Apresiasi Gubernur Jabar untuk Kang Rey Tangani Banjir, Ketidakhadiran Sekda Subang Jadi Sorotan

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 21:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUBANG, teropongrakyat.co — Bencana banjir yang mengepung sembilan kecamatan di Kabupaten Subang dalam sepekan terakhir tidak hanya menyisakan duka bagi puluhan ribu warga terdampak, tetapi juga memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Di saat penanganan darurat berada pada fase krusial, sosok Sekretaris Daerah (Sekda) Subang, H. Asep Nuroni, justru tak terlihat di lapangan.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan langkah yang diambil Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita. Bupati yang akrab disapa Kang Rey tersebut memilih turun langsung ke lokasi bencana, bahkan bermalam di posko pengungsian demi memastikan distribusi logistik serta layanan kesehatan bagi warga terdampak berjalan optimal.

Langkah kepemimpinan Kang Rey tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Melalui sejumlah unggahan di media sosial, di antaranya akun @MEDIAJABARCOM, Gubernur yang akrab disapa KDM menilai Bupati Subang sigap dan hadir bersama masyarakat dalam situasi krisis.

Baca Juga:  Sat Reskrim Polres Metro Bekasi Ungkap Kasus Penculikan Anak di Tambun Selatan, Pelaku Diamankan di Bandung

KDM juga menyatakan akan turun langsung ke wilayah Pantura untuk meninjau sejumlah titik yang diduga menjadi sumber permasalahan banjir, termasuk aliran Sungai Cipunegara yang menjadi tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Kementerian PUPR.

Namun, di tengah apresiasi tersebut, publik justru menyoroti absennya Sekda Subang. Ketidakhadiran Asep Nuroni semakin menguat setelah rilis resmi Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkab Subang menyebutkan penunjukan Memet Hikmat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekda untuk mendampingi Bupati dalam penanganan kebencanaan.

Seorang tokoh masyarakat Pantura, Iwan, menyayangkan tidak hadirnya Sekda di tengah masyarakat yang sedang dilanda musibah. Menurutnya, kondisi darurat seperti banjir membutuhkan kehadiran penuh seluruh unsur pimpinan daerah.

Spekulasi pun berkembang di media sosial. Awalnya, Sekda disebut tengah menjalankan ibadah umrah. Namun, informasi lain yang beredar menyebutkan bahwa pejabat tertinggi ASN di Subang tersebut justru berada di Eropa.

Baca Juga:  Pemerintah Tetapkan Bonus Hari Raya 20 Persen untuk Ojol, Berapa yang Didapat?

“Ujian kepemimpinan itu justru saat krisis. Ketika rakyat kebanjiran dan Bupati tidur di pengungsian, sangat ironis jika pejabat struktural tertinggi tidak berada di tempat, apalagi jika benar berada di luar negeri untuk urusan pribadi,” ujar Mang Yana, tokoh masyarakat Pamanukan yang wilayahnya juga terdampak banjir.

Ketidakhadiran Sekda di tengah situasi darurat dinilai berpotensi menimbulkan persepsi negatif serta menggerus kepercayaan publik terhadap soliditas Pemerintah Kabupaten Subang.

Masyarakat kini menuntut kejelasan dan transparansi terkait keberadaan Sekda, apakah benar sedang menunaikan ibadah umrah atau melakukan perjalanan ke luar negeri di tengah kepungan banjir.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Sekretariat Daerah Kabupaten Subang. Sikap diam tersebut dikhawatirkan akan memperpanjang polemik dan mencederai semangat gotong royong dalam penanganan bencana yang tengah digencarkan Pemerintah Kabupaten Subang, sejalan dengan arahan Presiden RI dan Gubernur Jawa Barat.

Berita Terkait

JANGKAR Kecewa Kinerja PT Pakat Beusaree: Seleksi Habiskan Anggaran, Perseroda Dinilai Belum Produktif
Forum Ormas Bersatu Kota Batu Galang Dana untuk Korban Gempa NTT, Gandeng Elemen Masyarakat, Komunitas Punk dan Jurnalis
AJUM Audiensi dengan Pemprov DKI, Soroti Revitalisasi Islamic Center hingga Kemacetan Jakarta Utara
Dump Truck Disebut untuk Aktivitas Tambang Terbakar di Permukiman Kalibaru, Warga Pertanyakan Rute dan Pengawasan
Dugaan Pencairan JHT Atas Data Oyoh, BPJS Cimone Diminta Buka Jejak Verifikasi Klaim
Tanah Ulayat Tak Kunjung Tuntas, Tokoh Adat Minang Desak Pemerintah Beri Kepastian Hukum
Peredaran Obat Keras Terbatas di Tanah Abang Kembali Disorot, Muncul Nama “Nur” dan “Dedy”
Waspada Investasi Bodong di Perusahaan Pialang Ilegal!

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:04 WIB

JANGKAR Kecewa Kinerja PT Pakat Beusaree: Seleksi Habiskan Anggaran, Perseroda Dinilai Belum Produktif

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:48 WIB

Forum Ormas Bersatu Kota Batu Galang Dana untuk Korban Gempa NTT, Gandeng Elemen Masyarakat, Komunitas Punk dan Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:15 WIB

AJUM Audiensi dengan Pemprov DKI, Soroti Revitalisasi Islamic Center hingga Kemacetan Jakarta Utara

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Dump Truck Disebut untuk Aktivitas Tambang Terbakar di Permukiman Kalibaru, Warga Pertanyakan Rute dan Pengawasan

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:11 WIB

Dugaan Pencairan JHT Atas Data Oyoh, BPJS Cimone Diminta Buka Jejak Verifikasi Klaim

Berita Terbaru