Petani Munjul Bersyukur, Program Optimasi Lahan 2026 Jadi Napas Baru bagi Pertanian dan Keluarga

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,teropongrakyat.co –
Bukan Sekadar Bantuan, Program Optimasi Lahan 2026 Jadi Asa Baru Petani Munjul: “Terima Kasih Pemerintah”. Sabtu, 8 Agustus 2026.

Dari Lahan yang Nyaris Terlupakan, Harapan Petani Munjul Kembali Tumbuh : Program Optimasi Lahan Pertanian Non Rawa 2026 Disambut Haru

Harapan baru tumbuh di tengah hamparan lahan pertanian Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang. Program Optimasi Lahan Pertanian Non Rawa (OPLAH) Tahun 2026 yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Munjul mendapat apresiasi dari sejumlah kelompok tani dan masyarakat.

Bagi para petani, program tersebut bukan sekadar bantuan pemerintah, melainkan menjadi bentuk perhatian nyata terhadap kehidupan masyarakat yang selama ini menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.

Sejumlah kelompok tani penerima manfaat yang enggan disebutkan namanya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah, mulai dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Pemerintah Provinsi Banten hingga Pemerintah Pusat, khususnya jajaran Dinas Pertanian yang telah menghadirkan program tersebut di tengah masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah. Bantuan dan program seperti ini sangat berarti bagi kami para petani.

Mudah-mudahan program ini terus berlanjut karena pertanian adalah sumber kehidupan kami dan keluarga,” ujar salah seorang petani.

Menurut para kelompok tani, perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian memberikan semangat baru bagi masyarakat untuk kembali mengoptimalkan lahan yang selama ini belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Mereka berharap program tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan saja, tetapi dapat terus dilanjutkan dengan pendampingan, pembinaan, bantuan sarana produksi, serta program lain yang benar-benar menyentuh kebutuhan petani di lapangan.

Baca Juga:  SPBU Mini Jual BBM Pertalite Palsu, Siapa Bertanggung Jawab?

“Kami bukan hanya membutuhkan bantuan, tetapi juga pendampingan. Kami ingin lahan kami produktif, hasil pertanian meningkat dan kehidupan keluarga kami juga semakin baik. Kalau petani sejahtera, insyaallah masyarakat juga ikut sejahtera,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan kepada jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Dinas Pertanian Provinsi Banten, serta pemerintah pusat yang dinilai telah memberikan perhatian terhadap pengembangan sektor pertanian di wilayah Kecamatan Munjul.

Tak lupa, para petani juga menyampaikan terima kasih kepada Koordinator Penyuluh Pertanian (Korluh) Kecamatan Munjul, Dadang Daryatno, yang dinilai turut memberikan pendampingan dan membantu komunikasi antara petani dengan pemerintah.

Bagi petani, keberadaan penyuluh di lapangan memiliki arti penting karena mereka tidak hanya membutuhkan program, tetapi juga membutuhkan orang yang dapat mendampingi dan memberikan arahan ketika menghadapi berbagai persoalan dalam mengelola lahan pertanian.

Korluh Pertanian: Petani Harus Menjadi Prioritas

Sementara itu, Dadang Daryatno, Korluh Pertanian Kecamatan Munjul, menyampaikan bahwa program optimasi lahan pertanian merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan membantu petani memanfaatkan lahan secara lebih optimal.

“Kami tentu bersyukur program ini bisa hadir dan dirasakan oleh para petani di Kecamatan Munjul. Harapan kami, lahan yang mendapatkan program dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga memberikan hasil dan manfaat bagi kelompok tani,” ujar Dadang.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pemerintah maupun penyuluh, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh pihak, terutama kelompok tani sebagai penerima manfaat.

Baca Juga:  Skandal BUMD BDS Menguap, Forum Korban Serukan Investigasi KPK dan Kejaksaan

Dadang juga mengajak para petani agar menjaga, merawat dan memanfaatkan bantuan pemerintah secara bertanggung jawab sehingga program tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang.

“Kami dari penyuluh akan terus berupaya mendampingi petani. Yang paling penting adalah bagaimana program ini benar-benar memberikan manfaat dan meningkatkan produktivitas. Kami berharap para petani tetap semangat mengolah lahannya dan tidak mudah menyerah,” katanya.

Petani: Semoga Perhatian Pemerintah Terus Berlanjut

Para petani Kecamatan Munjul berharap perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian tidak berhenti pada satu program. Mereka berharap ke depan semakin banyak program yang dapat membantu meningkatkan produktivitas, mulai dari pengolahan lahan, benih, pupuk, irigasi, alat mesin pertanian hingga pemasaran hasil panen.

“Kami hanya ingin hidup lebih baik dari hasil bertani. Kalau pemerintah terus memperhatikan kami, kami juga akan berusaha menjaga dan memanfaatkan program ini sebaik-baiknya. Semoga apa yang dilakukan pemerintah menjadi amal dan membawa keberkahan bagi semua,” tutur salah seorang petani.

Program Optimasi Lahan Pertanian Non Rawa Tahun 2026 di Kecamatan Munjul diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.0

Di balik angka, program dan anggaran pemerintah, terdapat harapan para petani yang ingin terus menghidupkan lahan, menanam, memanen dan menghidupi keluarganya dari tanah yang mereka garap.

Bagi mereka, ketika lahan kembali produktif, di situlah harapan keluarga dan masa depan anak-anak kembali tumbuh.0

Berita Terkait

SPPG Diperkuat, Manfaat MBG Meluas ke UMKM, Pedagang, Petani hingga Pekerja Lokal
GUT Dorong Peran Industri Nasional dalam Transisi Energi dan Penguatan SDM Global
Festival Mbois 11 “Malang Menyala” Dorong Koperasi Multi Pihak Jadi Motor Ekonomi Kreatif
TASPEN Salurkan Bantuan Rp155 Juta untuk Korban Gempa NTT
Kinerja Kabinet Dinilai Positif, 63,7% Publik Mengaku Puas
Survei PSI : 21 Bulan Pemerintahan Prabowo-Gibran, Tingkat Kepuasan Publik Tembus 80,4 Persen
Puji Komitmen Asta Cita Presiden Prabowo, Ekonom Konstitusi Sebut BUMN Harus Lepas dari Jebakan Orientasi Laba
Suyono dan Bakso Krismon: Kisah Inspiratif Penjual Bakso yang Tak Pernah Menyerah

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

SPPG Diperkuat, Manfaat MBG Meluas ke UMKM, Pedagang, Petani hingga Pekerja Lokal

Rabu, 2 September 2026 - 16:34 WIB

GUT Dorong Peran Industri Nasional dalam Transisi Energi dan Penguatan SDM Global

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:22 WIB

Festival Mbois 11 “Malang Menyala” Dorong Koperasi Multi Pihak Jadi Motor Ekonomi Kreatif

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:43 WIB

TASPEN Salurkan Bantuan Rp155 Juta untuk Korban Gempa NTT

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Petani Munjul Bersyukur, Program Optimasi Lahan 2026 Jadi Napas Baru bagi Pertanian dan Keluarga

Berita Terbaru