Pekerjaan Jalan Masuk UIN Salatiga Dipertanyakan: Siapa Bertanggung Jawab atas Dugaan Penyimpangan dan Penggunaan Solar Subsidi?

- Jurnalis

Sabtu, 15 November 2025 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salatiga, teropongrakyat.co — Dugaan penyimpangan kembali mencuat dalam proyek pembangunan infrastruktur perguruan tinggi setelah sejumlah laporan investigatif mengindikasikan adanya ketidakwajaran dalam berbagai proyek pembangunan kampus di Indonesia. Bahkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya mengungkap potensi korupsi pada 68% pengadaan barang dan jasa di perguruan tinggi, menandakan persoalan ini bersifat meluas dan sistemik.

Salah satu kasus yang kini menjadi sorotan terjadi pada proyek pembangunan jalan masuk selatan Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, yang berlokasi di Jalan Lingkar Selatan, Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah.

Proyek pembangunan jalan masuk selatan UIN Salatiga yang bernilai Rp 3.746.528.835,56 diduga sarat penyimpangan. Berbagai kejanggalan ditemukan di lapangan, mulai dari tidak digunakannya Alat Pelindung Diri (APD) oleh pekerja hingga indikasi tidak adanya lantai kerja pada konstruksi saluran air.

Baca Juga:  KPK Lelang Puluhan Barang Mewah Rafael Alun, Mulai Dari Tas Branded, Perhiasan Hingga Mobil dan Moge

Proyek ini merupakan program Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) dan dikerjakan oleh CV Inter Desain sebagai pemenang lelang, berkolaborasi dengan CV Artha Gemilang dan CV Monalisa Art. Anggaran bersumber dari DIPA UIN Salatiga Tahun Anggaran 2025.

Seluruh kejanggalan ditemukan pada lokasi proyek jalan masuk selatan UIN Salatiga di kawasan Jalan Lingkar Selatan, Pulutan, Sidorejo, Salatiga.

Pekerjaan Jalan Masuk UIN Salatiga Dipertanyakan: Siapa Bertanggung Jawab atas Dugaan Penyimpangan dan Penggunaan Solar Subsidi? - Teropong Rakyat

Dugaan penyimpangan terungkap saat tim awak media melakukan investigasi lapangan pada Jum,at (14/11/25) pukul 14.55 Wib. Tim investigasi menemukan sejumlah indikator ketidakwajaran, di antaranya:

Papan proyek tidak dipasang sebagaimana aturan, tetapi dibiarkan bersandar di area parkir mobil jauh dari lokasi konstruksi.

Pekerja tidak menggunakan APD, menunjukkan lemahnya pengawasan K3.

Saluran air diduga tanpa lantai kerja, yang berpotensi menurunkan kualitas bangunan.

Pihak kontraktor tidak transparan, terutama terkait penggunaan BBM untuk alat berat, yang diduga memakai BBM solar bersubsidi.

Baca Juga:  Ketum BPIKPNPARI Akan Temui Kapolda Jambi, Desak Tindakan Tegas atas Penyerangan Jurnalis

Direktur Utama CV Inter Desain, Gatot, tidak menjelaskan secara rinci mekanisme kerja serta kerap menjawab tidak mengetahui detail pengiriman BBM.

Dugaan penyimpangan menguat setelah tim media secara langsung meninjau lokasi dan mewawancarai pihak kontraktor. Jawaban yang tidak konsisten serta minimnya transparansi memperkuat dugaan penggunaan solar subsidi untuk alat berat yang seharusnya menggunakan BBM non-subsidi. Selain itu, kondisi lapangan yang jauh dari standar proyek bernilai miliaran rupiah menambah kecurigaan publik.

Atas temuan tersebut, pihak masyarakat dan pemerhati sosial mendesak KPK serta instansi terkait untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap anggaran proyek pembangunan jalan masuk selatan UIN Salatiga Tahun Anggaran 2025, agar dugaan penyimpangan yang melibatkan dana miliaran rupiah dapat segera diungkap dan ditindaklanjuti.

Penulis : Naim

Berita Terkait

PT Sari Wangi Mentari Diduga Lakukan PHK Sepihak Kepada Korban Penusukan
Polres Malang Tangkap Pengedar Narkoba di Kepanjen, Sita Sabu 96 Gram dan Ganja 131 Gram
MK Tegaskan Anggaran MBG Tak Boleh Diambil dari Pos Pendidikan, Puspolrindo: Pemerintah Sejak Awal Abaikan Peringatan Publik
Berawal dari Pinjaman, Berujung Sengketa Aset Rp18 Miliar di PN Jakarta Selatan
Dugaan Kelalaian Berat: Polisi Dituduh Biarkan Pembunuhan dan Pembakaran Rumah Warga di Barito Utara
Perkara Lahan Warga dengan PT.NPR, Tim Kuasa Hukum : Putusan Belum Adil, Langkah Kasasi Adalah Kewajiban
Akta Kasasi Elektronik Menegaskan Tekad Prianto Tuntas Hak Lahan ke Mahkamah Agung
Diduga Langgar UU Gedung dan Migas, PT KIDE Terancam Sanksi Pembongkaran

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:13 WIB

PT Sari Wangi Mentari Diduga Lakukan PHK Sepihak Kepada Korban Penusukan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Polres Malang Tangkap Pengedar Narkoba di Kepanjen, Sita Sabu 96 Gram dan Ganja 131 Gram

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:33 WIB

MK Tegaskan Anggaran MBG Tak Boleh Diambil dari Pos Pendidikan, Puspolrindo: Pemerintah Sejak Awal Abaikan Peringatan Publik

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:33 WIB

Berawal dari Pinjaman, Berujung Sengketa Aset Rp18 Miliar di PN Jakarta Selatan

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Kelalaian Berat: Polisi Dituduh Biarkan Pembunuhan dan Pembakaran Rumah Warga di Barito Utara

Berita Terbaru

Pemerintahan

Diduga Korsleting Sound System, Rumah Warga di Singosari Terbakar

Selasa, 4 Agu 2026 - 12:33 WIB