Gubernur Khofifah Pimpin Panen dan Tanam Tebu Serempak di Malang, Perkuat Langkah Jatim Menuju Swasembada Gula Nasional

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALANG | Teropongrakyat.co – Komitmen Jawa Timur sebagai lumbung gula nasional kembali ditegaskan melalui kegiatan panen dan tanam tebu serempak program Bongkar Ratoon yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di lahan tebu milik KH Hamim Kholili, Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.15 hingga 10.40 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung Program Strategis Nasional (PSN) dalam mewujudkan ketahanan pangan serta percepatan swasembada pangan nasional, khususnya untuk pemenuhan kebutuhan Gula Kristal Putih (GKP) konsumsi.

Sekitar 150 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari unsur pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, perusahaan gula negara, hingga para petani dan pelaku usaha perkebunan tebu.

Turut hadir di antaranya Staf Ahli Mabesad Kolonel Inf Tri Barata dan Kolonel Kav Donova Pripamungkas, Bupati Malang HM Sanusi, Dandim 0818/Kabupaten Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho, Wakapolres Malang Kompol Fahmi Amarullah, Direktur Operasional PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Kuntoro Boga Andri, serta Ketua PCNU Kabupaten Malang sekaligus Ketua Umum Pusat Koperasi Primer Tebu Rakyat Kabupaten Malang KH Hamim Kholili.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Khofifah bersama para tamu undangan mengikuti paparan mengenai varietas tebu unggul yang akan dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas lahan. Selanjutnya dilakukan dialog virtual dengan para petani dan peserta panen serta tanam tebu yang berlangsung serentak di berbagai daerah di Jawa Timur.

Puncak acara ditandai dengan prosesi tanam tebu dan bongkar ratoon, sebuah metode peremajaan tanaman tebu yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar.

Baca Juga:  Polres Pelabuhan Tanjung Priok Tangkap Sindikat Pencuri Aki Truk Trailer, Gunakan Modus Bajing Loncat

Plt Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Heru Suseno, dalam laporannya menyampaikan bahwa program bongkar ratoon merupakan langkah strategis untuk meningkatkan hasil panen tebu sekaligus mendukung target swasembada gula nasional.

Menurutnya, saat ini sebanyak 26 ribu petani tebu di Jawa Timur telah terdata dalam program penguatan sektor perkebunan tebu. Dari musim tanam tahun 2025 yang akan dipanen pada tahun 2026, Jawa Timur diproyeksikan menghasilkan sekitar 20,6 juta ton tebu.

“Pada tahun 2026 kami menargetkan peningkatan program bongkar ratoon secara lebih luas guna mendorong produktivitas lahan dan meningkatkan kesejahteraan petani tebu,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Malang HM Sanusi menegaskan bahwa Kabupaten Malang merupakan salah satu sentra tebu terbesar di Jawa Timur. Ia menyebut luas lahan tebu di Kabupaten Malang mencapai 48.168 hektare dengan produksi mencapai 4,29 juta ton.

Menurut Sanusi, selain peningkatan produksi, aspek rendemen atau kadar gula yang dihasilkan juga harus menjadi perhatian utama agar nilai ekonomi yang diterima petani semakin meningkat.

“Produksi besar harus dibarengi dengan peningkatan kualitas. Rendemen menjadi faktor penting dalam menentukan keuntungan yang diterima petani,” katanya.

Direktur Operasional PT SGN, Kuntoro Boga Andri, menjelaskan bahwa keberhasilan peningkatan produksi tebu selama ini tidak lepas dari sinergi antara pemerintah, perusahaan gula, dan para petani.

PT SGN, lanjutnya, terus berkomitmen mengawal program nasional sektor pergulaan melalui pendampingan teknis, penyediaan bibit unggul, hingga penguatan kemitraan dengan petani.

