KOTA MALANG | Teropongrakyat.co – Upaya Pemerintah Kota Malang dalam menekan penyebaran tuberkulosis (TB) mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Wakil Menteri Kesehatan RI, Benyamin Paulus Octavianus, menyebut capaian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) di Kota Malang telah mencapai 68 persen, jauh di atas rata-rata nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Benyamin usai meninjau layanan kesehatan di Puskesmas Cisadea, Kota Malang, Kamis (30/7/2026).
“Kota Malang ini sudah cukup bagus. Sudah 68 persen angka Terapi Pencegahan Tuberkulosis. Untuk ukuran nasional, itu sangat tinggi,” ujar Benyamin.
Menurutnya, Indonesia saat ini masih menjadi negara dengan jumlah kasus TB tertinggi kedua di dunia. Karena itu, pemerintah terus memperkuat strategi penanggulangan penyakit tersebut dengan tidak hanya berfokus pada pengobatan pasien yang telah terdiagnosis, tetapi juga mengedepankan langkah-langkah pencegahan.
Benyamin menjelaskan, capaian penanganan TB secara nasional menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Saat ini lebih dari 80 persen kasus TB yang ditemukan telah mendapatkan pengobatan, meningkat tajam dibandingkan lima tahun lalu ketika tingkat penemuan kasus baru masih berada di kisaran 48 persen.
Meski demikian, ia menilai keberhasilan tersebut belum sepenuhnya mampu memutus rantai penularan. Selama ini, penanganan masih lebih banyak difokuskan pada pasien yang telah sakit, sementara kelompok berisiko tinggi, terutama anggota keluarga atau penghuni rumah yang tinggal serumah dengan pasien TB, belum mendapatkan perhatian maksimal.
Untuk itu, Kementerian Kesehatan mendorong seluruh pemerintah daerah agar lebih aktif melakukan pelacakan terhadap kontak serumah pasien TB. Pelacakan tersebut dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan seseorang belum terinfeksi atau belum mengalami gejala TB, maka akan diberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Langkah ini diharapkan mampu mencegah infeksi berkembang menjadi TB aktif sehingga risiko penularan di lingkungan keluarga maupun masyarakat dapat ditekan.
Apresiasi terhadap Kota Malang diharapkan menjadi motivasi bagi daerah lain untuk memperkuat program pencegahan TB sebagai bagian dari upaya nasional menuju eliminasi tuberkulosis di Indonesia.


























































