Negara Dominan Perdagangan Kini Punya Pengaruh Besar terhadap Ketahanan Suatu Negara

- Jurnalis

Jumat, 11 Juli 2025 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pusat Arus Perdagangan global

Jakarta, 11 Juli 2025teropongrakyat.co — Di tengah dinamika global yang terus berubah, negara-negara yang mendominasi sektor perdagangan kini menunjukkan pengaruh yang sangat besar terhadap ketahanan negara lain, baik dari sisi ekonomi, politik, hingga keamanan pangan dan energi.

Negara seperti Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jerman misalnya, telah menjadi pusat arus perdagangan global. Dengan penguasaan rantai pasok, teknologi, dan infrastruktur logistik yang kuat, negara-negara ini tidak hanya menjadi pusat produksi dunia, tetapi juga penentu arah kebijakan global.

Dalam beberapa tahun terakhir, ketergantungan negara-negara berkembang terhadap ekspor-impor dari negara dominan meningkat tajam. Situasi ini menyebabkan risiko baru bagi negara yang belum memiliki sistem perdagangan dan produksi dalam negeri yang mandiri. Ketika negara dominan mengalami gejolak ekonomi atau memberlakukan kebijakan proteksionis, dampaknya langsung terasa hingga ke negara-negara mitra.

Baca Juga: 

“Ketahanan nasional bukan lagi hanya soal militer atau politik, tetapi juga soal akses terhadap barang, energi, dan teknologi,” ujar Prof. Lestari Widodo, pakar geopolitik Universitas Indonesia. Ia menambahkan bahwa negara dominan mampu ‘menentukan arah’ dengan strategi perdagangan mereka, mulai dari tarif hingga pengendalian pasokan.

Salah satu contoh nyata adalah krisis pasokan chip semikonduktor dan pangan global akibat ketegangan dagang antara negara-negara besar. Negara yang terlalu tergantung pada impor kini terdampak dengan inflasi tinggi dan keterbatasan produksi.

Baca Juga:  Menhan Prabowo Kunjungi Presiden MBZ di UEA, Bahas Kerja Sama Pertahanan dan Isu Internasional

Pemerintah Indonesia sendiri mulai mengantisipasi dampak ini dengan memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui hilirisasi industri, pembangunan energi terbarukan, serta diversifikasi pasar dagang.

“Ketahanan negara tidak bisa bergantung pada negara lain sepenuhnya. Kita harus mandiri,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam forum ekonomi nasional baru-baru ini.

Dengan realitas baru ini, para ahli menekankan pentingnya kerja sama regional, investasi pada sektor strategis, serta kebijakan dagang yang adaptif untuk menjaga kedaulatan dan ketahanan negara dalam jangka panjang.

Berita Terkait

Isu Invasi AS ke Greenland Dinilai Bisa Guncang Soliditas NATO
10 Fakta Mengejutkan tentang Nuuk, Salah Satunya Ibu Kota Terkecil di Dunia
Rusia Sebut Ancaman AS Caplok Greenland Luar Biasa, Moskow Klaim Terus Pantau Situasi
Pemerintah Hentikan Grok di Indonesia, Konten Deepfake Seksual Jadi Sorotan
Last Call Kapal ‘Tanto Salam’ dan First Call ‘Tanto Saudara’ Jadi Sorotan Perayaan Pergantian Tahun di Pelabuhan Tanjung Priok
Bukti Konsistensi Kinerja: NPCT1 Raih Tonggak 10 Juta TEUs Sejak Beroperasi
Pantai Bondi, Ikon Australia yang Menjadi Pusat Kehidupan dan Magnet Wisata Dunia

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 21:46 WIB

Isu Invasi AS ke Greenland Dinilai Bisa Guncang Soliditas NATO

Senin, 19 Januari 2026 - 07:52 WIB

10 Fakta Mengejutkan tentang Nuuk, Salah Satunya Ibu Kota Terkecil di Dunia

Minggu, 18 Januari 2026 - 12:26 WIB

Rusia Sebut Ancaman AS Caplok Greenland Luar Biasa, Moskow Klaim Terus Pantau Situasi

Senin, 12 Januari 2026 - 22:14 WIB

Pemerintah Hentikan Grok di Indonesia, Konten Deepfake Seksual Jadi Sorotan

Kamis, 1 Januari 2026 - 17:42 WIB

Last Call Kapal ‘Tanto Salam’ dan First Call ‘Tanto Saudara’ Jadi Sorotan Perayaan Pergantian Tahun di Pelabuhan Tanjung Priok

Berita Terbaru