Oknum Jaro Bernama Mirta Ancam Bunuh Wartawan Saat di Minta Klarifikasi Terkait Ganti Rugi Masjid dan Surau?

- Jurnalis

Sabtu, 3 Agustus 2024 - 21:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – TeropongRakyat.co || Berawal dari adanya laporan Masyarakat Desa Tambak,  Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten terkait adanya 38 lahan milik masyarakat yang belum mendapatkan ganti rugi atas proyek pembangunan waduk Karian yang telah diresmikan beberapa waktu lalu oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Awak redaksi TeropongRakyat.co usai  lakukan investigasi ke TKP (Desa Tambak-red), ternyata bukan isapan jempol semata apa yang dikatakan  masyarakat. Fasos dan Fasum mulai dari Jalan, tempat ibadah Umat Muslim seperti Masjid, Mushollah serta beberapa Makam Leluhur yang hampir keseluruhannya tenggelam oleh angkuhnya Waduk Karian.

Awak redaksi pun mencoba mencari jawaban dengan layangkan surat elektronik yang tertuju kepada sang Pamong atau lebih akrab di panggil Jaro Mirta dan isinya adalah klarifikasi terkait adanya dugaan penyalahgunaan wewenang/Jabatan yang dilakukan oleh oknum Jaro dimaksud. Namun sangat disayangkan yang menjawab bukannya yang bersangkutan (Jaro-red) melainkan oknum wartawan salah satu media On-line, Jum’at (2/08).

Baca Juga:  Bantu Pencegahan Penyakit Kaki Gajah, Babinsa Kuala Kencana Dampingi Petugas Kesehatan Pada Saat Survey dan Pengambilan Sampel Darah

Oknum Jaro Bernama Mirta Ancam Bunuh Wartawan Saat di Minta Klarifikasi Terkait Ganti Rugi Masjid dan Surau? - Teropong RakyatTerpisah, sekira pukul 12:16 WIB, melalui telpon WhatsApp oknum Jaro bernama Mirta berkata kepada awak redaksi TeropongRakyat.co dengan nada tinggi dan penuh amarah. “Nanti Najir yang menerima uang, ya, Najir itu adalah orang yang telah ditentukan oleh masyarakat, yang berhak menerima uang,” jelas Mirta kepada TeropongRakyat.co, Sabtu (3/08).

“Lidah tidak bertulang, jadi dengerin neh ya, saya lebih baik membunuh dari pada dibunuh, itu prinsip saya, akang dimana saja akan saya kejar, saya jadi bingung terkait saya punya mobil banyak, saya mah orang kaya, dengerin neh ya, sebelum menjadi kepala desa saya sudah punya mobil 2, saya tuh banyak tanahnya, saya kalangan saja 8 Hektar, saya dapat 7 miliar dari kavlingan saja, “kata Mirta dengan nada gemetar.

Baca Juga:  Santunan Duka: Kebijakan Mantan Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu Berakhir pada Maret 2025

Buat apa saya ngopenin uang gituan, apalagi uang Masjid, dan mushollah. “Sekarang begini aja akang (awak redaksi TeropongRakyat.co-red) turun ke kampung saya dan kita sumpah dengan AlQur’an, didepan warga.saya, gitu kang, berani gak?. Kalau saya korupsi uang ganti rugi tempat ibadah, saya yang mati namun kalau saya tidak lakukan, akang yang mati, ” jelas Jaro Mirta dengan nada ancaman.

Saya tiap Hari puasa kang, jadi ulah make fitnah aing dia. aing te perduli arek wartawan TeropongRakyat.co atau wartawan bedul (Babi-red), aing teu perduli, itu artinya pemberitaan bohong karena tidak mau sebutkan siapa warga yang melaporkan, “pungkas Jaro Mirta sembari menutup telpon WhatsApp nya.

Berita Terkait

Semangat Hardiknas 2026, SDN 1 Bantur Gelar Upacara Bersama Sekolah Se-Kelompok Tengah
Bangunan Ilegal di Matraman Diduga Sudah Dialiri Listrik, Warga Pertanyakan Proses dan Minta Penindakan
Kolong Tol Angke 2 Dikuasai Sampah, Bangunan Liar, dan Parkir Truk Liar, Pemerintah Dinilai Tutup Mata
Ratusan Buruh Malang Raya Menggelar Aksi Menuntut Pencabutan UU Ciptaker di depan Balai kota Malang
Benarkan Ada Penggeledahan, PT Cocoman Bantah Dugaan Korupsi dan Penyalahgunaan Wewenang
Momentum Hari Buruh 2026: Rahmad Sukendar Ajak Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja
PT Cocoman Buka Suara soal Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Morowali Utara
CTP Tollways Dukung Pembersihan Sungai CBL, Pastikan Struktur Jalan Tol Tetap Aman

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:17 WIB

Semangat Hardiknas 2026, SDN 1 Bantur Gelar Upacara Bersama Sekolah Se-Kelompok Tengah

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:01 WIB

Bangunan Ilegal di Matraman Diduga Sudah Dialiri Listrik, Warga Pertanyakan Proses dan Minta Penindakan

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:14 WIB

Kolong Tol Angke 2 Dikuasai Sampah, Bangunan Liar, dan Parkir Truk Liar, Pemerintah Dinilai Tutup Mata

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:58 WIB

Ratusan Buruh Malang Raya Menggelar Aksi Menuntut Pencabutan UU Ciptaker di depan Balai kota Malang

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:42 WIB

Benarkan Ada Penggeledahan, PT Cocoman Bantah Dugaan Korupsi dan Penyalahgunaan Wewenang

Berita Terbaru