DPP FOKSI Kecam Standar Ganda Oknum Mahasiswa UGM: Dulu Marah Diskusi Dibubarkab, Sekarang Malah Jadi Pelaku Pembubaran

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta – Teropongrakyat.co – (16/6/02026) – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Santri Indonesia (DPP FOKSI) sekaligus mantan Aktivis Mahasiswa Jogja, Muhammad Natsir, menyesalkan sekaligus mengecam keras aksi pembubaran diskusi Total Politik di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menghadirkan narasumber Sudaryono, Budiman Sudjatmiko, dan Nusron Wahid.

Muhammad Natsir menilai tindakan sekelompok oknum mahasiswa tersebut merupakan bentuk standar ganda dan kontradiksi nyata dalam berdemokrasi.
“Ini adalah ironi yang memalukan dalam dunia pergerakan. Selama ini, mahasiswa selalu berteriak paling lantang dan marah besar jika ada diskusi mereka yang dilarang atau dibubarkan oleh aparat atau pemerintah. Mereka selalu menuduh pihak lain anti-demokrasi. Tapi hari ini, di kampus UGM, mahasiswa justru memosisikan diri mereka sendiri sebagai pelaku pembubaran diskusi ilmiah hanya karena tidak siap mendengar pandangan politik yang berbeda,” ujar Natsir dalam keterangan resminya di Yogyakarta.

Baca Juga:  Nico Siahaan: Digitalisasi Buka Peluang dan Tantangan Baru Ubah Cara Bekerja dan Interaksi

DPP FOKSI Kecam Standar Ganda Oknum Mahasiswa UGM: Dulu Marah Diskusi Dibubarkab, Sekarang Malah Jadi Pelaku Pembubaran - Teropong Rakyat
Natsir menegaskan bahwa esensi dari Reformasi yang diperjuangkan dengan darah dan air mata oleh para pendahulu di Yogyakarta adalah untuk menjamin kebebasan mimbar akademik, bukan untuk membenarkan tindakan fasisme jalanan oleh sesama mahasiswa.

Tindakan anarkis seperti merusak fasilitas kampus, memukuli mobil menteri, hingga melontarkan umpatan kasar amoral dinilai telah mencoreng nama baik UGM sebagai kampus kerakyatan dan kebudayaan.

“Demokrasi itu menjamin kebebasan berekspresi, namun harus dipertanggungjawabkan secara akademik, bukan dengan premanisme dan pemaksaan kehendak. Jika mereka punya kajian yang kuat, datangi forum itu, bantah argumen narasumber di meja debat.

Baca Juga:  Di Masa Tenang, Salah Satu Paslon Pemilukada Kota Tangerang Tebar Pesona Sebar Minyak, Bawaslu Siap Proses Sesuai Aturan

Bukan malah bertindak tolol dengan membubarkannya,” tambahnya.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, Muhammad Natsir secara terbuka menantang oknum-oknum mahasiswa pelaku pembubaran tersebut untuk melakukan debat ilmiah secara terbuka dengan dirinya kapan saja. DPP FOKSI juga mendesak Rektorat UGM untuk segera mengusut tuntas dan menjatuhkan sanksi disiplin yang tegas kepada para oknum yang terlibat demi menjaga marwah akademis kampus.

Narahubung:
Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Santri Indonesia (DPP FOKSI) (Red)

Berita Terkait

Yohanes Oci: Pertemuan Prabowo–Megawati Dimaknai Baik Untuk Demokrasi
OTT Bupati Pekalongan, Dalih ‘Tak Paham Tata Kelola’ Disorot: Yohanes Oci Minta KPK Dalami Motif
Tim Reformasi Polri jangan sampai hanya menjadi alat peredam kritik publik Dan Tameng Pencitraan
Anggota DPRD Rokan Hulu Dalam Diskusi , Pentingnya Peran Media Dalam Merawat Stabilitas Dan Soroti Konflik Lahan Dan Isu Sosial
PDIP Kota Pasuruan Terus Berkomitmen Perjuangkan Beasiswa PIP Untuk Anak Kurang Mampu
HUT ke-53 PDI Perjuangan, DPC Kota Pasuruan Bidik Minimal Enam Kursi DPRD
Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI di PT Greenfields, Malang
Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang Hadiri FGD Sinergitas Pembangunan dan Antisipasi Bencana di Wagir

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:07 WIB

DPP FOKSI Kecam Standar Ganda Oknum Mahasiswa UGM: Dulu Marah Diskusi Dibubarkab, Sekarang Malah Jadi Pelaku Pembubaran

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:00 WIB

Yohanes Oci: Pertemuan Prabowo–Megawati Dimaknai Baik Untuk Demokrasi

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:03 WIB

OTT Bupati Pekalongan, Dalih ‘Tak Paham Tata Kelola’ Disorot: Yohanes Oci Minta KPK Dalami Motif

Selasa, 24 Februari 2026 - 05:43 WIB

Tim Reformasi Polri jangan sampai hanya menjadi alat peredam kritik publik Dan Tameng Pencitraan

Senin, 23 Februari 2026 - 05:59 WIB

Anggota DPRD Rokan Hulu Dalam Diskusi , Pentingnya Peran Media Dalam Merawat Stabilitas Dan Soroti Konflik Lahan Dan Isu Sosial

Berita Terbaru