GUT Dorong Peran Industri Nasional dalam Transisi Energi dan Penguatan SDM Global

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, teropongrakyat.co — PT Graha Usaha Teknik (GUT) menegaskan kesiapan perusahaan nasional untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan energi masa depan.

Bagi GUT, transisi energi bukan sekadar peralihan dari energi konvensional menuju energi yang lebih bersih, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat industri nasional sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.

Pesan tersebut disampaikan GUT dalam partisipasinya pada The 12th Indonesia EBTKE Conference & Exhibition (IndoEBTKE ConEx) 2026, yang berlangsung pada 2–4 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Dalam ajang tersebut, GUT mengusung semangat “Powering Indonesia’s Energy Transition Through Reliable Solutions and Sustainable Innovation.”

Menurut GUT, keberhasilan transisi energi membutuhkan ekosistem yang kuat, mulai dari engineering, jaringan transmisi, gardu induk, sistem kelistrikan, konstruksi, commissioning, maintenance, investasi, hingga tenaga profesional yang mampu bekerja dengan standar tinggi.

Karena itu, perusahaan nasional dinilai memiliki peluang besar untuk mengambil peran dalam pembangunan infrastruktur energi tersebut.

Dari Kebijakan Menjadi Eksekusi Nyata

Arah transformasi sektor energi nasional semakin jelas melalui berbagai kebijakan pemerintah. Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik menjadi salah satu landasan dalam mendorong investasi dan percepatan pencapaian target energi terbarukan.

Arah tersebut diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional, yang menetapkan arah kebijakan energi nasional hingga 2060 dan menempatkan pengembangan energi baru dan terbarukan serta pencapaian Net Zero Emission sebagai bagian dari transformasi sektor energi.

Transformasi tersebut juga tercermin dalam RUPTL PLN 2025–2034. Pemerintah menargetkan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 GW hingga 2034, dengan sekitar 76 persen berasal dari energi baru terbarukan dan sistem penyimpanan energi.

Implementasi RUPTL tersebut diperkirakan dapat menciptakan lebih dari 1,7 juta lapangan kerja baru, mulai dari tahap perencanaan, konstruksi, manufaktur pendukung hingga operasional.

Bagi GUT, angka tersebut menunjukkan bahwa transisi energi tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan sektor energi, tetapi juga membuka peluang bagi industri nasional untuk tumbuh bersama.

Kuswanto Rahayu: Energi Baru Membutuhkan Kemampuan Eksekusi Baru

Direktur Utama sekaligus Direktur Operasional PT Graha Usaha Teknik, Kuswanto Rahayu, mengatakan percepatan energi baru dan terbarukan harus diikuti kesiapan industri nasional untuk mengeksekusi proyek secara nyata.

“Transisi energi bukan hanya berbicara tentang sumber energi yang baru. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana energi itu dapat dibangun, dihubungkan ke sistem kelistrikan, diuji, dioperasikan dan dipelihara secara andal,” ujar Kuswanto.

Ia menambahkan, pengalaman GUT di bidang engineering, EPC, substation, transmission, electrical system hingga commissioning terus dikembangkan mengikuti kebutuhan energi masa depan.

Baca Juga:  Gerakan Sadar Pajak 2026,Bagi Seluruh ASN Pemkab Subang

“Bagi kami, transisi energi adalah kesempatan bagi perusahaan Indonesia untuk naik kelas,” katanya.

GUT memiliki kemampuan di bidang Engineering, Procurement, Construction and Commissioning (EPCC) pada sistem LV, MV dan HV, termasuk pekerjaan substation, transmission line, konstruksi hingga commissioning sistem kelistrikan bertegangan tinggi serta maintenance berbagai fasilitas pembangkit.

Pengalaman tersebut antara lain mencakup pekerjaan EPCC pada 150 kV Transmission Line East Bali Solar Power Plant 25 MWp, pekerjaan transmission line dan substation pada Sorik Marapi Geothermal, serta construction dan commissioning Ulu Belu Geothermal Power Plant.

