Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTLerai Keributan di Andrews Party N Mart, Farel Mengaku Dihajar hingga PingsanKomentar: 0
#pramonoanung

Lerai Keributan di Andrews Party N Mart, Farel Mengaku Dihajar hingga Pingsan

Teropong Rakyat, 31 Agustus 2026, 19:24 WIB · 3 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi
Potret: Ilustrasi

JAKARTA UTARA, teropongrakyat.co — Niat melerai keributan justru berujung petaka. Farel mengaku menjadi korban dugaan penganiayaan di klub malam Andrews Party N Mart, Sunter, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Akibat insiden tersebut, Farel mengaku mengalami sejumlah luka lebam di tubuhnya hingga sempat kehilangan kesadaran. Perkara tersebut disebut telah masuk dalam penanganan aparat kepolisian di wilayah Jakarta Utara.

Kepada redaksi, Farel menceritakan bahwa dirinya datang ke Andrews Party N Mart untuk menghadiri perayaan ulang tahun seorang temannya.

“Awalnya saya berkunjung di Andrews Party N Mart untuk merayakan ulang tahun teman. Tiba-tiba ada keributan rekan saya dengan salah satu pengunjung. Saya coba untuk memisahkan keributan tersebut, tapi naasnya malah saya yang dipukulin sampai pingsan,” ujar Farel, Senin (31/8/2026).

Farel mengaku tidak menyangka upayanya untuk menghentikan keributan justru membuat dirinya menjadi korban.

Rekan Datang, Farel dikejar-kejar Hingga terkapar

Insiden tersebut juga disaksikan oleh sejumlah rekan Farel. Salah satunya, Revan, mengaku datang ke lokasi karena undangan ulang tahun rekannya, setelah datang, Revan melihat Farel di kejar-kejar hingga terkapar.

Baca Juga:  Prabowo Janji Hapus Outsourcing di Hadapan Buruh, Akan Gelar Pertemuan Besar di Istana Bogor

“Saya awalnya datang ke Andrews Party N Mart untuk mengunjungi rekan kami, Farel. Kedatangan kami di lokasi ternyata kami melihat Farel dikejar-kejar Hingga terkapar. Saya coba mendatangi Farel, tapi naas, saya pun jadi korban penganiayaan tersebut. Bahkan kami diteriaki maling dan dikejar-kejar orang di sekitar,” ujar Revan.

Sementara itu, Rizky, rekan Farel lainnya, mengaku melihat kejadian tersebut. Namun, ia memilih tidak ikut campur karena situasi dinilai semakin menegangkan.

“Kami melihat teman kami dikeroyok. Saya takut dan tidak bisa berbuat apa-apa,” ucap Rizky.

Keluarga Minta Polisi Usut Tuntas

Pihak keluarga Farel berharap kepolisian dapat mengusut perkara tersebut secara menyeluruh, termasuk mendalami siapa saja yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

Baca Juga:  Juru Parkir Resmi Menjadi Korban Keberingasan Organisasi Masyarakat di Jakarta Selatan, APH Dianggap Tutup Mata

Keluarga juga meminta rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi diperiksa guna membantu mengungkap rangkaian kejadian secara objektif.

Keluarga menyayangkan insiden tersebut lantaran Farel dan sejumlah rekannya disebut masih berstatus pelajar.

“Anak-anak ini karena masih sekolah, kok tega ya main keroyok sama anak yang masih sekolah menengah,” ujar pihak keluarga.

Pihak keluarga berharap proses hukum dapat berjalan secara transparan dan seluruh pihak yang terlibat dapat dimintai keterangan sesuai fakta yang ditemukan dalam penyelidikan.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak Andrews Party N Mart mengenai dugaan penganiayaan tersebut.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi bagi pihak Andrews Party N Mart maupun pihak lain yang disebut atau berkaitan dengan pemberitaan ini, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Baca tentang#pramonoanung
Lihat Breaking News Selengkapnya→
Artikel Terkait Breaking News
TNI – PolriKanal lain
BisnisKanal lain