Malang | Teropongrakyat.co – Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., secara resmi membuka kegiatan penanaman pohon di kawasan Gunung Katu, Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji, Minggu (11/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya konkret pelestarian lingkungan sekaligus mitigasi bencana di wilayah Kabupaten Malang.
Dalam sambutannya, Bupati Sanusi menegaskan bahwa penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi jangka panjang demi keselamatan generasi mendatang.
“Hari ini kita berbuat untuk masa depan. Kita tanam pohon agar lingkungan terjaga. Bukti kerusakan alam akibat penebangan liar sudah ada di depan mata, seperti musibah longsor yang terjadi di Aceh dan Sumatera,” tegasnya.
Ia menambahkan, kawasan Gunung Katu memiliki peran penting sebagai daerah resapan air dan penyangga lingkungan. Oleh karena itu, penghijauan harus dilakukan secara berkelanjutan agar bencana serupa tidak terjadi di Kabupaten Malang.
“Kita tanam untuk keselamatan masa depan, untuk kelestarian sumber mata air yang menjadi kebutuhan masyarakat, sekaligus menciptakan lingkungan yang hijau,” lanjutnya.
Selain sebagai kawasan konservasi, Bupati Malang juga menyebut Gunung Katu ke depan akan dikembangkan sebagai kawasan wisata berbasis alam. Salah satunya dengan konsep wisata off-road, yang nantinya dipusatkan di kawasan tersebut.
“Ini bisa menjadi wisata unggulan, tentu tetap dengan prinsip menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan penanaman pohon ini dihadiri oleh berbagai unsur, antara lain Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno,S.H.,S.I.K.,M.H.. Ketua TP PKK Kabupaten Malang Hj. Anis Saidah Sanusi, jajaran OPD Kabupaten Malang, Forkopimcam, para kepala desa,Mahasiswa, serta sejumlah relawan lingkungan dan kebencanaan.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, menjelaskan bahwa kegiatan penghijauan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan bencana, khususnya tanah longsor.
“Penghijauan ini sangat penting karena akar pohon berfungsi mengikat tanah. Saat ini longsor banyak terjadi di wilayah timur Kabupaten Malang seperti Poncokusumo dan Kasembon, salah satunya akibat kurangnya pohon tegaan,” jelasnya.
Purwoto menambahkan, BPBD bersama OPD terkait akan terus mendukung kegiatan serupa yang digagas oleh komunitas dan relawan, sebagai langkah nyata mitigasi bencana berbasis partisipasi masyarakat.
Dengan kolaborasi pemerintah daerah, aparat, komunitas, dan relawan, penanaman pohon di Gunung Katu diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi kelestarian alam, keselamatan warga, serta pengembangan potensi wisata ramah lingkungan di Kabupaten Malang.
























































