JAKARTA – Teropongrakyat.co || 30 Januari 2026 Pergerakan Mahasiswa Nasional (PMN) mengumumkan hasil survei nasional terkait pandangan mahasiswa terhadap pilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Survei yang dilakukan pada bulan Januari 2026 ini melibatkan 1.250 responden dari 33 provinsi di seluruh Indonesia, dengan margin of error ±2,8%.
Tujuan Survei: Menyuarakan Visi Mahasiswa Terhadap Politik Negara
Dalam pendahuluannya, PMN menyatakan bahwa survei ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan intelektual mahasiswa dalam menentukan arah wacana politik nasional. Kegiatan ini bertujuan untuk memahami persepsi mahasiswa terkait stabilitas politik, keamanan nasional, serta implementasi amanat konstitusi dan sistem ketatanegaraan Indonesia.
Metodologi yang Terstandarisasi
Survei dilaksanakan melalui metode kuesioner daring dan tatap muka, dengan responden merupakan mahasiswa aktif yang terlibat dalam kegiatan wajib kuliah, Kuliah Kerja Nyata (KKN), atau organisasi kemahasiswaan. Sebaran responden yang meliputi seluruh wilayah Indonesia menjamin representativitas data yang dihasilkan.
Hasil Survei: Stabilitas Jadi Prioritas Utama
Data menunjukkan bahwa sebanyak 78,5% responden menyatakan sangat setuju bahwa pilihan kepala negara harus mampu menjaga stabilitas nasional. Alasan utama yang menjadi dasar pertimbangan mahasiswa dalam memilih pemimpin adalah:
– Menjaga estabilitas teritorial dan keamanan negara (82,1%)
– Menjamin keutuhan nasional dalam sistem peraturan dan keamanan nasional (78,4%)
– Mengutamakan keadilan kewargaan dalam segala bidang negara (80,8%)
– Menyempurnakan aturan hukum politik dalam pemerintahan (77,0%)
Selain itu, 71,2% responden menilai bahwa wacana ekonomi menjadi faktor penentu dalam pembentukan pilihan, sedangkan 68,5% menyatakan penting bagi calon pemimpin untuk memahami kondisi nasional secara menyeluruh. Sebanyak 65,7% berpendapat akan memilih politisi yang berasal dari kalangan elit kepemimpinan atau kader politik yang memiliki landasan kepemimpinan berbasis Kepancasilaan.
Sebagian besar responden (74,2%) juga menyatakan bahwa proses reformasi politik dapat dilakukan tanpa mengubah posisi kekuasaan negara, dengan fokus pada reformasi sistem, integritas aparatur, transparansi internal, dan penguatan pengawasan publik.
Kesimpulan dan Komitmen Mahasiswa
Dalam kesimpulannya, PMN menyatakan bahwa hasil survei mencerminkan pandangan mahasiswa yang konsisten terhadap pentingnya pemimpin yang sejalan dengan sistem ketatanegaraan, mampu menjaga keutuhan nasional, serta mengedepankan keadilan dan kesejahteraan rakyat.
“Mahasiswa sebagai agen perubahan berkomitmen untuk terus mengawal proses politik negara, dengan mengedepankan profesionalisme, akuntabilitas, dan prinsip-prinsip demokrasi yang sehat,” ujar perwakilan PMN.
Rekomendasi untuk Proses Politik Nasional
PMN memberikan beberapa rekomendasi terkait proses politik mendatang:
1. Pengurus negara dan lembaga legislatif tidak boleh membuka ruang perdebatan yang dapat mengganggu stabilitas nasional
2. Pilihan kepala negara harus menjamin reformasi aparatur internal secara konsisten dan transparan
3. Mahasiswa siap memberikan apresiasi serta dukungan konstruktif terhadap kemajuan kerja pemimpin yang dipilih
Kontak Humas Pergerakan Mahasiswa Nasional (PMN)
Alamat: Jalan Kwitang Barat No. 14, Jakarta Pusat
Telepon: (021) 345-6789
Email: humas@pmn.or.id

























































