Yohanes Oci: Pertemuan Prabowo–Megawati Dimaknai Baik Untuk Demokrasi

- Jurnalis

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta. Teropongrakyat.co- Jakarta. Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dinilai memiliki arti penting dalam menjaga stabilitas politik sekaligus merespons dinamika demokrasi yang berkembang saat ini.

Pertemuan kedua tokoh nasional tersebut berlangsung di tengah sorotan publik terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa seorang aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

Direktur Eksekutif Pusat Studi Politik dan Pemerintahan Indonesia (Puspolrindo), Yohanes Oci, menilai pertemuan antara dua tokoh besar dalam politik nasional tersebut memiliki pesan strategis bagi konsolidasi demokrasi di Indonesia. Menurutnya, dialog antara pemimpin negara dan tokoh politik senior perlu dimaknai sebagai upaya memperkuat komitmen negara terhadap perlindungan demokrasi dan hak-hak sipil.

“Pertemuan ini sangat penting karena berlangsung di tengah situasi yang cukup sensitif, khususnya setelah adanya kasus penyiraman air keras terhadap wakil KontraS. Negara harus menunjukkan bahwa ruang kritik tetap dilindungi,” ujar Yohanes Oci dalam keterangannya kepada awak media (19/03)

Ia menegaskan bahwa pemerintahan yang dipimpin oleh Prabowo Subianto memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan penegakan hukum berjalan transparan dan akuntabel. Menurutnya, penyelesaian kasus tersebut akan menjadi ujian awal bagi komitmen pemerintah terhadap demokrasi dan kebebasan sipil.

Baca Juga:  Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI di PT Greenfields, Malang

“Pak Prabowo harus memastikan bahwa kasus ini dituntaskan secara terbuka dan profesional oleh aparat penegak hukum. Hal ini penting untuk membuktikan bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik dari masyarakat sipil dan harus ungkap siapa mastermind atau aktor di balik peristiwa kekerasan tersebut,” Kata Yohanes.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa kepercayaan publik terhadap pemerintah akan sangat ditentukan oleh bagaimana negara merespons kasus-kasus yang menyangkut keselamatan aktivis dan pembela hak asasi manusia. Jika penanganannya dilakukan secara serius, transparan, dan cepat, maka hal itu akan memperkuat legitimasi pemerintah di mata publik.

Yohanes juga menekankan bahwa pertemuan antara Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen elite politik dalam menjaga demokrasi yang sehat. Menurutnya, stabilitas politik tidak hanya ditentukan oleh hubungan antar partai, tetapi juga oleh jaminan negara terhadap kebebasan berpendapat dan perlindungan terhadap kelompok masyarakat sipil.

Baca Juga:  Kapolres Kepulauan Seribu Gelar Ngopi Kamtibmas di Pulau Kelapa, Ajak Warga Dukung Program Jaga Jakarta

“Demokrasi yang sehat membutuhkan ruang kritik yang aman. Aktivis, akademisi, maupun masyarakat sipil harus merasa terlindungi ketika menyampaikan pandangan yang berbeda dengan pemerintah,” ujarnya.

Sebelumnya, publik menyoroti kasus penyiraman air keras yang menimpa seorang aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran sejumlah kalangan mengenai keamanan aktivis dan pembela hak asasi manusia di Indonesia.
Sejumlah organisasi masyarakat sipil pun mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut serta mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa kekerasan tersebut.

Menurut Yohanes Oci, penanganan yang tegas dan transparan terhadap kasus ini akan menjadi pesan kuat bahwa negara tidak mentolerir segala bentuk kekerasan terhadap aktivis dan tetap menjunjung tinggi prinsip negara hukum.

“Ini bukan hanya soal satu kasus kekerasan, tetapi soal pesan besar bahwa negara menjamin demokrasi dan perlindungan terhadap masyarakat sipil,” pungkasnya.**

Berita Terkait

OTT Bupati Pekalongan, Dalih ‘Tak Paham Tata Kelola’ Disorot: Yohanes Oci Minta KPK Dalami Motif
Tim Reformasi Polri jangan sampai hanya menjadi alat peredam kritik publik Dan Tameng Pencitraan
Anggota DPRD Rokan Hulu Dalam Diskusi , Pentingnya Peran Media Dalam Merawat Stabilitas Dan Soroti Konflik Lahan Dan Isu Sosial
PDIP Kota Pasuruan Terus Berkomitmen Perjuangkan Beasiswa PIP Untuk Anak Kurang Mampu
HUT ke-53 PDI Perjuangan, DPC Kota Pasuruan Bidik Minimal Enam Kursi DPRD
Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI di PT Greenfields, Malang
Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang Hadiri FGD Sinergitas Pembangunan dan Antisipasi Bencana di Wagir
DPRD Kabupaten Malang Ajak Masyarakat Wagir Wujudkan Daerah Tangguh Bencana

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:00 WIB

Yohanes Oci: Pertemuan Prabowo–Megawati Dimaknai Baik Untuk Demokrasi

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:03 WIB

OTT Bupati Pekalongan, Dalih ‘Tak Paham Tata Kelola’ Disorot: Yohanes Oci Minta KPK Dalami Motif

Selasa, 24 Februari 2026 - 05:43 WIB

Tim Reformasi Polri jangan sampai hanya menjadi alat peredam kritik publik Dan Tameng Pencitraan

Senin, 23 Februari 2026 - 05:59 WIB

Anggota DPRD Rokan Hulu Dalam Diskusi , Pentingnya Peran Media Dalam Merawat Stabilitas Dan Soroti Konflik Lahan Dan Isu Sosial

Sabtu, 24 Januari 2026 - 06:06 WIB

PDIP Kota Pasuruan Terus Berkomitmen Perjuangkan Beasiswa PIP Untuk Anak Kurang Mampu

Berita Terbaru