IPC Terminal Petikemas: Keterampilan Jadi Jembatan Perempuan Disabilitas Kalbar Menuju Kemandirian

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pontianak -(teropongrakyat.co), 12 Mei 2026. IPC Terminal Petikemas kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan yang inklusif melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa Pelatihan Keterampilan Perawatan Wajah dan Tubuh bagi Terapis Perempuan Penyandang Disabilitas di Kalimantan Barat. Program hasil kolaborasi dengan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kalimantan Barat dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kalimantan Barat ini menjadi langkah nyata dalam membuka akses keterampilan dan peluang ekonomi bagi perempuan penyandang disabilitas.

Selama tiga hari, 11–13 Mei 2026, sebanyak 20 perempuan penyandang disabilitas mengikuti pelatihan keterampilan facial dan massage yang dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kemandirian ekonomi peserta. Selain praktik langsung bersama trainer profesional, peserta juga mendapatkan pembekalan pelayanan pelanggan hingga dasar kewirausahaan sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri.

Corporate Secretary IPC Terminal Petikemas, Daniel Setiawan, menegaskan bahwa program TJSL perusahaan diarahkan untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. “Bagi kami, TJSL bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi membuka peluang dan menciptakan perubahan yang nyata. Melalui program ini, kami ingin perempuan penyandang disabilitas memiliki ruang untuk tumbuh, berkarya, dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Baca Juga:  Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat

Dukungan terhadap program ini juga disampaikan Kepala Bidang Pemberdayaan UKM Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kalimantan Barat, Permai Budi Susatyo. Menurutnya, pelatihan ini menjadi bagian penting dalam memperluas akses pemberdayaan ekonomi bagi kelompok rentan. “Kegiatan ini kami harapkan dapat meningkatkan kompetensi peserta agar semakin berdaya, mandiri, dan mampu memenuhi kebutuhan hidup pribadi maupun keluarga. Berdasarkan Data SIDT tahun 2026, terdapat 338.257 pelaku UMKM di Kalimantan Barat dan sebanyak 88.293 pelaku kewirausahaan. Artinya, peluang untuk bertumbuh di sektor usaha terbuka luas, termasuk bagi penyandang disabilitas,” katanya.

Bagi banyak perempuan penyandang disabilitas, tantangan terbesar kerap bukan terletak pada kemampuan, melainkan keterbatasan akses dan kesempatan. Karena itu, program ini dirancang sebagai ruang belajar dan ruang tumbuh yang mempertemukan perusahaan, komunitas disabilitas, pemerintah daerah, trainer profesional, hingga mitra usaha lokal untuk bersama-sama membuka peluang yang lebih luas bagi perempuan disabilitas.

Ketua HWDI Kalimantan Barat, Linda Fardini, menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dihadirkan IPC Terminal Petikemas. “Perempuan disabilitas juga harus memiliki kesempatan yang sama untuk mandiri dan berkembang. Kami berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat menjadi bekal nyata untuk berusaha dan meningkatkan kualitas hidup. Terima kasih kepada IPC Terminal Petikemas atas kepedulian dan dukungan yang diberikan bagi perempuan disabilitas di Kalimantan Barat,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pelindo Mengajar di SMAN 2 Cibitung: PT API Perkenalkan Dunia Kepelabuhanan ke Generasi Muda

Program ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan IPC Terminal Petikemas dalam menghadirkan dampak sosial melalui pendekatan from skill to sustainability, yaitu proses pemberdayaan yang dimulai dari penguasaan keterampilan dasar, praktik langsung, hingga membuka akses terhadap peluang pengembangan usaha di masa mendatang.

Inisiatif tersebut juga sejalan dengan dukungan perusahaan terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia dalam penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui pemberdayaan perempuan dan penyandang disabilitas. Selain itu, program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Kesetaraan Gender (SDG 5), Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (SDG 8), serta Berkurangnya Kesenjangan (SDG 10).

Melalui program ini, IPC Terminal Petikemas percaya bahwa inklusi tidak berhenti pada wacana, tetapi harus diwujudkan melalui akses, keterampilan, dan peluang nyata agar setiap individu memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan mandiri.

Berita Terkait

ONE–Samudera Mulai Layani Patimban, Tandai Bertambahnya Layanan di Terminal Peti Kemas
Naik 8%, Arus Petikemas IPC TPK Tembus 2,17 Juta TEUs per Juli 2026
TPK Koja Ajak Mengenal Dunia Logistik, Membangun Masa Depan
Tingkatkan Mitigasi Risiko,IPC TPK Resmi Perpanjang Sinergi Hukum Bersama Kejari Jakut
Town Hall Meeting 2026, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Sinergi Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan
Terima Kunjungan Delegasi Madagaskar, IPC TPK Dorong Modernisasi Layanan Bongkar Muat Berbasis Digital
Pelindo Operasikan Terminal 2 Petikemas, Perkuat Produktivitas Pelabuhan Tanjung Priok
IPC Terminal Petikemas Perkuat Upaya Pencegahan Stunting Melalui Program PELITA 2026
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Naik 8%, Arus Petikemas IPC TPK Tembus 2,17 Juta TEUs per Juli 2026

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 03:35 WIB

TPK Koja Ajak Mengenal Dunia Logistik, Membangun Masa Depan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Tingkatkan Mitigasi Risiko,IPC TPK Resmi Perpanjang Sinergi Hukum Bersama Kejari Jakut

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:59 WIB

Town Hall Meeting 2026, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Sinergi Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:33 WIB

Terima Kunjungan Delegasi Madagaskar, IPC TPK Dorong Modernisasi Layanan Bongkar Muat Berbasis Digital

Berita Terbaru

TNI – Polri

Panglima TNI Hadiri Peringatan Hari Veteran Nasional 2026

Rabu, 12 Agu 2026 - 17:20 WIB