DP3APPKB Surabaya Hadirkan Psikolog untuk Memperkuat Ketahanan Mental dan Komunikasi dalam Keluarga
SURABAYA — Program KEMANGI (Kelas Remaja dan Orang Tua Tangguh, Kreatif, dan Mandiri) yang digagas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya kembali menggelar kegiatan edukasi bagi remaja dan orang tua.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 22 Agustus 2026, di Kelurahan Kalirungkut, Surabaya, tersebut menghadirkan Prasetyo Alif Soeprawiro, M.Psi., Psikolog, sebagai narasumber. Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan berbagai materi terkait pengembangan diri, kesehatan mental, serta penguatan komunikasi dalam keluarga.
Pada pertemuan kali ini, Wiro—sapaan akrab Prasetyo yang juga merupakan dosen di UPN Veteran Jawa Timur—menyampaikan dua materi khusus bagi para orang tua, yakni “Membuat Keputusan agar Remaja Tidak Salah Paham” dan “Memecahkan Masalah.”
Kedua materi tersebut dirancang untuk membantu orang tua menghadapi dinamika komunikasi dengan anak remaja, khususnya ketika terjadi perbedaan pandangan maupun konflik yang kerap muncul dalam masa transisi menuju kedewasaan.
“Sebagai psikolog dan akademisi, saya merasa tugas saya bukan menggurui, melainkan mendampingi dan berbagi pengalaman agar teman-teman remaja dan para orang tua bisa menemukan cara terbaik sesuai dengan kondisi masing-masing. Saya hanya fasilitator, dan yang lebih berharga adalah semangat mereka yang mau belajar dan berubah,” ujar Wiro di sela-sela kegiatan di Kalirungkut.
Dalam pemaparannya, Wiro menekankan pentingnya orang tua melibatkan remaja dalam proses pengambilan keputusan di dalam keluarga. Menurutnya, anak juga perlu diberikan ruang untuk belajar dari kesalahan serta didampingi dengan empati, bukan dihakimi.
Ia juga mengajak para orang tua memahami bahwa konflik merupakan bagian yang wajar dalam proses tumbuh kembang remaja. Jika dikelola dengan baik, konflik justru dapat menjadi momentum untuk membangun komunikasi dan memperkuat hubungan antara orang tua dan anak.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Salah seorang ibu yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku mendapatkan pemahaman baru dalam menghadapi perilaku anak.
“Selama ini saya sering memarahi anak kalau dia melakukan kesalahan. Ternyata pendekatan yang lebih tenang dan mendengarkan dulu alasan mereka bisa membuat hubungan jadi lebih baik. Materi hari ini sangat membuka mata saya,” ungkapnya.
Kegiatan KEMANGI juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas. Program tersebut diharapkan dapat membekali remaja dan keluarga dengan keterampilan hidup sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya kesehatan mental.
Melalui program KEMANGI, DP3APPKB Kota Surabaya berharap keterlibatan akademisi dan psikolog dapat semakin memperkuat pemahaman masyarakat mengenai kesehatan mental, pola komunikasi yang sehat, serta pentingnya membangun hubungan harmonis dalam keluarga.
Dengan demikian, diharapkan lahir generasi muda Surabaya yang tangguh, percaya diri, kreatif, mandiri, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Oleh: PA



























































