Jakarta, teropongrakyat.co – Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 di Kantor Pusat PT PLN (Persero) pada Sabtu (14/2/2026). Forum lima tahunan ini menjadi ajang evaluasi kinerja sekaligus penentuan arah strategis organisasi di tengah tantangan besar transisi energi nasional.
Dalam Munas X tersebut, Suroso Isnandar terpilih sebagai Ketua Umum MKI periode 2026–2029, menggantikan Evy Haryadi yang telah memimpin pada periode 2022–2025.
Suroso saat ini menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan di PT PLN (Persero). Ia juga dikenal sebagai Ketua Umum Perkumpulan Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI), organisasi yang berfokus pada pengembangan sistem kelistrikan cerdas di Indonesia.
Ketua Panitia Munas X, Erie Heryadi, menegaskan bahwa Munas kali ini bukan sekadar agenda rutin lima tahunan, melainkan momentum strategis bagi konsolidasi dan penentuan arah organisasi ke depan.
“Munas menjadi ruang evaluasi, konsolidasi, sekaligus penentuan arah organisasi ke depan. Di tengah tantangan transisi energi, penguatan bauran energi, serta tuntutan keandalan dan keberlanjutan sistem kelistrikan nasional, peran masyarakat ketenagalistrikan semakin penting,” ujar Erie.
Ia berharap forum tersebut melahirkan gagasan konstruktif dan rekomendasi kebijakan yang aplikatif. “Kami ingin MKI semakin solid, profesional, dan kontribusinya terhadap pembangunan sektor ketenagalistrikan nasional makin nyata,” tambahnya.

Sementara itu, Evy Haryadi dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadikan MKI bukan hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
“MKI harus menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, dan masyarakat untuk menjawab tantangan transisi energi dan percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional,” kata Evy.
Ia menilai periode kepengurusan 2026–2029 akan menghadapi tantangan besar seiring masuknya Indonesia dalam fase percepatan pembangunan infrastruktur energi. Karena itu, kepemimpinan baru diharapkan mampu memperkuat peran MKI dalam menjembatani kepentingan berbagai pihak.
Dalam pidato perdananya, Suroso Isnandar menyatakan sektor ketenagalistrikan tengah berada dalam fase transisi yang menuntut perubahan mendasar.
“Kita berada dalam era transisi energi yang menuntut perubahan cara kerja, perubahan teknologi, dan perubahan pola kolaborasi. Organisasi harus menjadi wadah untuk menyatukan pemikiran dan membangun kesepakatan besar,” ujarnya.
Ia menegaskan, MKI ke depan harus menjadi forum bersama untuk memperkuat sinergi antarpelaku industri ketenagalistrikan. “Ini bukan hanya tentang organisasi, tetapi tentang bagaimana kita membangun kesepahaman bersama demi kepentingan nasional,” katanya.
Meski demikian, Suroso mengingatkan bahwa dalam setiap langkah organisasi, prinsip utama yang tidak boleh ditinggalkan adalah kepentingan masyarakat.
“Dalam setiap fase pembangunan, satu prinsip yang tidak boleh hilang adalah masyarakat. Kelistrikan harus dibangun untuk kepentingan publik, dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari solusi,” pungkasnya.
Dengan kepemimpinan baru ini, MKI diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghadapi tantangan transisi energi serta mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang berkelanjutan dan berkeadilan.



























































