Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTProyek “Roro Jonggrang” di Jalan Samudra, Koja: Jalan Bagus Diubah Jadi Aspal Murahan dalam SemalamKomentar: 0

Proyek “Roro Jonggrang” di Jalan Samudra, Koja: Jalan Bagus Diubah Jadi Aspal Murahan dalam Semalam

Teropong Rakyat, 16 April 2025, 23:08 WIB · 3 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi

Jakarta, Teropongrakyat.co – Sebuah proyek jalan yang mencurigakan terjadi di Jalan Samudra, Kelurahan Rawabadak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Warga menyebut proyek tersebut sebagai “Proyek Roro Jonggrang” karena secara misterius muncul dan rampung hanya dalam semalam, tanpa adanya pemberitahuan atau sosialisasi kepada warga, RT, maupun RW setempat. Rabu, (16/4/2025).

Proyek yang seharusnya menjadi solusi bagi masyarakat justru menimbulkan tanda tanya besar. Tiga RT dan dua RW terdampak langsung oleh proyek ini. Menurut keterangan warga, kegiatan pengaspalan jalan itu terjadi menjelang subuh—di saat mayoritas warga tengah terlelap tidur.

Proyek “Roro Jonggrang” di Jalan Samudra, Koja: Jalan Bagus Diubah Jadi Aspal Murahan dalam Semalam - Teropong Rakyat
Proyek Jalan Yang Berantakan

“Jalan itu sebenarnya tidak ada masalah, sudah dibeton dan bagus, tapi tiba-tiba diaspal semalam dengan kualitas sangat buruk. Kami curiga ini cuma akal-akalan untuk menghabiskan anggaran besar,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Tak hanya itu, material proyek seperti pasir juga terlihat berceceran di sekitar lokasi, memperkuat kecurigaan bahwa pekerjaan dilakukan asal-asalan dan terburu-buru.

Klaim Dinas Berbanding Terbalik dengan Fakta di Lapangan

Teropongrakyat.co mencoba mengkonfirmasi proyek ini ke Dinas Bina Marga Jakarta Utara, yang berada di Kantor Walikota Jakarta Utara, pada Selasa, 15 April 2025.

Baca Juga:  Pedagang Pasar Bantar Gebang Desak Wali Kota Bekasi Tindak Tegas PT Javana Arta Perkasa

“Untuk pembangunan jalan di situ sudah ko di sosialisasi dengan warga, RT, RW setempat,” ujar Pak Boedi, Kepala Seksi Dinas Bina Marga Jalan dan Jembatan Jakarta Utara.

Namun pernyataan tersebut langsung bertabrakan dengan kenyataan di lapangan. Sejumlah RT dan RW justru mengaku tidak tahu menahu mengenai proyek tersebut. Hal ini menambah daftar kejanggalan yang membuat publik bertanya-tanya: siapa yang sebenarnya diuntungkan dari proyek ini?

Pernyataan RW 06: Saya Tidak Mau Teken!

Rabu, 16 April 2025, Pak Boedi mengaku telah menemui RW 06, Pak Ilham, dan menyatakan bahwa semuanya sudah “beres” dan terkordinasi dengan pengurus serta warga di bawahnya.

Namun, fakta kembali berkata lain.

“Sampai saat ini saya tidak menandatangani surat berita acara itu, karena masih ada konflik di wilayah tentang proyek ini,” tegas Pak Ilham saat memberikan klarifikasi kepada Teropongrakyat.co.

Pernyataan tegas dari RW ini seolah menampar klaim dari Dinas Bina Marga dan memperlihatkan adanya ketidaksesuaian narasi antara pihak pemerintah dengan kondisi sebenarnya di masyarakat.

Baca Juga:  Hotman Ajak Ayah Eki Blak Blak-an Terkait Kasus 2016 Silam

Diduga Ada Permainan Anggaran dan Korupsi Material

Warga mendesak agar kualitas jalan yang dibangun dicek ulang, karena tampak jelas material yang digunakan tidak sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya). Proyek dengan kualitas jalan daur ulang seperti itu dikhawatirkan akan cepat rusak dan merugikan masyarakat.

“Kualitas jalannya buruk sekali, belum apa-apa udah kelihatan rusaknya. Kami minta ini diperiksa, pasti ada permainan anggaran,” kata warga lainnya dengan nada geram.

Dengan segala kejanggalan yang terjadi—mulai dari pelaksanaan dadakan, sosialisasi yang nihil, kualitas proyek yang buruk, hingga perbedaan keterangan antara pejabat dan ketua lingkungan—warga mendesak agar Walikota Jakarta Utara dan KPK segera turun tangan.

Proyek yang terkesan dipaksakan ini berpotensi menjadi ladang korupsi berjamaah. Jika tidak segera diusut, maka proyek-proyek serupa bisa terus menggerogoti uang rakyat, dibungkus dengan label pembangunan tapi hanya menyisakan kerusakan dan kekecewaan.

Lihat Breaking News Selengkapnya→
Artikel Terkait Breaking News
TNI – PolriKanal lain
BisnisKanal lain