Opini: Ketika Organisasi Wartawan Disalahgunakan

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(potret : ilustrasi)

Jakarta, teropongrakyat.co – Profesi wartawan sejatinya berdiri di atas nilai integritas, independensi, dan tanggung jawab moral kepada publik. Wartawan menulis untuk menyampaikan kebenaran, mengontrol kekuasaan, serta memberi suara kepada masyarakat—bukan untuk menekan, apalagi memeras. Namun dalam praktiknya, marwah jurnalistik kerap tercoreng oleh ulah segelintir oknum.

Organisasi wartawan disalahgunakan sebagai kedok kepentingan pribadi, bahkan diduga menjadi alat pemerasan. Dengan mengatasnamakan profesi, membawa kartu pers dan bendera organisasi, oknum tersebut mendatangi instansi atau pihak tertentu, lalu melontarkan ancaman pemberitaan. Jika “uang damai” tidak diberikan, berita negatif dijanjikan akan dipublikasikan.

Praktik semacam ini bukan sekadar pelanggaran etika jurnalistik, melainkan tindakan kriminal yang merusak kepercayaan publik terhadap pers. Dampaknya jauh lebih luas, karena perbuatan segelintir oknum tersebut kerap menyeret nama baik wartawan yang bekerja secara profesional dan organisasi pers yang sah.

Baca Juga:  PT Pelindo Solusi Logistik Dorong Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Program TJSL Community Empowerment Tanjung Mas

Perlu ditegaskan kembali: wartawan menulis berdasarkan fakta, verifikasi, dan kepentingan publik—bukan berdasarkan pesanan, tekanan, atau transaksi gelap. Karya jurnalistik lahir dari keberimbangan dan keberanian mengungkap kebenaran, bukan dari intimidasi demi keuntungan pribadi.

Organisasi wartawan seharusnya menjadi rumah etik, ruang pembinaan, dan pengawasan bagi anggotanya. Bukan menjadi tameng untuk melindungi perilaku menyimpang. Jika ada anggota yang menyalahgunakan profesi, organisasi wajib bertindak tegas, termasuk menyerahkan prosesnya kepada aparat penegak hukum bila ditemukan unsur pidana.

Baca Juga:  Lokasi Pernah Aman Kini Terendam Banjir, Warga Minta Pemerintah Periksa Pintu Air dan Saluran ke Laut

Di sisi lain, masyarakat dan aparat juga dituntut untuk lebih cermat membedakan antara wartawan profesional dan oknum yang sekadar menyamar. Jangan sampai kritik yang sah, berbasis data, dan demi kepentingan publik justru dibungkam dengan stigma “wartawan pemeras”.

Membersihkan pers dari praktik kotor bukanlah upaya melemahkan kebebasan pers. Sebaliknya, itu adalah cara menyelamatkan dan memurnikan profesi ini. Karena pada akhirnya, wartawan sejati menulis untuk nurani publik—bukan untuk menakut-nakuti demi kepentingan pribadi.

Di buat oleh:
Rocky
Redaktur Teropongrakyat.co

Berita Terkait

Sukseskan Mudik 2026, Pt Api Dukung Penuh Program Mudik Aman Berbagi Harapan Bersama Pelindo Group
Pelindo Berbagi: Pt Akses Pelabuhan Indonesia Bagikan Takjil Dan Sembako Sebagai Wujud TJSL
Dukung Arus Mudik Lebaran 2026, Jalan Tol Cibitung-cilincing (JTCC) Diskon Tarif TOL Mulai 30%
Inovasi Jadi Kunci: SPSL Siapkan SDM Unggul Lewat Program SPRINT yang Berkelanjutan
Delman Kuningan: Bukan Sekadar Transportasi, Tapi Identitas yang Tak Boleh Hilang
PTP Nonpetikemas Cabang Banten Dukung Arus Mudik Motor dan Truk Sembako ke Sumatera
Dukung Ibadah Ramadan Warga Ring 1, IPC TPK Gelar Karpet di 8 Masjid Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok
IPC TPK Fasilitasi 500 Pemudik Tujuan Semarang di Idul Fitri 1447 H
Tag :

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 12:22 WIB

Sukseskan Mudik 2026, Pt Api Dukung Penuh Program Mudik Aman Berbagi Harapan Bersama Pelindo Group

Senin, 30 Maret 2026 - 11:56 WIB

Pelindo Berbagi: Pt Akses Pelabuhan Indonesia Bagikan Takjil Dan Sembako Sebagai Wujud TJSL

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:54 WIB

Dukung Arus Mudik Lebaran 2026, Jalan Tol Cibitung-cilincing (JTCC) Diskon Tarif TOL Mulai 30%

Rabu, 25 Maret 2026 - 15:05 WIB

Inovasi Jadi Kunci: SPSL Siapkan SDM Unggul Lewat Program SPRINT yang Berkelanjutan

Senin, 23 Maret 2026 - 20:14 WIB

Delman Kuningan: Bukan Sekadar Transportasi, Tapi Identitas yang Tak Boleh Hilang

Berita Terbaru

POTRET - skandal pengelolaan aset Pemda DKI mengemuka, Pasar Jabon menjadi sorotan tajam lantaran tak setorkan PAD maupun retribusi pasar. (Foto: Teropongrakyat.co).

Pemerintahan

Pasar Jabon Salah Kelola, Jorok dan Bau

Sabtu, 11 Apr 2026 - 00:43 WIB

Breaking News

Diduga  Pemasangan Tiang Fiber Ilegal di Bogor

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:10 WIB