Kuasa Hukum Minta Majelis Hakim Telusuri Keberadaan Barang Bukti Asli Kasus Sabu 3 Kilogram

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang, teropongrakyat.co – Persidangan perkara dugaan tindak pidana narkotika dengan terdakwa Sahudri dan Sulhan di Pengadilan Negeri Sampang menghadirkan fakta yang menurut tim kuasa hukum sangat mengejutkan dan patut menjadi perhatian serius Majelis Hakim.

Kuasa hukum kedua terdakwa, Bung Taufik, menegaskan bahwa kliennya tidak pernah mengingkari adanya peristiwa yang terjadi. Namun demikian, baik Sahudri maupun Sulhan secara tegas membantah bahwa barang bukti yang dihadirkan oleh Penuntut Umum di hadapan Majelis Hakim merupakan barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa yang didakwakan kepada mereka.

Dalam persidangan, ketika Sahudri dan Sulhan diperiksa dan saling memberikan keterangan sebagai saksi satu sama lain, keduanya secara konsisten menyampaikan bahwa barang bukti sabu yang diperlihatkan oleh Penuntut Umum bukanlah barang bukti yang mereka ketahui dalam peristiwa tersebut.

“Klien kami tidak pernah menyangkal adanya peristiwa itu. Yang mereka bantah adalah barang bukti yang diajukan oleh Penuntut Umum. Dalam persidangan, baik Sahudri maupun Sulhan secara tegas menerangkan bahwa barang bukti yang diperlihatkan di depan Majelis Hakim bukan barang bukti yang mereka ketahui. Ini fakta persidangan yang tidak boleh diabaikan,” tegas Bung Taufik.

Baca Juga:  Plt Ketua PWI Jaya Imbau Instansi Pemerintah Waspada Aktivitas Surat dari PWI Jaya Dibekukan

Menurutnya, keterangan kedua terdakwa yang disampaikan secara konsisten tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai proses pembuktian dalam perkara ini. Sebab dalam hukum pidana, alat bukti memiliki peran sentral untuk membuktikan suatu perbuatan pidana yang didakwakan.

“Kalau barang bukti yang dihadirkan bukan barang bukti yang sebenarnya, maka pertanyaan hukumnya menjadi sangat serius. Bagaimana mungkin seseorang dipersalahkan dengan alat bukti yang identitas dan keterkaitannya masih dipersoalkan? Ini yang harus diuji secara objektif oleh Majelis Hakim,” ujar Bung Taufik.

Ia menambahkan bahwa perkara ini bukan hanya menyangkut nasib dua terdakwa, melainkan juga menyangkut integritas proses penegakan hukum itu sendiri. Oleh karena itu, pihaknya berharap Majelis Hakim benar-benar menggali fakta persidangan secara menyeluruh sebelum menjatuhkan putusan.

Baca Juga:  Prof Drs OWIN JJ DARI KEMENDAGRI RI BAHAS PEMBERDAYAAN STAKEHOLDERS, EKSISTENSI PARALEGAL, & RENSTRA RAJA AMPAT

“Kami sangat berharap Majelis Hakim menjadi benteng terakhir pencari keadilan. Karena yang menjadi pertanyaan besar sampai hari ini adalah: jika benar barang bukti yang dihadirkan bukan barang bukti yang sebenarnya, lalu di mana barang bukti yang asli? Ke mana barang bukti yang sesungguhnya? Pertanyaan ini harus dijawab secara terang dalam persidangan,” katanya.

Bung Taufik juga mengajak kalangan akademisi, praktisi hukum, dan masyarakat untuk mencermati perkara tersebut sebagai bentuk kontrol terhadap proses penegakan hukum yang adil dan transparan.

“Jangan sampai ada seseorang yang kehilangan kemerdekaannya karena proses pembuktian yang masih menyisakan tanda tanya besar. Keadilan harus ditegakkan berdasarkan fakta, bukan berdasarkan asumsi. Oleh karena itu, kami meminta Majelis Hakim untuk memutus perkara ini berdasarkan fakta persidangan, alat bukti yang sah, dan hati nurani yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Jay Idzes Cedera, Kapten Timnas Indonesia Absen Bela Skuad Garuda
Dugaan Penimbunan Solar di Banyumas Disorot, Muncul Dugaan Oknum Terima “Upeti”
Dugaan Penimbunan BBM Subsidi di Banyumas Disorot, Tim Media dan BPAN Pertanyakan Profesionalitas Tipidter
Stafsus Menteri Agama Turun ke Tangerang, Pastikan GKPI Mauk Sepatan Bisa Ibadah Lagi
Warga Rorotan Tolak Rencana Pembangunan Depo Kontainer di Kawasan Permukiman
Pam TPS Pilkades Setu, Wadir Binmas: Kenali Situasi dan Jangan Keluar dari Fungsi Pengamanan
Permintaan Spot Menguat, Bitcoin Kembali Tembus US$81.000
Polres Malang Tangkap Pria Diduga Aniaya Wanita Usai Janjikan Kerja

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:02 WIB

Jay Idzes Cedera, Kapten Timnas Indonesia Absen Bela Skuad Garuda

Senin, 21 September 2026 - 21:14 WIB

Dugaan Penimbunan Solar di Banyumas Disorot, Muncul Dugaan Oknum Terima “Upeti”

Senin, 21 September 2026 - 18:55 WIB

Dugaan Penimbunan BBM Subsidi di Banyumas Disorot, Tim Media dan BPAN Pertanyakan Profesionalitas Tipidter

Senin, 21 September 2026 - 04:48 WIB

Stafsus Menteri Agama Turun ke Tangerang, Pastikan GKPI Mauk Sepatan Bisa Ibadah Lagi

Minggu, 20 September 2026 - 16:13 WIB

Warga Rorotan Tolak Rencana Pembangunan Depo Kontainer di Kawasan Permukiman

Berita Terbaru

Bisnis

Tren Custom Makin Ngetren, Industri Printing Ikut Berubah

Rabu, 23 Sep 2026 - 10:03 WIB