KAMPUNG TUGU, JAKARTA UTARA – Teropongrakyat.co – 27 Agustus 2026 – Kampung Tugu berubah menjadi pesta budaya yang megah dan penuh sukacita saat Ikatan Keluarga Besar Tugu (IKBT) yang diketuai Rensyi Jane Rusyard Michiels bersama GPIB Tugu dengan Ketua Majelis Jemaat, Pdt. Josep Bates Raku, S.Si.Teol., sukses menyelenggarakan Festival Kampung Tugu 2026 dalam rangka memperingati 279 tahun Gedung Gereja Tugu yang bersejarah.
Rangkaian acara yang berlangsung dari 15 hingga 23 Agustus 2026 ini tak hanya merayakan usia gedung, melainkan juga menghidupkan kembali seluruh kekayaan budaya Portugis-Tugu yang menjadi identitas asli Jakarta — bukti bahwa warisan leluhur bukan benda mati, melainkan napas kehidupan yang terus dinikmati generasi demi generasi.
Kemeriahan dibuka dengan Turnamen Domino berhadiah utama Rp 20 juta, diikuti ratusan warga dengan penuh semangat kebersamaan. Semakin memuncak pada 22 Agustus dengan Senam Kreasi, Fun Games, serta penampilan Paduan Suara dan Band yang memadukan nada keroncong Tugu dengan lagu-lagu kebangsaan — menyatukan hati seluruh warga yang hadir.

Puncak perayaan pada 23 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB menjadi momen yang paling tak terlupakan. Diawali Ibadah Ucapan Syukur dengan pelayanan firman oleh Pdt. Gomar Gultom, Ketua Majelis Pertimbangan PGI, acara kemudian berubah menjadi panggung kebudayaan yang memukau. Halaman Gereja Tugu bergema dengan Musik Keroncong Tugu, Group Balle Keroncong pimpinan Santana Manurung, Tarian Noni Tugu yang dikoordinir Evi Quiko, Keroncong Yapendik, Palang Pintu, Tarian Nusantara, hingga Gambang Kromong — setiap penampilan menyampaikan pesan: budaya Tugu masih hidup, masih asli, dan masih memikat hati siapa pun yang melihatnya.
Lomba Mewarnai dan Menggambar bagi anak-anak membuktikan cinta budaya ditanamkan sejak dini, sementara Bazar UMKM mempromosikan karya warga sebagai bentuk kemandirian ekonomi komunitas. Kehadiran Once Mekel sebagai bintang tamu spesial semakin membuktikan bahwa budaya Tugu tetap relevan dan dicintai lintas generasi.

Walikota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, beserta jajaran hadir secara langsung, memberikan apresiasi sekaligus dukungan nyata dari pemerintah daerah terhadap pelestarian Kampung Tugu sebagai situs bersejarah yang tak ternilai harganya. Kehadiran beliau menjadi bukti bahwa Kampung Tugu bukan sekadar milik warga setempat, melainkan warisan seluruh warga Jakarta yang wajib dijaga dan dikembangkan bersama-sama.
Momen paling menyentuh hati terlihat saat pawai keluarga besar marga Tugu Abrahams, Andries, Braune, Cornelis, Michiels, dan Quiko berjalan bersama dengan penuh kebanggaan. Pawai ini menjadi simbol persatuan yang kokoh, membuktikan bahwa meskipun waktu telah berlalu ratusan tahun, ikatan persaudaraan dan sejarah leluhur tetap menyatu dalam satu hati dan satu kampung.
Kesuksesan festival ini pun bergema luas, memperkenalkan keindahan budaya Tugu kepada masyarakat luas hingga ke mancanegara. Liputan-liputan yang tersebar memicu rasa bangga dan kagum, sekaligus harapan agar festival ini terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan yang wajib dikunjungi wisatawan dari seluruh penjuru negeri.
“Festival Kampung Tugu 2026 bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan bukti nyata bahwa warisan budaya yang berusia ratusan tahun tetap hidup, dinamis, dan dicintai oleh generasi penerusnya. Semoga Kampung Tugu kelak dapat diakui sebagai Warisan Budaya Dunia dan terus bersinar menerangi keberagaman Indonesia selamanya.”
Reporter : Johan Sopaheluwakan



























































