Siapa Sosok Letnan Kolonel Untung  Dibalik Film Penghianatan G 30 S PKI?

- Jurnalis

Minggu, 15 September 2024 - 01:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – TeropongRakyat.co || Siapa tak kenal sosok Letnan Kolonel Untung dalam Film Penghianatan G 30 S PKI. Adalah Bram Adrianto sosok berbadan tegap yang berperan sebagai Letnan Koonel Untung salah seorang yang mendukung film “Pengkhianatan G 30 S PKI, salah seorang penggerak dari pengkhianatan tersebut.

Bukan sebuah peran yang mudah, tetapi Arifin C Noer, sang sutradara mempercayakan peran ini pada Bram. Bagaimana suka dan dukanya membintangi film tersebut, Bram Adrianto memberikan kesan pada Ria Film. “Orang lain bilang tidak perlu, tetapi saya merasa perlu melakukan observasi, ” kata Bram, seperti dikutip dari laman Arsip Nasional Republik Indonesia, Minggu (15/09).

Hal ini dikatakan sehubungan dengan banyak pendapat tentang perlu atau tidaknya melakukan pengamatan terhadap suatu peran. Lebih-lebih perannya sebagai Letkol Untung yang orangnya sudah tidak ada. Bagaimana cara Bram melakukan observasi terhadap peran ini tentu lebih sulit daripada ia berperan sebagai sopir taxi. Tetapi banyak jalan terbuka dan Bram melakukan dengan seksama. “Antara lain saya mendatangi museum sejarah ABRI. disana saya banyak tanya tentang pakaian atau tanda pangkat yang di pakai saat itu (Letkol Untung-red), ” ujar Bram.

Baca Juga:  Gembira & Kuat Jadi Kunci Raih Penghargaan TJSL Bergengsi

Saya juga menghubungi bekas Resimen Tjakrabirawa. Jadi saya tahu pakaiannya secara otentik. Menurutnya observasi semacam ini belum pernah di lakukan. Bram termasuk pemain dalam bayak film tapi pengamatannya peran kali ini di lakukan secara khusus.

Di akui, porsi perannya melebihi dari yang pernah di terima sebelumnya. Sehingga tidak jarang Bram mendiskusikan dengan pemain lain, atau pun rekan-rekannya. “Siapa sebenarnya pemeran utama, ?”, pertanyaan ini yang sering di lontarkan. Menurutnya posisi peran Letkol Untung di dalam film Pengkhianatan G 30 S PKI cenderung sebagai tokoh utama. Pada akhirnya Bram tidak mendapat jawaban yang pasti. Namun begitu, ia sangat bangga bahwa perannya kali ini betul-betul menjadi perhatian. Lebih-lebih banyak pendapat yang menyebutkan betama Bram Adrianto berkesempatan main dengan baik. Arifin C Noer seperti memberi kesempatan yang besar, sementara tokoh yang lain muncul dalam jalur yang semestinya. Ini pula yang memunculkan pertanyaan siapa sebenarnya peran utama.

“Pengkhianatan G 30 S PKI dulunya berjudul S.O.B singkatan dari Sejarah Orde Baru”. Dibuat dalam waktu cukup lama, sekitar dua tahun dengan biaya yang besar pula. Konon kabarnya Pusat Produksi Film Negara (PPFN) mengeluarkan biaya lebih dari setengah milyar rupiah. Berarti jumlah biaya yang sekian kali lipat dari biaya sebuah film biasa. Sekarang ini, sebuah drama sederhana bisa dibuat dengan biaya 150 juta rupiah. Bahkan ada pembuat film yang berani memproduksi di bawah jumlah biaya tersebut.

Baca Juga:  TPK KOJA Hadir Membawa Senyum Untuk 100 Anak Yatim Di Yayasan AR RAUDHAH Dalam Rangkaian Pelindo Day 2025

Perlu diketahui, Sejak tahun 1982 dimana karya Arifin C Noer sebelumnya (Serangan Fajar) mendapat Piala Citra pada FFI ’82 di Jakarta, baru kali ini karyanya di lombakan lagi pada Festival Film Indonesia t984 di Jogya. Suara-suara menyebutkan “Pengkhianatan G 30 S PKI” merupakan film yang merajai festival. Tapi Bram Adrianto justru merasa gelisah. Begitu banyak yang memuji permaiannya ssebagai Letnan Kolonel untung tetapi mungkinkah ia bisa menerima piala Citra.

“Untung ini orang jahat bung, Kata Bram tentang perannya. Mungkinkah juri mau menilai tokoh antagonis, ?”pungkas Bram.

Sumber : Ria Film No. 548 tanggal 31 Oktober s/d 6 Nopember 1984.

Berita Terkait

Menteri Agama Prof.Dr.KH.Nasaruddin Umar,M.A. dan KH Ma’ruf Amin Hadiri Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Sulaimaniyah 2026
Bagi Warga Yang Ber-KTP Jakarta, Masuk Ancol Gratis Menjelang Hut Jakarta Ke-499
Tol Menuju Tanjung Priok Bakal Punya Tarif Terpadu
Cafe Merkusi Wagir, Destinasi Nongkrong dan Camping Favorit di Kaki Gunung Kawi
Ekonom Konstitusi Sebut Kunci Sukses Asta Cita : Konsisten APBN dan Perkuat Bappenas
Memo Dr. Rahman Sabon Nama: Dorong Republik Semi-Kerajaan dan Kembali ke UUD 1945 Asli
Tangis Bocah 7 Tahun: PT NPR Diduga Gelembungkan Lahan, 68 Hektare Diklaim 140 Hektare
Dari Tangan Kreatif Guru Pasuruan, Noliart Sulap Mahar dan Hantaran Jadi Karya Berkelas

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:10 WIB

Menteri Agama Prof.Dr.KH.Nasaruddin Umar,M.A. dan KH Ma’ruf Amin Hadiri Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Sulaimaniyah 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:18 WIB

Bagi Warga Yang Ber-KTP Jakarta, Masuk Ancol Gratis Menjelang Hut Jakarta Ke-499

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:08 WIB

Tol Menuju Tanjung Priok Bakal Punya Tarif Terpadu

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:27 WIB

Cafe Merkusi Wagir, Destinasi Nongkrong dan Camping Favorit di Kaki Gunung Kawi

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:17 WIB

Ekonom Konstitusi Sebut Kunci Sukses Asta Cita : Konsisten APBN dan Perkuat Bappenas

Berita Terbaru