Pasuruan | Teropongrakyat.co – Tak terima anaknya yang masih dibawah umur jadi korban perkosaan dan korban “pernikahan sirri” karena bujuk rayu yang dilakukan oleh kedua orang tua terduga pelaku perkosaan dengan perangkat Desa Kedung Pengaron hingga kemudian anaknya di tinggalkan dan diterlantarkan begitu saja oleh terduga pelaku, akhirnya Lilik si ibu korban didampingi oleh pengurus KOMNAS PA (Komite Nasional Perlindungan Anak) nekad lapor polisi dan sudah menjalani proses BAP pada Rabu siang tanggal 11/02/2026 di Unit PPA Polres Pasuruan.

Lilik bertekad melaporkan terduga pelaku, orangtua terduga pelaku dan perangkat Desa nya yakni perangkat Desa Kedung Pengaron karena merasa dibujuk dan di tipu oleh mereka semua.
“Kami merasa ditipu mentah-mentah oleh orangtua terduga pelaku dan perangkat desanya. Anak kami yang di perkosa oleh terduga pelaku lantas kedua orang tua terduga pelaku beberapa kali datang kerumah kami bersama perangkat desanya membujuk kami agar anak kami dinikahkan dengan anaknya. Setelah kami tolak dan akan kami lanjut lapor ke ranah hukum, mereka memohon dan terus membujuk kami jika lebih baik anak-anak dinikahkan saja tanpa harus laporan polisi. Bahkan perangkat desa Kedung Pengaron saat itu berani bertanggung jawab dengan menyuruh terduga pelaku membuat pernyataan kalau si terduga pelaku nanti dinikahkan maka tidak akan meninggalkan dan menyia-nyiakan anak kami. Kami tidak langsung percaya, saat kami mengajukan agar anak-anak dinikahkan resmi lewat pengadilan agama mereka menolak dengan alasan takut di sorot LSM dan Media. Dan mereka meyakinkan pada kami jika stelah nikah siri nanti setelah cukup umur anak-anak akan dinikahkan secara resmi. Namun setelah kami mau menikahkan siri, ternyata si terduga pelaku tiba-tiba menghilang dan pergi begitu saja meninggalkan anak kami seenaknya tanpa ada tanggung jawab samasekali,” Papar Lilik pada awak media dengan kesal.
Kronologi kejadian dugaan pemerkosaan terhadap anaknya disampaikan oleh Lilik pada awak media sebagai berikut :
1. Pada hari Kamis tanggal 3 Juli 2025 sehabis Isyak saya mencari anaknya yang sedang tidak ada dirumah. Lalu sekitar pukul 20.00 an si anak telpon ke HP Lilik sambil teriak minta tolong kalau katanya sedang di Culik, dengan ucapan : “Ma, tolong aku ma, sekarang aku sedang diculik, di bawa ke sawah sawah, ini tak share lokasi”, lalu HP dimatikan.
2. Dengan suasana bingung Lilik minta tolong kepada perangkat desa saya yang bernama M.Fkh untuk menjemput anaknya di lokasi sesuai Share lokasi dari anaknya. Ternyata ketika M. Fkh sampai di lokasi (lapangan pacuan kuda H. Munir) si anak tidak ada.
3. Ternyata setelah jam 22.00 si anak diantar pulang oleh seorang anak laki-laki yang bernama Ris kerumah ibu Lilik yang saat itu dirumah ibu Lilik ada keponakannya bernama Risma. Sambil teriak teriak dan mencengkeram kerah baju Ris, si anak bilang “Mbak ini pelaku yang menculik saya dan memperkosa saya mbak ! ”
Mendengar teriakan itu Risma langsung keluar rumah dan menggelandang Ris masuk kedalam rumah ibunya Lilik agar tidak didengar oleh tetangga.
4. Setelah dimasukkan kedalam rumah ibunya Lilik, lalu Lilik diberi tahu kalau si anak dan terduga Pelaku ada dirumah ibu Lilik, akhirnya Lilik pun kemudian dengan tergopoh gopoh pergi kerumah ibunya.
5. Kemudian Risma dan Lilik menanyakan pada Ris apa yang diperbuat Ris pada anaknya???
Saat itu Ris mengakui bahwa :
Ris bersama temannya yang bernama An telah menjebak si anak diajak keluar rumah untuk menambal ban sepeda. Lalu setelah si anak keluar rumah dan ketemu di masjid, An berboncengan dengan anak laki laki, dan ai anak dibonceng oleh Ris. Setelah nambal ban si anak dibujuk diajak Ngopi, namun oleh Ris malah dibawa ke Tempat Lapangan Pacuan Kuda yang diduga milik H. Munir, lalu si anak di paksa Setubuhi disitu. Setelah si anak disetubuhi oleh Ris, si anak diserahkan kepada 2 orang penjaga tambang yang bernama Pak Shol dan Pak To untuk disetubuhi.



























