“Kami ingin produksi tebu terus meningkat sehingga kesejahteraan petani juga ikut naik. Pada saat yang sama, kebutuhan gula nasional dapat terpenuhi dari hasil produksi dalam negeri,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kasdim 0818 Hadiri Sosialisasi Dana Bersama BNPB, Perkuat Mitigasi Bencana di Malang Raya

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan alat dan mesin produksi kepada kelompok tani tebu sebagai bentuk dukungan nyata Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap modernisasi sektor pertanian dan perkebunan.

Dalam sambutannya, Khofifah menekankan pentingnya peningkatan literasi dan kapasitas petani dalam menghadapi tantangan sektor perkebunan modern. Menurutnya, kualitas bibit, teknik budidaya, hingga manajemen pasca panen menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan produksi tebu.

Ia juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap gula konsumsi hasil petani agar tidak harus bersaing secara tidak sehat dengan gula rafinasi yang beredar di pasaran.

“Gula konsumsi yang dihasilkan petani harus mendapatkan perlindungan. Jangan sampai bersaing langsung dengan gula rafinasi karena segmen dan peruntukannya berbeda,” tegas Khofifah.

Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan harus memiliki komitmen yang sama untuk menjaga stabilitas harga gula dan meningkatkan daya saing hasil produksi petani tebu lokal.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai simbol kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, aparat keamanan, dan petani dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Program panen dan tanam tebu serempak ini menjadi momentum penting bagi Jawa Timur untuk terus memperkuat posisinya sebagai daerah penghasil gula terbesar di Indonesia. Di tengah musim panen yang berlangsung sepanjang Juni, optimisme terhadap peningkatan produksi tebu semakin menguat.

Melalui program bongkar ratoon yang terus diperluas, pemerintah berharap produktivitas lahan tebu meningkat, kesejahteraan petani terangkat, dan cita-cita besar mewujudkan swasembada gula nasional dapat segera tercapai. Kabupaten Malang pun kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu daerah strategis yang menjadi penopang utama ketahanan pangan nasional dari sektor perkebunan tebu.

Berita Terkait

Kolaborasi Lintas Sektor, Kelurahan Papanggo Gelar Rapat Koordinasi Penataan Kawasan Waduk Cincin
Lurah Papanggo Dukung Program Koperasi Merah Putih Bersama LMK, FKDM dan Karang Taruna
Pagelaran Wayang Kulit Meriahkan Malam 1 Suro di Pantai Balekambang, Angkat Lakon “Pamong Sejati”
Perkuat Regenerasi Kepemimpinan, Mabes TNI Gelar Sertijab Dansesko TNI dan Pangkogabwilhan II
Tradisi Hidup, Budaya Lestari: Ribuan Mata Saksikan Puncak Festival 1 Suro 2026 Gunung Kawi
Desa Gampingan Bergerak Atasi Sampah, Gandeng DLH dan Dunia Usaha Wujudkan TPS 3R
Pembukaan Diklat SPPI KNMP TA 2026 Resmi Digelar di Puslatpur 4 Marinir Purboyo Bantur 
Forkopimcam Bantur Gelar Apel Siaga, Pengesahan Warga Baru PSHT Berjalan Aman dan Kondusif

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:33 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Panen dan Tanam Tebu Serempak di Malang, Perkuat Langkah Jatim Menuju Swasembada Gula Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:32 WIB

Kolaborasi Lintas Sektor, Kelurahan Papanggo Gelar Rapat Koordinasi Penataan Kawasan Waduk Cincin

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:13 WIB

Lurah Papanggo Dukung Program Koperasi Merah Putih Bersama LMK, FKDM dan Karang Taruna

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:32 WIB

Pagelaran Wayang Kulit Meriahkan Malam 1 Suro di Pantai Balekambang, Angkat Lakon “Pamong Sejati”

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:48 WIB

Perkuat Regenerasi Kepemimpinan, Mabes TNI Gelar Sertijab Dansesko TNI dan Pangkogabwilhan II

Berita Terbaru