Peran Strategis Human Factor Di Tengah Cepatnya Perkembangan Teknologi Keselamatan Pelayaran

- Jurnalis

Minggu, 6 Juli 2025 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta –(teropongrakyat.co) Sebagai bangsa maritim, Indonesia memiliki posisi geostrategis yang sangat menentukan dalam peta pelayaran dunia. Alur Laut Kepulauan Indonesia atau ALKI bukan hanya menjadi jalur pelayaran nasional, tetapi merupakan koridor internasional yang harus dijaga dengan prinsip kedaulatan, keselamatan, dan keberlanjutan.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, yang diwakili Direktur Kenavigasian, Hernadi Tri Cahyanto, saat membuka FGD Keselamatan Pelayaran dengan tema “Pengaruh Humas Factor Terhadap Dimensi Kenavigasian Untuk Mewujudkan Keselamatan Pelayaran di Wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), bertempat di Ruang Sriwijaya Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut pada hari Jumat (04/7/2025).

Menurutnya, Keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus pelayaran global.

“Posisi Indonesia sebagai negara kepulauan yang berada di jalur strategis dunia yakni Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) menuntut kita untuk memastikan setiap aspek pelayaran dapat berjalan dengan aman, teratur, dan efisien,” kata Hernadi.

Ia juga mengatakan bahwa dalam menjaga keselamatan pelayaran, dimensi kenavigasian memegang peranan yang amat vital. Namun demikian, sehebat apapun teknologi yang digunakan mulai dari sistem navigasi elektronik, VTS, hingga Aids to Navigation tetap tidak akan maksimal apabila unsur manusianya (Human Factor) tidak terkelola dengan baik.

Baca Juga:  Kebakaran Lahan Tebu di Sumberpucung Hanguskan 1 Hektare

“Dari beberapa hal tersebut kita dapat menarik benang merah bahwa teknologi modern tidak akan pernah cukup jika tidak disertai dengan kompetensi, kewaspadaan, dan tanggung jawab manusia yang menjalankannya,” ujar Hernadi.

Lebih jauh Hernadi mengatakan bahwa ketika berbicara tentang Human Factor dalam dimensi kenavigasian, maka kita sedang membahas hubungan erat antara manusia, sistem, teknologi, dan lingkungan operasi.

Peran Strategis Human Factor Di Tengah Cepatnya Perkembangan Teknologi Keselamatan Pelayaran - Teropong Rakyat

Human Factor mencakup banyak aspek, seperti kompetensi, pelatihan, kelelahan kerja, kemampuan komunikasi, pengambilan keputusan, hingga mentalitas dan budaya kerja.

Dalam sistem kenavigasian tersebut, lanjutnya Human Factor dapat memengaruhi beberapa hal penting seperti kesiapan personel dalam mengoperasikan dan membaca alat bantu navigasi, kemampuan berkomunikasi antara kapal dan darat (VTS), stasiun radio pantai dan lain sebagainya.

Selain itu, Human Factor juga sangat berpengaruh terhadap pemahaman prosedur keselamatan dalam kondisi darurat, ketelitian dalam navigasi berbasis elektronik maupun konvensional, serta budaya disiplin dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi pelayaran.

“Inilah yang menjadi tantangan kita bersama, yakni bagaimana membangun sistem kenavigasian yang tidak hanya tangguh secara teknologi, tetapi juga kuat secara sumber daya manusia dari sisi kompetensi, etika kerja, hingga kesadaran keselamatan,” tegas Hernadi.

Baca Juga:  Walikota Batu:Satu Abad Desa Tulungrejo, Merti Bumi Jadi Simbol Persatuan dan Pelestarian Budaya

Terkait dengan hal tersebut, Hernadi berharap Focus Group Discussion ini, dapat dijadikan sebagai forum dan wadah yang penting untuk menjembatani pemikiran antara dunia akademik, pelaksana teknis, dan pembuat kebijakan.

” Dalam FGD ini, diskusi yang berlangsung harus tidak berhenti pada tataran konseptual, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret, progresif, dan dapat diimplementasikan dalam waktu dekat oleh semua pihak terkait”, tutup Hernadi.

Sebagai informasi kegiatan FGD ini diikuti oleh perwakilan dari DPP INSA, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut,
Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut,
Para Direktur dan pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Distrik Navigasi Tipe B Tanjung Priok,
Designated Person Ashore dari Perusahaan Pelayaran;
para Dosen Pascasarjana ITL Trisakti, para Dosen Nautika dari Lembaga Diklat Kepelautan, baik secara langsung maupun online.(SLO/ETJ/HJ)

 

Berita Terkait

Perkuat Standararisasi Keselamatan Pelayaran, Kemenhub Gencarkan Pemeriksaan Terkonsentrasi (CIC) DI 8 Pelabuhan
Mengintip Dapur Pelabuhan! Peserta MAGENTA Tur Eksklusif dari Control Room hingga Lapangan IPC TPK
Lima Tahun Pascamerger, Pelindo Teguhkan Transformasi Berlandaskan Semangat Persatuan
Tanah Waris Tak Boleh Dijadikan Saham! RPA Indonesia: KPK Harus Kembalikan Hak Ahli Waris Sebelum Terlambat
Dugaan Korupsi 15 Tahun PT Migas Bekasi, Yohanes Oci : Kejagung Sisir Aliran Dana dan Pejabat Pemkot
Setahun Bangkit dari Keterbatasan, Kampung Susun Bayam Rayakan Harapan Baru Bersama Wali Kota
Kodim 0503/JB Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Jakarta Barat di Tengah Kemarau
PT API Melaksanakan Survei Lapangan Bersama TNI di Sorong

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Perkuat Standararisasi Keselamatan Pelayaran, Kemenhub Gencarkan Pemeriksaan Terkonsentrasi (CIC) DI 8 Pelabuhan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Mengintip Dapur Pelabuhan! Peserta MAGENTA Tur Eksklusif dari Control Room hingga Lapangan IPC TPK

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Tanah Waris Tak Boleh Dijadikan Saham! RPA Indonesia: KPK Harus Kembalikan Hak Ahli Waris Sebelum Terlambat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dugaan Korupsi 15 Tahun PT Migas Bekasi, Yohanes Oci : Kejagung Sisir Aliran Dana dan Pejabat Pemkot

Selasa, 29 September 2026 - 17:29 WIB

Setahun Bangkit dari Keterbatasan, Kampung Susun Bayam Rayakan Harapan Baru Bersama Wali Kota

Berita Terbaru