Kopiloh Hadirkan Dua Karakter Kopi, dari Coconut Latte hingga Specialty Coffee Indonesia

- Jurnalis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, teropongrakyat.co – Persaingan bisnis kedai kopi di Jakarta membuat pelaku usaha tidak hanya dituntut menghadirkan kopi yang nikmat, tetapi juga memiliki karakter produk yang mampu membedakan sebuah merek dari kedai kopi lainnya.

Hal tersebut menjadi salah satu pendekatan yang dilakukan Kopiloh. Berawal dari Kelapa Gading, Kopiloh mengembangkan dua lini produk utama untuk menjangkau karakter konsumen yang berbeda, yakni KOPILOH Coconut Latte dan K.S.C (Kopiloh Specialty Coffee).

KOPILOH Coconut Latte, Alternatif dari Kopi Susu Gula Aren

Salah satu menu yang menjadi identitas Kopiloh adalah KOPILOH Coconut Latte. Menu ini diracik secara khusus dengan menghadirkan perpaduan kopi dan cita rasa kelapa sebagai alternatif dari tren kopi susu gula aren yang selama ini banyak ditemui di industri kedai kopi.

Alih-alih menggunakan gula aren sebagai karakter utama rasa, Kopiloh mencoba menghadirkan profil rasa yang berbeda melalui perpaduan kopi dengan cita rasa kelapa.

Konsep tersebut kemudian menjadi bagian dari identitas Kopiloh dan menjadi salah satu menu yang diperkenalkan kepada konsumen sejak awal pengembangan mereknya.

Bagi Kopiloh, pengembangan Coconut Latte bukan sekadar membuat varian rasa baru, tetapi menciptakan produk yang memiliki karakter tersendiri dan mudah diingat konsumen.

Baca Juga:  Hadirkan Layanan RBM di Indonesia Indotek.ai Siap Hadapi Transformasi Digital

K.S.C Membawa Specialty Coffee dari Berbagai Daerah Indonesia

Di sisi lain, Kopiloh juga mengembangkan lini K.S.C atau Kopiloh Specialty Coffee untuk menjangkau konsumen yang memiliki ketertarikan lebih terhadap kopi dan karakter biji kopi.

Melalui K.S.C, Kopiloh menggunakan specialty coffee beans dari berbagai daerah di Indonesia. Biji kopi tersebut diperoleh dari petani dan sumber kopi lokal Indonesia, sebelum kemudian diproses dan di-roasting sendiri oleh Kopiloh.

Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi Kopiloh untuk lebih mengontrol karakter biji kopi yang digunakan, mulai dari pemilihan beans hingga proses roasting.

Berbagai daerah penghasil kopi di Indonesia memiliki karakter yang berbeda, baik dari sisi varietas, proses pascapanen, ketinggian, maupun profil rasa. Perbedaan tersebut menjadi bagian yang ingin diperkenalkan Kopiloh melalui K.S.C.

Menu seperti Black dan Magic menjadi bagian dari K.S.C Series yang ditawarkan untuk konsumen yang ingin menikmati karakter kopi tanpa terlalu banyak tambahan rasa.

Dua Lini untuk Dua Karakter Penikmat Kopi

Kehadiran KOPILOH Coconut Latte dan K.S.C menunjukkan pendekatan Kopiloh dalam membangun produk dengan karakter yang berbeda.

Baca Juga:  Manfaatkan Hubungan dengan Pemerintah untuk Mengurangi Dampak Krisis

KOPILOH Coconut Latte ditujukan bagi konsumen yang mencari kopi susu dengan karakter rasa yang unik dan berbeda dari kopi susu gula aren pada umumnya. Sementara K.S.C dikembangkan untuk konsumen yang ingin mengenal dan menikmati karakter specialty coffee Indonesia.

Dengan demikian, Kopiloh tidak hanya mengandalkan satu jenis produk untuk membangun mereknya. Kopiloh mencoba mempertemukan dua sisi budaya minum kopi, yakni kopi yang mudah dinikmati oleh masyarakat luas dan kopi specialty yang memberikan ruang bagi konsumen untuk mengeksplorasi karakter biji kopi Indonesia.

Berawal dari Kelapa Gading, Kopiloh membawa semangat “Dari Kelapa Gading ke seluruh Indonesia”. Pengembangan produk Coconut Latte dan K.S.C menjadi bagian dari upaya tersebut, dengan membawa identitas kopi lokal dan bahan baku dari berbagai daerah Indonesia ke dalam pengalaman minum kopi yang lebih dekat dengan konsumen perkotaan.

Melalui pengembangan produk, proses roasting sendiri, serta penggunaan specialty coffee beans dari petani Indonesia, Kopiloh ingin membangun identitas sebagai merek kopi lokal yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga memiliki karakter produk dan keterkaitan dengan ekosistem kopi Indonesia.

Berita Terkait

Harga Emas Antam Turun Rp17.000, Harga Buyback Anjlok Rp47.000
Tren Custom Makin Ngetren, Industri Printing Ikut Berubah
Jangan Tertinggal! AI Bukan Masa Depan Ini Kini, Simenteknindo Tunjukkan Jalan Nyata Transformasi Industri
PT API Perkuat Penerapan Tata Kelola Melalui WORKSHOP GCG Dan ACGS Bersama PSL GROUP
OPTIMALKAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS DATA, PT CTP TOLLWAYS GELAR PELATIHAN MICROSOFT POWER BI
Festival Mbois 11 “Malang Menyala” Dorong Koperasi Multi Pihak Jadi Motor Ekonomi Kreatif
Indosolar 2026 Perkuat Ekosistem Energi Surya untuk Percepat Transisi Energi Indonesia
Love Collection: Wujudkan Kreativitasmu dengan Kaos Custom Berkualitas Premium

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Kopiloh Hadirkan Dua Karakter Kopi, dari Coconut Latte hingga Specialty Coffee Indonesia

Selasa, 29 September 2026 - 16:15 WIB

Harga Emas Antam Turun Rp17.000, Harga Buyback Anjlok Rp47.000

Rabu, 23 September 2026 - 10:03 WIB

Tren Custom Makin Ngetren, Industri Printing Ikut Berubah

Kamis, 10 September 2026 - 23:39 WIB

Jangan Tertinggal! AI Bukan Masa Depan Ini Kini, Simenteknindo Tunjukkan Jalan Nyata Transformasi Industri

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:45 WIB

PT API Perkuat Penerapan Tata Kelola Melalui WORKSHOP GCG Dan ACGS Bersama PSL GROUP

Berita Terbaru

Edukasi

Kamis, 1 Okt 2026 - 08:23 WIB