Proyek “Roro Jonggrang” di Jalan Samudra, Koja: Jalan Bagus Diubah Jadi Aspal Murahan dalam Semalam

- Jurnalis

Rabu, 16 April 2025 - 23:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Teropongrakyat.co – Sebuah proyek jalan yang mencurigakan terjadi di Jalan Samudra, Kelurahan Rawabadak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Warga menyebut proyek tersebut sebagai “Proyek Roro Jonggrang” karena secara misterius muncul dan rampung hanya dalam semalam, tanpa adanya pemberitahuan atau sosialisasi kepada warga, RT, maupun RW setempat. Rabu, (16/4/2025).

Proyek yang seharusnya menjadi solusi bagi masyarakat justru menimbulkan tanda tanya besar. Tiga RT dan dua RW terdampak langsung oleh proyek ini. Menurut keterangan warga, kegiatan pengaspalan jalan itu terjadi menjelang subuh—di saat mayoritas warga tengah terlelap tidur.

Proyek “Roro Jonggrang” di Jalan Samudra, Koja: Jalan Bagus Diubah Jadi Aspal Murahan dalam Semalam - Teropong Rakyat
Proyek Jalan Yang Berantakan

“Jalan itu sebenarnya tidak ada masalah, sudah dibeton dan bagus, tapi tiba-tiba diaspal semalam dengan kualitas sangat buruk. Kami curiga ini cuma akal-akalan untuk menghabiskan anggaran besar,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Tak hanya itu, material proyek seperti pasir juga terlihat berceceran di sekitar lokasi, memperkuat kecurigaan bahwa pekerjaan dilakukan asal-asalan dan terburu-buru.

Klaim Dinas Berbanding Terbalik dengan Fakta di Lapangan

Teropongrakyat.co mencoba mengkonfirmasi proyek ini ke Dinas Bina Marga Jakarta Utara, yang berada di Kantor Walikota Jakarta Utara, pada Selasa, 15 April 2025.

Baca Juga:  Operasi Sikat, Polda Metro Jaya Ungkap 276 Kasus Dan Tangkap 341 Tersangka

“Untuk pembangunan jalan di situ sudah ko di sosialisasi dengan warga, RT, RW setempat,” ujar Pak Boedi, Kepala Seksi Dinas Bina Marga Jalan dan Jembatan Jakarta Utara.

Namun pernyataan tersebut langsung bertabrakan dengan kenyataan di lapangan. Sejumlah RT dan RW justru mengaku tidak tahu menahu mengenai proyek tersebut. Hal ini menambah daftar kejanggalan yang membuat publik bertanya-tanya: siapa yang sebenarnya diuntungkan dari proyek ini?

Pernyataan RW 06: Saya Tidak Mau Teken!

Rabu, 16 April 2025, Pak Boedi mengaku telah menemui RW 06, Pak Ilham, dan menyatakan bahwa semuanya sudah “beres” dan terkordinasi dengan pengurus serta warga di bawahnya.

Namun, fakta kembali berkata lain.

“Sampai saat ini saya tidak menandatangani surat berita acara itu, karena masih ada konflik di wilayah tentang proyek ini,” tegas Pak Ilham saat memberikan klarifikasi kepada Teropongrakyat.co.

Pernyataan tegas dari RW ini seolah menampar klaim dari Dinas Bina Marga dan memperlihatkan adanya ketidaksesuaian narasi antara pihak pemerintah dengan kondisi sebenarnya di masyarakat.

Baca Juga:  Jasa Raharja Lakukan Action Plan dengan Pemasangan Spanduk Dilakukan secara Manual oleh Tim Gabungan di Titik Strategis

Diduga Ada Permainan Anggaran dan Korupsi Material

Warga mendesak agar kualitas jalan yang dibangun dicek ulang, karena tampak jelas material yang digunakan tidak sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya). Proyek dengan kualitas jalan daur ulang seperti itu dikhawatirkan akan cepat rusak dan merugikan masyarakat.

“Kualitas jalannya buruk sekali, belum apa-apa udah kelihatan rusaknya. Kami minta ini diperiksa, pasti ada permainan anggaran,” kata warga lainnya dengan nada geram.

Dengan segala kejanggalan yang terjadi—mulai dari pelaksanaan dadakan, sosialisasi yang nihil, kualitas proyek yang buruk, hingga perbedaan keterangan antara pejabat dan ketua lingkungan—warga mendesak agar Walikota Jakarta Utara dan KPK segera turun tangan.

Proyek yang terkesan dipaksakan ini berpotensi menjadi ladang korupsi berjamaah. Jika tidak segera diusut, maka proyek-proyek serupa bisa terus menggerogoti uang rakyat, dibungkus dengan label pembangunan tapi hanya menyisakan kerusakan dan kekecewaan.

Berita Terkait

Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Disorot, DPR Tegaskan Tak Boleh Ada Perlakuan Istimewa untuk Napi
Rutinitas Pengajian Malam Jumat Bersama Ustaz Watim Miharja, Pererat Silaturahmi Warga Puspasari
Kakanwil Ditjenpas Jabar Buka Suara soal Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong, Sebut Bangunan Fasilitas Lengkap sebagai Rumah Dinas
Wartawan Senior Sjamsul Kahar Berpulang, Dunia Pers Aceh Kehilangan Tokoh Penting
Gelar Townhall Meeting, PT CTP TOLLWAYS Perkuat Sinergi dan Strategi Pertumbuhan Perusahaan
Jay Idzes Cedera, Kapten Timnas Indonesia Absen Bela Skuad Garuda
Dugaan Penimbunan Solar di Banyumas Disorot, Muncul Dugaan Oknum Terima “Upeti”
Dugaan Penimbunan BBM Subsidi di Banyumas Disorot, Tim Media dan BPAN Pertanyakan Profesionalitas Tipidter

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 10:25 WIB

Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Disorot, DPR Tegaskan Tak Boleh Ada Perlakuan Istimewa untuk Napi

Kamis, 24 September 2026 - 21:19 WIB

Rutinitas Pengajian Malam Jumat Bersama Ustaz Watim Miharja, Pererat Silaturahmi Warga Puspasari

Kamis, 24 September 2026 - 19:50 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jabar Buka Suara soal Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong, Sebut Bangunan Fasilitas Lengkap sebagai Rumah Dinas

Kamis, 24 September 2026 - 13:31 WIB

Wartawan Senior Sjamsul Kahar Berpulang, Dunia Pers Aceh Kehilangan Tokoh Penting

Kamis, 24 September 2026 - 13:23 WIB

Gelar Townhall Meeting, PT CTP TOLLWAYS Perkuat Sinergi dan Strategi Pertumbuhan Perusahaan

Berita Terbaru