SUKABUMI – Teropongrakyat.co || Kepala Desa Suka Jaya Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi Deden Gunaefi memberikan apresiasi dan menyokong penuh program pemberdayaan masyarakat tani terintegrasi Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Masyarakat Tani Nusantara Merah Putih (DPP HMTN-MP). Pasalnya, program ini manfaatnya sangat banyak sekali buat kemajuan kelompok masyarakat tani.
“Alhamdulillah kami ucapkan terimakasih atas kunjungan DPP HMTN-MP beserta Tim dan jajarannya ke desa kami ini. Apalagi membawa program yang bagus untuk masyarakat tani di sini,” ucap Kepala Desa Suka Jaya Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi Deden Gunaefi, kepada media ini Selasa, (10/2)
di Kantor Desa Suka Jaya Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi Jln. Ciaul Pasir KM. 3,6.
Deden Gunaefi menyebutkan berbicara soal pertanian ini, Ia sangat senang sekali, soalnya basicnya juga dari pertanian. Masyarakat saat ini sedang bergelut dalam mendapatkan ilmu tentang pertanian serta hasil dari pekerjaan tersebut. Sehingga tidak merasakannya, sering program- program pertanian masuk ke desa ini sebelum ini, namun tidak ada yang sukses. Semua kebanyakan seremonial semata.
” Desa Sukajaya ini memiliki beberapa program pertanian yang sedang berjalan diantaranya agrowisata petik melon, pembangunan lumbung desa, bantuan sarana pertanian seperti polybag, alat produksi, pelatihan pertanian, pengembangan BUMDes untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa,” tutur Deden Gunaefi yang didampingi Ketua Bumdes, Sekretatis Desa, dan pengurus koperasi.
Disebutkannya, di desa ini potensinya pertanian panennya di samping dijual di daerah juga ke luar negeri. Namun kendala kita di lahan pertanian, paling masyarakat punya lahan sekitar seribu meter. Oleh sebab itu dengan adanya program DPP HMTN-MP bisa memberikan manfaat dan dampak positif buat kemajuan petani di daerah ini.
Sementara itu Ketua Umum DPP HMTN MP Asril Naska mengatakan
pemberdayaan masyarakat tani terintegrasi adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan masyarakat tani melalui pendekatan yang holistik dan terintegrasi.
“Pendekatan secara holistik adalah suatu pendekatan yang mempertimbangkan keseluruhan sistem dan komponennya sebagai suatu kesatuan saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain. Pendekatan ini mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan budaya dalam mengembangkan suatu program, “ucap Asril Naska.
Sementara itu pendekatan secara terintegrasi adalah suatu pendekatan menggabungkan beberapa komponen terkait dalam suatu sistem untuk mencapai tujuan yang sama. Dalam konteks ketahanan pangan sebutnya pendekatan terintegrasi berarti menggabungkan aspek produksi, pengolahan, distribusi, dan konsumsi pangan untuk meningkatkan ketahanan pangan. Pendekatan ini hubungannya antara petani, pedagang, pemerintah, dan konsumen untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem pangan.
“Sementara itu Hilirisasi adalah proses pengembangan industri berfokus pada pengolahan bahan baku menjadi produksi. Dalam konteks pertanian, hilirisasi berarti mengolah hasil pertanian menjadi produk jadi atau setengah jadi, seperti mengolah buah menjadi jus atau sirup, mengolah biji kopi menjadi kopi bubuk atau kopi instan, dan mengolah hasil laut menjadi produk makanan laut yang lebih bernilai,” sebut Asril Naska.
Asril Naska menyebutkan, empat prinsip program ketahanan pangan berkelanjutan pertanian terintegrasi DPP HMTN MP adalah kemandirian dan kedaulatan pangan, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan petani kemudian penguatan kelembagaan dan partisipasi masyarakat.
Artinya, DPP HMTN-MP membantu petani dari cengkraman tengkulak, membantu petani agar mandiri, mengembangkan dari kelompok tani yang satu ke yang lain, pembersihan lahan, memberikan satu orang pendamping buat petani dimana 1 hektar lahan pertanian ada 1 orang pendamping. Dan, kami tidak memberikan bantuan kepada petani tetapi kami hanya memberikan, pupuk, pendampingan, alat- alat mesin kerja pertanian.
“Penanaman jagung hyibrida di Desa Bojong Kerta Kecamatan Warung Kiara Sukabumi merupakan pilot project kami, DPP HMTN-MP bekerjasama dengan stakeholder di sana. Kami menggunakan potensi yang ada di desa, dan kami hanya manajerial saja, ” tutup Asril Naska.























































