEJARAH BARU: 8 Aras Gereja, 620 Titik, 38 Provinsi Satu Suara Doa Mengguncang Nusantara di HUT ke-81 RI

Berita Terbaru