SDM Lokal Harus Memiliki Kualitas Global

Direktur Teknis PT Graha Usaha Teknik, Abdul Hamid, menilai transisi energi dalam skala besar akan membutuhkan ribuan tenaga engineer, technician, supervisor, commissioning engineer hingga tenaga profesional baru.

Menurutnya, peningkatan kebutuhan tenaga kerja harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

“Yang jangan hanya bicara mengenai berapa banyak tenaga kerja lokal yang terserap. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana tenaga kerja tersebut mendapatkan knowledge, pengalaman dan standar kerja sehingga kompetensinya terus meningkat,” ujar Abdul Hamid.

Ia menegaskan, SDM lokal tidak boleh hanya dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Engineer dan teknisi Indonesia harus memiliki kemampuan bekerja dengan standar internasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk mengembangkan kemampuan profesional menuju visi sebagai perusahaan EPC dan maintenance berkelas dunia.

Kemampuan SDM Indonesia yang dikembangkan GUT juga telah memperoleh pengalaman di luar negeri. Portofolio perusahaan antara lain mencatat pekerjaan electrical commissioning pada Sondu Miriu Hydropower Plant di Kenya, serta pekerjaan supply dan instalasi relay control panel untuk Loyang Substation di Singapura.

Agung Sutiastoro: Kebutuhan Internasional Bisa Dikerjakan Anak Negeri

Direktur Marketing PT Graha Usaha Teknik, Agung Sutiastoro, melihat perubahan industri energi global sebagai peluang bagi perusahaan nasional untuk memperluas perannya.

“Dunia membutuhkan semakin banyak infrastruktur energi yang reliable, efficient and sustainable. Pertanyaannya adalah: apakah Indonesia hanya akan menjadi pasar, atau kita juga menjadi bagian dari perusahaan yang mengerjakannya?” ujar Agung.

Menurutnya, tantangan bagi perusahaan nasional adalah meningkatkan kompetensi, teknologi, kualitas dan kepercayaan pasar sehingga mampu berdiri sejajar dengan perusahaan internasional.

Pengalaman bekerja bersama perusahaan multinasional, memenuhi standar proyek internasional, serta menjaga kualitas dan keselamatan menjadi fondasi bagi GUT untuk terus mengembangkan kapasitas.

Portofolio perusahaan juga menunjukkan pengalaman engineering dan commissioning di sejumlah proyek internasional, termasuk di Singapura, Kenya dan proyek lainnya di luar Indonesia.

Baca Juga:  Skandal KPR MBR Terkuak: Menkeu Purbaya Buru Dalang Penipuan Angka Massif

“Kita ingin suatu saat ketika pasar internasional membutuhkan kemampuan engineering, construction atau commissioning, perusahaan dan tenaga ahli Indonesia menjadi salah satu pilihan mereka. Anak negeri harus percaya bahwa kita mampu,” katanya.

Transisi Energi Harus Menggerakkan Ekonomi

Direktur Keuangan PT Graha Usaha Teknik, Ambarlin Widanarti, menilai transisi energi tidak dapat dipisahkan dari aspek ekonomi.

Menurutnya, transformasi energi harus menghasilkan aktivitas ekonomi yang nyata melalui investasi, proyek yang bergerak, peluang bagi perusahaan nasional, serta pertumbuhan industri pendukung dan penyerapan tenaga kerja.

“Keterlibatan perusahaan nasional dalam pembangunan sektor energi memiliki multiplier effect yang luas,” ujarnya.

Ketika sebuah proyek berjalan, aktivitas ekonomi tidak hanya terjadi pada perusahaan utama, tetapi juga pada kontraktor, supplier, manufaktur lokal, transportasi, jasa profesional, tenaga kerja hingga berbagai usaha pendukung lainnya.

