Menkeu Purbaya: Tarif Cukai Rokok Jangan Bunuh Industri

- Jurnalis

Sabtu, 20 September 2025 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 20 September 2025, Teropongrakyat.co – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti tingginya tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau rokok yang dinilainya berpotensi membebani industri. Ia menegaskan kebijakan pemerintah dalam menetapkan tarif tidak boleh sampai mematikan usaha yang menyerap banyak tenaga kerja.

“Cukai memang penting untuk penerimaan negara dan pengendalian konsumsi. Namun, jangan sampai tarif yang terlalu tinggi justru membunuh industri,” ujar Purbaya dalam keterangannya, Jumat (19/9/2025).

Pernyataan tersebut muncul di tengah ramainya isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang dilakukan salah satu perusahaan rokok terbesar di Jawa Timur. Besarnya tarif cukai rokok pun disebut sebagai salah satu faktor yang memperburuk kondisi industri.

Baca Juga:  Demo Koalisi Mahasiswa Hukum Nusantara di Kantor Bea Cukai Marunda, Tuntut Audit Independen hingga Penegakan Supremasi Hukum

Sejumlah serikat pekerja di sektor rokok juga telah menyuarakan kekhawatiran atas kebijakan ini. Mereka menilai kenaikan tarif cukai yang agresif akan berdampak langsung pada keberlangsungan pabrik dan nasib ribuan karyawan.

Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia, Dr. Bambang Prasetyo, menilai pernyataan Menkeu cukup relevan. Menurutnya, pemerintah harus berhati-hati dalam menyeimbangkan kepentingan kesehatan masyarakat dan keberlanjutan industri.

“Kalau tarif cukai terus naik tanpa perhitungan, risiko PHK massal akan semakin besar. Padahal industri rokok ini salah satu penyumbang pajak terbesar dan menyerap jutaan tenaga kerja, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur,” jelas Bambang.

Baca Juga:  10 Tahun Kepemimpinan Jokowi, Lima Polda Terbentuk

Ia menambahkan, solusi yang bisa ditempuh adalah penetapan tarif cukai yang lebih gradual dengan mempertimbangkan daya tahan industri kecil dan menengah. “Kenaikan tetap bisa dilakukan, tapi jangan terlalu drastis. Kalau tidak, dampaknya bukan hanya pada pabrik besar, tapi juga pada petani tembakau dan cengkeh,” tegasnya.

Meski begitu, pemerintah di sisi lain tetap menegaskan bahwa kebijakan cukai tembakau berorientasi pada pengendalian konsumsi, peningkatan kesehatan masyarakat, dan penerimaan negara.

Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Keuangan masih melakukan evaluasi bersama kementerian terkait untuk mencari keseimbangan antara aspek kesehatan, penerimaan negara, dan keberlangsungan industri hasil tembakau.

 

Berita Terkait

Tragedi Curug Ciparay: Wisatawan Ditemukan Tewas Setelah Diperingatkan Pengelola
Diduga Ada Pungutan SPP dan Uang Pembangunan, Kepala MAN 5 Bogor Belum Berikan Klarifikasi
Realisasi Utang Negara Hingga Mei 2026 Terukur dan Sesuai Kebutuhan
SDN Rawa Badak Utara 15 Gelar Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas VI, Siswa Berprestasi Raih Penghargaan
Vendor Pertanyakan Nasib Tagihan Rp1,6 Miliar Setelah Bertahun-tahun Menunggu
Siang Bolong Nongkrong Diduga Bawa Sajam, Remaja di Utan Panjang Bikin Warga Khawatir
Camat Koja Bungkam Saat Dikonfirmasi Terkait Dapur MBG di Area SPBU
Warga Transmigrasi Air Balui SP2 Terpaksa Mengungsi Berbulan-bulan Saat Musim Hujan, Pertanyakan Penyebab Banjir Berkepanjangan

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 10:21 WIB

Tragedi Curug Ciparay: Wisatawan Ditemukan Tewas Setelah Diperingatkan Pengelola

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:33 WIB

Diduga Ada Pungutan SPP dan Uang Pembangunan, Kepala MAN 5 Bogor Belum Berikan Klarifikasi

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:31 WIB

Realisasi Utang Negara Hingga Mei 2026 Terukur dan Sesuai Kebutuhan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:22 WIB

SDN Rawa Badak Utara 15 Gelar Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas VI, Siswa Berprestasi Raih Penghargaan

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:18 WIB

Vendor Pertanyakan Nasib Tagihan Rp1,6 Miliar Setelah Bertahun-tahun Menunggu

Berita Terbaru