Pasar Manggis Sepih, Pedagang Ditekan Tanpa Solusi, Bahkan Disinyalir Ancam  Putus Listrik dan Tutup Tempat Usaha

- Jurnalis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Teropongrakyat. Co— Bulan Ramadhan lazimnya suasana pasar sangat padat pengunjungnya,pedagang dan pembeli datang namun berbanding terbalik dengan suasana Pasar Manggis yang berkedudukan di Jl. Guntur, Kelurahan, Pasar Manggis, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.terlihat sepi dari pedagang.

Kondisi ini diperparah oleh pengelolaan pasar yang dinilai cenderung arogan serta mengabaikan aspirasi pedagang.

Penertiban yang dilakukan secara sepihak pun dinilai menekan tanpa diiringi solusi yang memadai.
Sejumlah pedagang mengaku resah. Mereka menyoroti adanya tekanan, bahkan dugaan ancaman verbal dari pihak manajemen pengelola Pasar Manggis, mulai dari rencana pemutusan aliran listrik hingga penutupan kios.

Menurut para pedagang, persoalan ini seharusnya tidak perlu terjadi apabila manajemen lebih peka terhadap kondisi pasar yang saat ini sedang lesu dari pembeli, Sepinya pengunjung disebut berdampak buruk pada penurunan omzet, sehingga banyak pedagang mengalami kesulitan memenuhi kewajiban mereka.

Baca Juga:  Pemerintah Sepakat Kurs Balik ke Rp15.000 di Era Prabowo, Ini Alasannya.

Salah satu pedagang yang berinisial (R) enggan menyebut nama lengkapnya kepada awak media mengatakan, sepinya Pasar Manggis salah satunya disebabkan oleh sikap pengelolaan yang kurang komunikatif. Ia menilai hal tersebut mencerminkan ketidakefektifan manajemen dalam menata dan mengembangkan kawasan pasar.

“Faktor internal seperti promosi yang minim dan manajemen yang kaku membuat pengunjung enggan datang,” ujarnya. 20 Februari 2026

Ia menambahkan, diperlukan solusi yang inklusif dari pihak manajemen dengan membangun dialog terbuka antara pengelola dan pedagang agar pasar tradisional tersebut kembali hidup dan ramai.

Baca Juga:  Gembong Judi Online Indonesia-Kamboja Inisial T Kebal Hukum, Omsetnya Rp517 T.

Para pedagang juga berharap pengelolaan pasar ke depan lebih fokus pada fungsi pengembangan pasar dan peningkatan promosi, bukan semata-mata menuntut kewajiban tanpa memperhatikan kesejahteraan pedagang.

“Kami meminta hentikan penekanan untuk menutup tempat usaha dan pemutusan aliran listrik. Bangun silaturahmi antara manajemen pasar dan pedagang agar dapat berkolaborasi meramaikan pasar serta meningkatkan kesejahteraan pedagang. Dengan begitu, kami juga bisa membayar kewajiban dengan lancar,” tuturnya.

Para pedagang berharap aspirasi, keluhan, dan suara hati mereka dapat direspons positif oleh pihak manajemen pasar.

Sampai berita ini diterbitkan,pihak terkait belum bisa di konfirmasi. (Red).

Berita Terkait

Festival Mbois 11 “Malang Menyala” Dorong Koperasi Multi Pihak Jadi Motor Ekonomi Kreatif
TASPEN Salurkan Bantuan Rp155 Juta untuk Korban Gempa NTT
Petani Munjul Bersyukur, Program Optimasi Lahan 2026 Jadi Napas Baru bagi Pertanian dan Keluarga
Kinerja Kabinet Dinilai Positif, 63,7% Publik Mengaku Puas
Survei PSI : 21 Bulan Pemerintahan Prabowo-Gibran, Tingkat Kepuasan Publik Tembus 80,4 Persen
Puji Komitmen Asta Cita Presiden Prabowo, Ekonom Konstitusi Sebut BUMN Harus Lepas dari Jebakan Orientasi Laba
Suyono dan Bakso Krismon: Kisah Inspiratif Penjual Bakso yang Tak Pernah Menyerah
Arus Petikemas IPC TPK Panjang Tumbuh Signifikan 73,7 Persen pada Juni 2026

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:22 WIB

Festival Mbois 11 “Malang Menyala” Dorong Koperasi Multi Pihak Jadi Motor Ekonomi Kreatif

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:43 WIB

TASPEN Salurkan Bantuan Rp155 Juta untuk Korban Gempa NTT

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Petani Munjul Bersyukur, Program Optimasi Lahan 2026 Jadi Napas Baru bagi Pertanian dan Keluarga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:17 WIB

Kinerja Kabinet Dinilai Positif, 63,7% Publik Mengaku Puas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:53 WIB

Survei PSI : 21 Bulan Pemerintahan Prabowo-Gibran, Tingkat Kepuasan Publik Tembus 80,4 Persen

Berita Terbaru

TNI – Polri

TNI Kerahkan 1.482 Penyuluh Perkuat Penanganan Karhutla di Berbagai

Senin, 31 Agu 2026 - 16:49 WIB