Dari Tiongkok Kuno ke Warung Kaki Lima Jakarta Menelusuri Jejak Sejarah Bubur Ayam

- Jurnalis

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Teropongrakyat.co ||Bubur ayam, hidangan sederhana namun kaya rasa, telah menjadi salah satu sarapan favorit dan hidangan penghibur di Indonesia. Dengan tekstur lembut, gurihnya kuah kaldu, suwiran ayam, serta taburan pelengkap seperti cakwe, kerupuk, dan bawang goreng, bubur ayam memiliki tempat istimewa di hati banyak orang. Namun, sejarah bubur ayam jauh lebih panjang dan berakar kuat pada tradisi kuliner kuno

Sejarah bubur ayam tidak bisa dilepaskan dari “congee” atau “zhou”, bubur nasi tradisional yang telah menjadi bagian integral dari diet di Tiongkok selama ribuan tahun. Catatan sejarah menunjukkan bahwa congee telah ada sejak era Dinasti Zhou (1046–256 SM). Pada awalnya, congee adalah hidangan sederhana yang dibuat untuk memanfaatkan sisa nasi atau sebagai makanan pokok saat kelangkaan bahan makanan.

Seiring waktu, congee berevolusi menjadi hidangan yang lebih kompleks dan bervariasi. Berbagai bahan ditambahkan, mulai dari daging, ikan, sayuran, hingga rempah-rempah, menciptakan beragam jenis congee dengan cita rasa yang berbeda. Congee juga dikenal karena khasiat kesehatannya, sering disajikan kepada orang sakit atau sebagai makanan bayi karena mudah dicerna dan memberikan energi.

Baca Juga:  Diduga Kebal Hukum. Oknum Seragam Aktif Menjadi Bos Toko Obat Terbatas

Kedatangan para pedagang dan imigran Tiongkok ke Nusantara membawa serta budaya dan kuliner mereka, termasuk tradisi bubur nasi. Di Indonesia, bubur nasi ini kemudian mengalami akulturasi dengan cita rasa lokal. Bahan-bahan dan teknik memasak disesuaikan dengan ketersediaan rempah dan selera masyarakat setempat.

Bubur nasi yang tadinya polos atau hanya dengan sedikit tambahan, mulai diperkaya dengan kaldu ayam, suwiran daging ayam, dan berbagai topping khas Indonesia. Penggunaan bawang goreng, seledri, kerupuk, dan sambal kacang (atau kuah kuning) menjadi ciri khas bubur ayam Indonesia yang membedakannya dari congee aslinya.

Di Indonesia, bubur ayam tidak hanya sekadar makanan. Ia adalah simbol kehangatan, kenyamanan, dan seringkali menjadi pilihan utama saat cuaca dingin atau saat seseorang merasa kurang sehat. Dari gerobak kaki lima yang mengepulkan asap di pinggir jalan hingga restoran mewah, bubur ayam tetap mempertahankan popularitasnya sebagai hidangan yang merakyat dan dicintai semua kalangan.

Baca Juga:  Densus 88 Antiteror Polri Tangkap Dua Teroris JAD Bima

Variasi bubur ayam pun berkembang pesat di berbagai daerah. Ada bubur ayam Jakarta dengan kuah kuningnya yang khas, bubur ayam Bandung dengan kerupuk merah dan kacang kedelainya, hingga bubur ayam Cirebon yang lebih kental. Setiap varian menawarkan pengalaman rasa yang unik, namun tetap mempertahankan esensi bubur nasi yang lembut dan gurih.

Dengan sejarah panjang yang merentang dari Tiongkok kuno hingga menjadi ikon kuliner di Indonesia, bubur ayam adalah bukti nyata bagaimana sebuah hidangan dapat beradaptasi, berkembang, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya suatu bangsa.

Penulis : Yordani

Berita Terkait

Gubernur Jabar Bahas Mekanisme Sayembara Rp250 Juta Setelah Taufik Hidayat Ditangkap
Sidang Sengketa Lahan Sherwood Masuk Tahap Krusial, Penggugat Pertanyakan Logika Hukum AJB Terbit Tiga Tahun Setelah Penjual Meninggal
Babinsa Bandungrejo Aktif Kawal Musdes dan Penyusunan RKPDes 2027, Wujudkan Pembangunan Desa Partisipatif
Gerakan Sehat dan Berkah Sunatan Massal Tahun 2026 Hadirkan Kebahagiaan bagi 50 Anak di Momen HUT Jakarta dan Libur Sekolah
Gelombang Aksi Mahasiswa Dinilai Cerminkan Kegelisahan Publik, Yohanes Oci: Jangan Bungkam Kritik
Dishub Jakarta Utara Tindak Lanjuti Temuan Parkir Liar di Samping Mall of Indonesia, Penataan Segera Dilakukan
Kombes Pol Pandra Arsyad Raih Apresiasi BPI KPNPA RI sebagai Pejabat Publik Humanis
Ketua ESI Kota Pasuruan Hadir Berikan Support Pada Generasi Muda Peserta Lomba E-Sport Di Polres Pasuruan Kota

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:32 WIB

Gubernur Jabar Bahas Mekanisme Sayembara Rp250 Juta Setelah Taufik Hidayat Ditangkap

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:01 WIB

Sidang Sengketa Lahan Sherwood Masuk Tahap Krusial, Penggugat Pertanyakan Logika Hukum AJB Terbit Tiga Tahun Setelah Penjual Meninggal

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:07 WIB

Babinsa Bandungrejo Aktif Kawal Musdes dan Penyusunan RKPDes 2027, Wujudkan Pembangunan Desa Partisipatif

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:58 WIB

Gerakan Sehat dan Berkah Sunatan Massal Tahun 2026 Hadirkan Kebahagiaan bagi 50 Anak di Momen HUT Jakarta dan Libur Sekolah

Senin, 22 Juni 2026 - 15:59 WIB

Gelombang Aksi Mahasiswa Dinilai Cerminkan Kegelisahan Publik, Yohanes Oci: Jangan Bungkam Kritik

Berita Terbaru