Malang | Teropongrakyat.co – Tim Reviu dan Pengawasan Lapangan Satgas Jembatan Tahap I Termin 1 dari Itjenad melakukan kunjungan kerja ke Jembatan Perintis Garuda di Dusun Turus, Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Rabu (6/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengawasan pembangunan jembatan wilayah non bencana sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Kunjungan yang berlangsung mulai pukul 08.16 hingga 09.44 WIB itu dipimpin Kolonel Czi I Gusti Nyoman S. selaku Irut 1/Ada LN Itada Itben Itjenad. Sekitar 50 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, terdiri dari jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah, perangkat desa hingga warga setempat.
Turut hadir di antaranya Kasdim 0818 Kabupaten Malang Mayor Czi Sultoni, Pabandya Bhakti Kodam V/Brawijaya Letkol Caj Nurhasin, Danramil 0818-06 Sumberpucung Kapten Inf Budi S., Kapolsek Sumberpucung Iptu Choirul Mustofa, Sekcam Sumberpucung Iwan Kartikawanto, Kepala Desa Ternyang Didik Santoso, serta perwakilan Virtual Rescue Indonesia.
Dalam agenda tersebut, tim melakukan peninjauan langsung kondisi fisik jembatan dengan mengecek gelagar, pelat besi, tiang penyangga, pagar, hingga struktur kabel jembatan. Setelah pengecekan teknis, kegiatan dilanjutkan dengan dialog bersama masyarakat.
Kolonel Czi I Gusti Nyoman S. menegaskan kehadiran TNI merupakan bentuk kepedulian terhadap kesulitan masyarakat, termasuk pembangunan infrastruktur di wilayah non bencana.
“Kami datang untuk mengecek langsung kesulitan masyarakat yang bisa dibantu TNI. Prajurit memiliki kewajiban menjalankan 8 Wajib TNI, salah satunya membantu kesulitan rakyat di sekelilingnya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Presiden RI telah memberikan arahan kepada Kepala Staf Angkatan Darat untuk membantu mengatasi persoalan masyarakat, termasuk kebutuhan infrastruktur seperti jembatan.
Dalam sesi dialog, warga Dusun Turus bernama Sunaryo menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0818 Kabupaten Malang atas pembangunan jembatan tersebut. Namun ia juga mengungkapkan sejumlah keluhan terkait kondisi jembatan yang mulai menurun ke bawah, kebutuhan penyangga tambahan di tengah bentangan, serta pagar yang dinilai kurang kuat.
Menurutnya, jembatan akan bergoyang saat dilalui sepeda motor sehingga pengguna harus bergantian melintas demi keselamatan.
Menanggapi hal itu, Kolonel Czi I Gusti Nyoman memastikan pihaknya segera memerintahkan Zidam untuk melakukan perbaikan dan perawatan.
“Keluhan masyarakat ini sangat positif sebagai bahan evaluasi. Untuk seling dan pagar akan dilakukan perawatan rutin, sedangkan penyangga akan dibangun sesuai spesifikasi yang telah ditentukan,” katanya.
Ia menjelaskan, bentangan jembatan yang panjang memang menyebabkan kabel seling bergerak saat dilintasi. Karena itu, penguatan struktur dan pemeliharaan berkala menjadi langkah penting demi menjaga keamanan pengguna.
Kegiatan pengawasan ini dinilai menjadi bukti komitmen TNI dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui program pembangunan teritorial. Selain itu, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
Meski demikian, pengawasan teknis lanjutan tetap diperlukan agar kualitas konstruksi jembatan sesuai spesifikasi dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam jangka panjang.

























































