Frits Saikat Prihatin Dengan Maraknya Pungli di Sekolah Negeri Kota Bekasi

- Jurnalis

Kamis, 10 Oktober 2024 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi, teropongrakyat.co – Frits Saikat yang dikenal sebagai sosok Aktivis Kemanusiaan Kota Bekasi prihatin dengan maraknya pungutan liar (pungli) yang kerap terjadi dilingkungan pendidikan secara terang-terangan.

Frits Saikat juga menyoroti sekolah yang tengah melalukan pungli di kemas rapih dengan kegiatan di dalam sekolah seperti ekstrakulikuler (Ekskul) maupun kegiatan di luar sekolah (Study Tour).

“Bicara soal pendidikan di Kota Bekasi sangat hancur,” kata Frits Saikat. Hal tersebut harus disikapi tindakan tegas oleh Pj Wali Kota Bekasi, Raden Gani Muhamad. Apabila hal tersebut tidak bisa di selesaikan oleh dinas terkait,” pungkasnya, Rabu 9 Oktober 2024.

Baca Juga:  Tanamkan Semangat Kebangsaan, Koramil Pakisaji Ajak 90 Anak Disabilitas Belajar dan Bermain di Yonif 512/QY

Ia memaparkan, Kantor Cabang DInas (KCD) pun aneh, ketika Dinas Pendidikan Kota Bekasi, tidak bisa bersikap tegas kepada KCD Jabar atas pungli-pungli yang terjadi di SMA/SMK Negeri dan Swasta di Kota Bekasi,” tutur Frits.

“Ya, karena swasta memang ada dana BOS, sambung Frits seharusnya dan BOS dipergunakan totalitas untuk masyarakat Kota Bekasi.

Mengenai kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), sah-sah saja jika tidak ada kutipan. Ketika ada kutipan yang sifatnya diwajibkan, itu kesalahan dan dapat menjadi unsur pidana,” terang Frits.

Baca Juga:  Sekda Kabupaten Malang Tinjau Kesiapan Sekolah Rakyat Srigonco, Optimistis Cetak Generasi Tangguh di Kawasan Pantai Selatan

Saya juga prihatin dengan Sekolah Negeri baik SD, SMP, SMA dan SMK yang menggelar kegiatan diluar sekolah (Study Tour) dengan biaya Rp.700.000, menurut saya tidak relevan,” kata Frits sambil tersenyum.

Frits juga memaparkan, “Kita contohkan saja kalau Rp.700.000 dikali rombelnya 38 orang belum di kali berapa kelas? Anggaran itu sudah dahsyat dan luar biasa,” ujarnya sambil tertawa.

“Ya saya berharap Pj Wali Kota Bekasi harus bertindak tegas secepatnya, karena pungli-pungli di tingkat SD, SMP, SMA/SMKN di Kota Bekasi sangat luar biasa dahsyatnya,” tegas Frits. (Akbar)

Berita Terkait

Bupati Cup Pencak Silat 2026 Resmi Dibuka Pendaftaran, IPSI Kabupaten Malang Ajak Atlet Terbaik Rebut Tiket Menuju POPDA
Tanpa Batas Wilayah: Pembelajaran Hibrida UNIS Bawa Mahasiswa Luar Daerah Raih Gelar Magister
Danramil 0818/12 Bantur Hadiri Penutupan Diklat SPPI KDKMP/KNMP 2026 di Puslatpur 4 Marinir Purboyo
MPLS Dimulai, 323 Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Malang Siap Menimba Ilmu
Mahasiswa KKN Tematik 54 FIA UB Mendampingi UMKM Potensial Kembangkan Promosi Digital
Sekda Kabupaten Malang Tinjau Kesiapan Sekolah Rakyat Srigonco, Optimistis Cetak Generasi Tangguh di Kawasan Pantai Selatan
SD Negeri 1 Srigonco Terdampak Pelebaran Jalan, Pembangunan Ruang Kelas Baru Belum Terwujud
Kemenko PMK Meninjau Monev Program UKS di SMAN 2 Malang, Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Remaja dan Sekolah Sehat

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Bupati Cup Pencak Silat 2026 Resmi Dibuka Pendaftaran, IPSI Kabupaten Malang Ajak Atlet Terbaik Rebut Tiket Menuju POPDA

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Tanpa Batas Wilayah: Pembelajaran Hibrida UNIS Bawa Mahasiswa Luar Daerah Raih Gelar Magister

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:35 WIB

Danramil 0818/12 Bantur Hadiri Penutupan Diklat SPPI KDKMP/KNMP 2026 di Puslatpur 4 Marinir Purboyo

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:28 WIB

MPLS Dimulai, 323 Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Malang Siap Menimba Ilmu

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:44 WIB

Mahasiswa KKN Tematik 54 FIA UB Mendampingi UMKM Potensial Kembangkan Promosi Digital

Berita Terbaru

TNI – Polri

Panglima TNI: Pemimpin Harus Adaptif dan Tepat Mengambil Keputusan

Selasa, 11 Agu 2026 - 19:37 WIB