Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026 | teropongrakyat.co — Sejarah panjang Malaysia tidak dapat dilepaskan dari peran besar para tokoh Bugis yang turut membentuk kekuatan politik, militer, dan pemerintahan Melayu.
Tiga di antaranya dikenal sebagai pahlawan paling berpengaruh dan hingga kini dikenang sebagai tokoh besar bangsa Melayu, yakni Raja Haji Fisabilillah, Daeng Parani, dan Daeng Chelak.
Ketiga tokoh Bugis ini tercatat memiliki peran strategis dalam mempertahankan kedaulatan wilayah Melayu dari ancaman kolonial sekaligus membangun fondasi kekuasaan di sejumlah kerajaan Melayu.
Raja Haji Fisabilillah, yang dikenal sebagai Pahlawan Melaka tahun 1784, merupakan sosok ulama sekaligus panglima perang. Ia memimpin perlawanan sengit terhadap penjajahan Belanda dan gugur dalam perjuangan mempertahankan kehormatan Islam dan tanah Melayu.
Namanya kini diabadikan sebagai Pahlawan Nasional dan menjadi simbol jihad melawan kolonialisme.
Sementara itu, Daeng Parani dikenal sebagai pelopor kekuasaan Bugis di Johor. Bersama saudara-saudaranya, Daeng Parani memainkan peran penting dalam dinamika politik Kesultanan Johor-Riau pada abad ke-18. Pengaruhnya menjadi awal kuatnya peran Bugis dalam struktur pemerintahan Melayu.
Tokoh ketiga, Daeng Chelak, menjabat sebagai Yang Dipertuan Muda Riau. Ia dikenal sebagai pemimpin yang cakap dalam pemerintahan dan diplomasi, serta berhasil memperkuat posisi Bugis dalam Kesultanan Johor-Riau melalui stabilitas politik dan militer.
Ketiga pahlawan Bugis tersebut tidak hanya menjadi tokoh penting dalam sejarah Malaysia, tetapi juga merepresentasikan eratnya hubungan sejarah antara Bugis dan Melayu. Warisan perjuangan mereka hingga kini dikenang sebagai bagian dari identitas dan kebesaran bangsa Melayu di Nusantara.


























































