LAMONGAN | Teropongrakyat.co – Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang digelar diseluruh jajaran Polda Jawa Timur memasuki hari kelima, Jumat (6/2/26).
Satuan Lalu Lintas Polres Lamongan Polda Jatim melaksanakan Ramp Check terhadap bus pariwisata yang akan digunakan untuk mengangkut peserta kegiatan Peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) yang akan dilaksanakan di Kota Malang.
Ramp Chek kali ini dilaksanakan di sejumlah garasi PO Bus Pariwisata Kabupaten Lamongan, dipimpin oleh Kanit Gakkum Satlantas Polres Lamongan Iptu Debbhy S didampingi Kaurmintu Satlantas, Iptu Anton Krisbyantoro,serta melibatkan instansi terkait.
“Ramp Chek kami lakukan untuk memastikan seluruh bus yang mengangkut peserta kegiatan dalam kondisi laik jalan sehingga perjalanan dapat berlangsung aman dan nyaman,” ujar Iptu Debbhy.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh meliputi kelengkapan administrasi kendaraan dan pengemudi, kondisi teknis kendaraan, serta standar keselamatan operasional.
Adapun pemeriksaan meliputi pengecekan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Surat Izin Mengemudi (SIM) pengemudi, uji KIR, kondisi rem, ban, lampu penerangan, wiper, klakson, alat pemadam api ringan (APAR), serta kelengkapan keselamatan lainnya.
Selain itu, petugas juga memberikan imbauan kepada para pengemudi agar senantiasa menjaga kondisi fisik dan mematuhi aturan lalu lintas selama perjalanan.
“Kami mengingatkan pengemudi agar mengutamakan keselamatan, tidak melebihi batas kecepatan, dan memastikan kendaraan benar-benar siap sebelum berangkat,” tambah Iptu Debbhy.
Melalui kegiatan Ramp Check ini, Satlantas Polres Lamongan Polda Jatim berharap seluruh armada bus pariwisata yang digunakan dalam rangka Peringatan Harlah NU benar-benar dalam kondisi laik jalan.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama demi terwujudnya Kamseltibcarlantas yang kondusif,” pungkas Iptu Debbhy.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan Gus Syahrul Munir menyambut baik langkah dari pihak kepolisian dan sudah melakukan koordinasi lanjutan terkait teknis pemberangkatan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh tingkatan kepengurusan dan badan otonom agar keberangkatan yang kurang lebih ada 17 Bus ini bisa tertib dan terdata dengan baik,” katanya. (*)

























































