Menteri Yandri Susanto Katakan, Pengganggu Kepala Desa Adalah LSM dan Wartawan Bodrek. Aktivis 98: Jangan Belagu Kalau Hidup Anda Sekeluarga Masih Dibiayai Oleh Rakyat?

- Jurnalis

Senin, 3 Februari 2025 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – TeropongRakyat.co || Pernyataan kontroversi seorang Menteri Desa PDT Yandri Susanto yang saat itu didampingi Wamen Riza Patria dan dihadiri Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri (Kabaharkam) Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Fadil Imran serta Kejaksaan Agung Prof. Dr. H. Sanitiar Burhanuddin, S.H., M.M, di Jakarta, Jum’at (31/01) kini menjadi bola panas yang mengakibatkan kegaduhan dikalangan Insan Pers.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam acara Sosialisasi PERMENDES PDT 2/2024. “Yang paling banyak mengganggu Kepala Desa kebanyakan LSM dan Wartawan Bodrek dengan dalih pengawasan terhadap kepala desa lalu meminta sejumlah uang, hari ini Kepala Desa ini 1 juta, ya kalau  300 desa mencapai 300 juta, bayangkan, kalah gaji Kemendes, ” kata Yandri dilansir dari kanal YouTube Kementerian Desa, Senin (3/02).

Lanjutnya, Yandri mengingatkan agar Aparat Penegak Hukum (APH) menindak oknum-oknum tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pernyataannya tidak ditujukan kepada seluruh wartawan dan LSM, melainkan hanya kepada oknum yang menyalahgunakan profesinya untuk kepentingan pribadi.

Terpisah, Mantan Aktivis 98 (PRD-red) yang akrab di sapa Kamper turut angkat bicara terkait perkataan Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),  periode (2014–2024) yang kini menjabat orang nomor satu di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal di Kabinet Merah Putih sejak tanggal 21 Oktober 2024. “Saya sangat paham betul apa yang dimaksud LSM dan Wartawan Bodrek, ya seharusnya Yandri lebih bijak ketika ingin menyampaikan terkait dinamika dilapangan, ya bukan tidak mungkin hal ini terjadi lantaran memang banyak nya Kepala Desa yang melakukan penyimpanan dan melakukan penyalahgunaan wewenang apalagi terkait Dana Desa?, ” jelas Kamper, Senin (3/02).

Baca Juga:  Pimpinan Cabang BRI Tangerang Merdeka Berikan Pembinaan dan Pengarahan kepada Tim Keamanan

Lebih lanjut Kamper mengatakan agar kedepan tidak ada lagi perkataan yang terlomtar dari siapapun itu yang berada di dalam lingkaran Rezim Kabinet Merah Putih. “Yandri itu orang berpendidikan, orang cerdas, dan saya yakin apa yang dikatakannya saat itu adalah ungkapan spontan, dan tidak bermaksud untuk melecehkan Profesi Wartawan dan LSM, ” sambung Kamper.

“Ya itulah wajah asli para pejabat kita, ya, mau dibilang apa lagi?, karena Yandri bukan orang yang pertama ketika bermaksud ingin menyampaikan hal yang baik namun ketika terlontar karena emosi, ya itulah yang Yandri katakan dan berimplikasi terjadi nya kegaduhan, ” Kamper menambahkan.

Baca Juga:  Membangun Harmoni Lewat Buka Puasa Bersama, Inisiatif Manis Dari Polsek Tanjung Priok

Seharusnya forum itu adalah momentum yang tepat ketika Yandri ingin menyampiakan dinamika dilapangan terkait banyaknya Oknum yang mengatasnamakan baik Wartawan maupun LSM. “Pikirkan dulu kalau mau bicara, dan  jadikan itu sebagai motivasi untuk menjadi LSM dan Wartawan yang profesional, bukannya ucapan yang tidak pada tempatnya dalam protes?,” kata kamper.

Harapan saya Pak Prabowo agar lebih selektif untuk menempatkan para pembatunya yang tergabung dalam Kabinet Merah Putih. Harapan saya Pak Prabowo segera panggil Menteri Yandri dan copot sebagai Menteri. “Klarifikasi serta permintaan maaf secara terbuka atas perkataan Menteri Yandri kalau Pengganggu Kepala Desa adalah LSM DAN WARTAWAN BODREK, “kata Kamper.

“Seharusnya para pejabat, baik Instansi, Lembaga, ya apapun itu namanya, bekerjalah dengan mencintai Negri ini, dan satu hal lagi, untuk para pejabat, jangan belagu kalau hidup anda sekeluarga masih dibiayai oleh Rakyat, ” pungkas kamper.

Penulis : Romli S.IP

Editor : Romli S.IP

Sumber Berita: YouTube mendes pdtt

Berita Terkait

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Jaga Jakarta On The Spot di Muara Baru, Sampaikan Pesan Kamtibmas kepada Buruh
Patroli Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Sasar Sejumlah Kawasan Pelabuhan, Situasi Aman dan Kondusif
Panglima TNI Kunjungi Kompetisi Primarox 2026 Piala Panglima TNI di BSD
Dosen UPN Veteran Jawa Timur Edukasi Anggota Senkom Kota Pasuruan soal Keamanan Transaksi Elektronik
Tokoh Adat Perempuan Nduga Dorong Masyarakat Wujudkan Ketahanan Pangan Mandiri
Memilih Jalan Damai, Empat Anggota OPM Puncak Jaya Serahkan Senjata kepada Pangkoops TNI Habema dan Kembali ke Masyarakat
Asap Masih Mengepul, Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor Perkuat Pembasahan Lahan Gambut
S Tidak Boleh Jatuh Jadi Korban, Relawan Perempuan dan Anak Indonesia Kawal Persoalan Vanessa: Anak Tetap Harus Sekolah, Jabatan Tak Boleh Menjadi Perisai Keadilan

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 12:54 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Jaga Jakarta On The Spot di Muara Baru, Sampaikan Pesan Kamtibmas kepada Buruh

Minggu, 27 September 2026 - 12:41 WIB

Patroli Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Sasar Sejumlah Kawasan Pelabuhan, Situasi Aman dan Kondusif

Minggu, 27 September 2026 - 09:45 WIB

Panglima TNI Kunjungi Kompetisi Primarox 2026 Piala Panglima TNI di BSD

Minggu, 27 September 2026 - 09:42 WIB

Dosen UPN Veteran Jawa Timur Edukasi Anggota Senkom Kota Pasuruan soal Keamanan Transaksi Elektronik

Sabtu, 26 September 2026 - 18:37 WIB

Memilih Jalan Damai, Empat Anggota OPM Puncak Jaya Serahkan Senjata kepada Pangkoops TNI Habema dan Kembali ke Masyarakat

Berita Terbaru