Malang | Teropongrakyat.co – Kebakaran hebat melanda empat tempat usaha sekaligus di Dusun Krajan RT 04 RW 01, Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Senin (23/2/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp200 juta.
Peristiwa bermula dari warung tambal ban sekaligus penjualan LPG eceran milik Sdr. Wawan. Saat itu, pemilik tengah menambal ban milik seorang warga. Diduga, bahan bakar yang digunakan untuk proses penambalan terguling dan tumpah, lalu tersambar api dari alat tambal ban.
Api dengan cepat membesar karena menyambar bensin yang tersimpan di rak dan dalam jerigen. Kobaran api kemudian menjalar hingga ke tabung gas LPG dan memicu ledakan. Dalam waktu singkat, api merembet ke tiga bangunan lain yang berada berdekatan, yakni rumah penjahit milik Sdr. Nuri, warung makan milik Sdr. Turmudi, serta warung nasi goreng milik Sdr. Ari.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera menghubungi Polsek dan Koramil setempat serta tim pemadam kebakaran. Empat unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Malang diterjunkan ke lokasi. Sekitar pukul 02.15 WIB, api akhirnya berhasil dipadamkan berkat kerja sama petugas dan warga.
Petugas dari Polsek Bantur dan Koramil 12/Bantur turut membantu pengamanan lokasi dan pendataan kerugian. Sejumlah personel yang terlibat antara lain Ps Kanit Reskrim, Ps Kanit IK, anggota piket Polsek, serta Piket Koramil yang dipimpin Serma Regif.
Saksi mata, Sdr. Agus (55), warga setempat, dan Sdr. Pondik (50), warga Desa Rejoyoso, turut dimintai keterangan terkait kronologi kejadian.
Kerugian dan Dugaan Penyebab
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran menghanguskan peralatan usaha, barang elektronik, perhiasan, hingga uang tunai milik para korban. Total kerugian diperkirakan mencapai ±Rp200.000.000.
Sementara itu, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah kelalaian saat proses penambalan ban yang menyebabkan bahan bakar tumpah dan tersulut api.
Serma Regif, personel piket dari Koramil 12/Bantur, menyampaikan bahwa pihaknya langsung bergerak ke lokasi begitu menerima laporan.
“Kami menerima laporan dari warga dan segera menuju lokasi untuk membantu pemadaman bersama Damkar, Polsek, dan masyarakat. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun kerugian materiil cukup besar. Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan bahan bakar dan tabung gas, terutama di area usaha yang berdekatan dengan permukiman,” ujarnya.
Hingga saat ini, situasi di lokasi telah kondusif dan proses pendataan serta penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan pihak berwenang.


























































