SURABAYA,teropongrakyat.co – Pengembangan usaha membutuhkan kesiapan pelaku UMKM untuk belajar, mencoba cara baru, dan menjalankan kebiasaan kerja secara konsisten. Sudut pandang tersebut menjadi benang merah materi Sosialisasi UMKM Bina Desa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UPN “Veteran” Jawa Timur di Balai Pertemuan Kelurahan Pakal, Surabaya, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan bertema “Gerakan UMKM B.I.S.A: Strategi 3 Pilar Manajemen untuk Mengembangkan Potensi UMKM Kelurahan Pakal” menghadirkan Prasetyo Alif Soeprawiro, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Latar belakangnya sebagai psikolog sekaligus pengajar Program Studi Manajemen memberikan perspektif yang menghubungkan pengelolaan usaha dengan peran manusia sebagai pelaksana kegiatan bisnis.
Materi mencakup pemasaran digital, operasional, dan keuangan. Ketiga bidang tersebut diterjemahkan menjadi tindakan sederhana yang dapat dilakukan pelaku usaha, seperti menyiapkan informasi produk, mengikuti standar kerja, dan mencatat transaksi setiap hari.
Semangat B.I.S.A, yakni Berani, Inovatif, Solid, dan Aman Untungnya, menjadi pengantar untuk mengenalkan pengelolaan usaha secara bertahap. Keberanian mencoba dapat diwujudkan dengan mulai memperkenalkan produk melalui kanal digital yang sudah dikenal. Kemauan belajar dapat diterapkan dengan mengevaluasi informasi produk dan menyesuaikannya dengan kebutuhan pelanggan.
Pembahasan pemasaran digital memberikan contoh penyusunan katalog yang memuat foto, varian, ukuran, harga, dan cara pemesanan. Latihan sederhana ini memberi titik awal yang konkret bagi pelaku UMKM untuk memperbaiki cara mereka menyampaikan informasi kepada calon pembeli.
Aspek operasional menempatkan konsistensi sebagai bagian penting dari kegiatan usaha. SOP sederhana membantu pemilik dan anggota tim memahami urutan pekerjaan serta standar hasil yang diharapkan. Acuan tersebut mencakup persiapan bahan, proses produksi, pemeriksaan kualitas, hingga pengemasan dan penyimpanan.
Kedisiplinan juga menjadi perhatian dalam pembahasan keuangan. Materi menekankan kebiasaan mencatat pemasukan dan pengeluaran, menyimpan bukti transaksi, serta memisahkan uang pribadi dari uang usaha. Simulasi perhitungan omzet, biaya, dan laba memberikan gambaran mengenai informasi yang dapat diperoleh melalui pencatatan yang tertib.
Rencana penerapan selama tujuh hari melengkapi materi sosialisasi. Pelaku UMKM dapat memilih langkah yang sesuai dengan kondisi usahanya, mulai dari membuat satu katalog produk, menyusun satu SOP, hingga melakukan pencatatan transaksi harian. Sasaran yang konkret memberikan arah bagi peserta untuk memulai perubahan dalam rutinitas usahanya.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari rangkaian pendampingan Program Bina Desa kepada UMKM Kelurahan Pakal. Pendekatan yang menghubungkan pengetahuan manajemen dengan kebiasaan sehari-hari diharapkan membantu pelaku usaha menerapkan pengelolaan bisnis secara lebih terarah dan konsisten.
Penulis : PAS



























































