Surat Terbuka untuk Presiden : Pengelolaan Dana Triliunan di PT Riau Petroleum Dipertanyakan

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 22:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru – Teropongrakyat.co – Sabtu (07/03/2026) – Yayasan Komisi Pengawasan Korupsi Tindak Pidana Korupsi (KPK TIPIKOR), yang diwakili Arjuna Sitepu sebagai perwakilan elemen masyarakat sipil, menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto terkait polemik pengelolaan dana Participating Interest (PI) migas sebesar Rp3,5 triliun oleh BUMD PT Riau Petroleum.

Surat ini merupakan tanggapan atas pemberitaan yang menyatakan Direktur Utama PT Riau Petroleum, Profesor DR Husnul Kausarian, M.Sc, Ph.D, telah dinyatakan bersih dari dugaan korupsi dana PI. Namun, hasil investigasi independen menunjukkan sejumlah indikasi yang perlu klarifikasi dan pemeriksaan menyeluruh.

Kronologi Singkat

– Desember 2023: PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mencairkan dana PI 10% sebesar Rp3,5 triliun untuk Provinsi Riau (periode 2021–2023), yang dikelola melalui PT Riau Petroleum dan entitas terkait.
– 2024–2025: Direksi anak usaha diperiksa sebagai saksi, Direktur Utama dimintai keterangan, dan muncul narasi publik yang bertentangan antara perusahaan dan masyarakat sipil.
– 2025: Terjadi aksi dan pernyataan dari Koalisi Mahasiswa Anti Korupsi (KOMAK) serta Organisasi Gabungan Aktivis dan Jurnalis Independen (SATU GARIS).
– 2026: Laporan resmi disampaikan ke KPK RI oleh LSM DPD GAKORPAN Provinsi Riau.

Baca Juga:  Tersandung Dugaan Penyalahgunaan Narkoba Dan Asusila, Kapolres Ngada NTT Ditangkap 

Temuan Utama yang Perlu Dilakukan Penelusuran

1. Dugaan Mark-Up Pengadaan Drilling Rig: Pengadaan rig 750 HP senilai Rp112 miliar menunjukkan selisih harga potensial sekitar Rp33–Rp49 miliar dibanding referensi pasar global, sehingga memerlukan klarifikasi terkait efisiensi, transparansi, kepatuhan lelang, dan audit teknis independen.
2. Penempatan Dana pada Bank Swasta: Kebijakan penempatan dana PI pada bank non-daerah dinilai janggal, dengan perlu penjelasan terkait dasar kebijakan, mekanisme pemilihan, dan potensi konflik kepentingan.
3. Dugaan Ketidaktepatan Prioritas CSR: Penyaluran dana CSR yang dinilai tidak berdampak langsung pada pemberdayaan ekonomi masyarakat memicu kritik terkait prioritas, efektivitas bagi UMKM, dan dampak bagi masyarakat rentan.

Baca Juga:  Aroma Kolusi? Kasus Pencurian Kabel PLN dan Bebasnya 18 Tersangka Lewat RJ

Status Laporan dan Seruan

Laporan telah disampaikan ke KPK pada 12 November 2025, namun hingga 26 Februari 2026 belum ada perkembangan resmi yang diumumkan. Masyarakat sipil mendorong Presiden untuk memberikan atensi serius agar proses penanganan berjalan terbuka, objektif, dan bebas intervensi, demi menjaga kepercayaan publik, melindungi keuangan daerah, dan memperkuat komitmen pemberantasan korupsi.

Saat ini, kasus masih berada pada tahap penyelidikan atau pemeriksaan saksi, belum ada penetapan tersangka atau putusan pengadilan.

Kontak untuk klarifikasi: Telp/WA 081276287777 (Arjuna Sitepu, Perwakilan Masyarakat Sipil Pemerhati Tata Kelola Dana Publik) (Red/JS)

Berita Terkait

“Jangan Ajari Anak Integritas, Kalau LHP Rp631 Juta Masih Tidur di Meja” Arjuna Sitepu Bongkar Dualisme Kepala Inspektorat Rokan Hilir: Di Kelas Bicara Anti-Korupsi, di Kantor Biarkan Kerugian Negara Mengendap Tiga Tahun
Streskrim Polres Batu Periksa Sejumlah Saksi Pelapor Terkait Dugaan Penipuan dan Jual Beli Lapak PKL Alun-Alun 
Dana Rakyat Rp631 Juta Mengalir ke Kantong Tak Bertanggung Jawab, Inspektorat Pilih Bisu
Sidang Jawaban Eksepsi Nana Sutisna (Kades Parakan): Kuasa Hukum Sorot Jawaban JPU, Putusan Sela 17 September 2026
Resmi Didaftarkan di E-Court: Kuasa Hukum Prianto Bawa Sengketa Lahan Adat ke Mahkamah Agung RI
Ketika Nama-Nama Besar Muncul di BAP Tan Kian, Rahmad Sukendar: Jangan Ada yang Kebal Hukum
LPKP Dan Warga Adat Lapor Dugaan Kejahatan Beruntun PT NPR dan Kapolres Barito Utara ke DPR dan Komnas Ham
Sengketa Lahan Berdarah: Pembayaran Lahan Disimpangkan, Rumah Dibakar, dan Nyawa Melayang di Kalteng

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 16:16 WIB

Streskrim Polres Batu Periksa Sejumlah Saksi Pelapor Terkait Dugaan Penipuan dan Jual Beli Lapak PKL Alun-Alun 

Minggu, 13 September 2026 - 11:36 WIB

Dana Rakyat Rp631 Juta Mengalir ke Kantong Tak Bertanggung Jawab, Inspektorat Pilih Bisu

Kamis, 10 September 2026 - 14:45 WIB

Sidang Jawaban Eksepsi Nana Sutisna (Kades Parakan): Kuasa Hukum Sorot Jawaban JPU, Putusan Sela 17 September 2026

Kamis, 10 September 2026 - 11:09 WIB

Resmi Didaftarkan di E-Court: Kuasa Hukum Prianto Bawa Sengketa Lahan Adat ke Mahkamah Agung RI

Selasa, 8 September 2026 - 20:29 WIB

Ketika Nama-Nama Besar Muncul di BAP Tan Kian, Rahmad Sukendar: Jangan Ada yang Kebal Hukum

Berita Terbaru

TNI – Polri

Kabel Diduga Korslet, Gudang Material di Singosari Terbakar

Senin, 14 Sep 2026 - 14:02 WIB