Karena itu, menurut Ambarlin, pembangunan energi bersih dan pembangunan ekonomi tidak seharusnya berjalan sendiri-sendiri.

Transisi Energi, Kesempatan Indonesia Naik Kelas

GUT melihat transisi energi memiliki tiga dimensi yang tidak dapat dipisahkan, yakni Energy Transition — Industrial Growth — Human Capital Development.

Ketika investasi energi baru masuk, infrastruktur harus dibangun. Ketika infrastruktur dibangun, perusahaan nasional memperoleh kesempatan untuk berkembang. Selanjutnya, semakin banyak proyek yang dikerjakan, semakin banyak pula engineer dan tenaga profesional Indonesia memperoleh pengalaman.

Ketika pengalaman dan kompetensi tersebut mencapai standar global, Indonesia tidak hanya memiliki energi yang lebih berkelanjutan, tetapi juga memiliki perusahaan dan SDM yang mampu bersaing di dunia.

Kuswanto Rahayu menegaskan bahwa bagi GUT, transisi energi bukan hanya perubahan tentang bagaimana Indonesia menghasilkan energi, melainkan kesempatan untuk membangun kemampuan bangsa.

“Ini adalah kesempatan untuk membangun kemampuan bangsa—agar perusahaan Indonesia naik kelas, SDM Indonesia naik kelas, dan pada akhirnya Indonesia memiliki posisi yang semakin kuat dalam industri energi dunia,” kata Kuswanto.

Tentang PT Graha Usaha Teknik

PT Graha Usaha Teknik merupakan perusahaan nasional yang menyediakan layanan Engineering, Procurement, Construction, Commissioning and Maintenance bagi sektor industri, infrastruktur dan energi, dengan kompetensi pada bidang Electrical, Instrumentation, Mechanical dan Civil.

GUT memiliki pengalaman pada proyek power plant, transmission line, substation, renewable energy, industrial electrical system serta berbagai pekerjaan engineering dan commissioning di Indonesia maupun internasional.

PT Graha Usaha Teknik
Quality in Every Aspect

Informasi mengenai partisipasi GUT dalam IndoEBTKE ConEx 2026 juga telah diberitakan sebelumnya, dengan agenda pameran dijadwalkan berlangsung pada 2–4 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Penulis : Eka juli. S

Berita Terkait

Festival Mbois 11 “Malang Menyala” Dorong Koperasi Multi Pihak Jadi Motor Ekonomi Kreatif
TASPEN Salurkan Bantuan Rp155 Juta untuk Korban Gempa NTT
Petani Munjul Bersyukur, Program Optimasi Lahan 2026 Jadi Napas Baru bagi Pertanian dan Keluarga
Kinerja Kabinet Dinilai Positif, 63,7% Publik Mengaku Puas
Survei PSI : 21 Bulan Pemerintahan Prabowo-Gibran, Tingkat Kepuasan Publik Tembus 80,4 Persen
Puji Komitmen Asta Cita Presiden Prabowo, Ekonom Konstitusi Sebut BUMN Harus Lepas dari Jebakan Orientasi Laba
Suyono dan Bakso Krismon: Kisah Inspiratif Penjual Bakso yang Tak Pernah Menyerah
Arus Petikemas IPC TPK Panjang Tumbuh Signifikan 73,7 Persen pada Juni 2026

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 16:34 WIB

GUT Dorong Peran Industri Nasional dalam Transisi Energi dan Penguatan SDM Global

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:22 WIB

Festival Mbois 11 “Malang Menyala” Dorong Koperasi Multi Pihak Jadi Motor Ekonomi Kreatif

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:43 WIB

TASPEN Salurkan Bantuan Rp155 Juta untuk Korban Gempa NTT

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Petani Munjul Bersyukur, Program Optimasi Lahan 2026 Jadi Napas Baru bagi Pertanian dan Keluarga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:17 WIB

Kinerja Kabinet Dinilai Positif, 63,7% Publik Mengaku Puas

Berita Terbaru