Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTJamin Keselamatan Personel, Tim Kesehatan Latgabma SGS 2026 Gelar Medical Exchange MethodKomentar: 0

Jamin Keselamatan Personel, Tim Kesehatan Latgabma SGS 2026 Gelar Medical Exchange Method

Teropong Rakyat, 11 September 2026, 19:37 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi

JAKARTA,teropongrakyat.co – Puspen TNI). Dalam rangka menjamin kesehatan dan keselamatan Prajurit Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026, tim kesehatan dari TNI dari Kesdam II/Sriwijaya dan US Army menggelar sesi berbagi pengetahuan untuk meningkatkan kesiapan medis di lapangan. Sinergi ini berfokus pada sinkronisasi teknik penyelamatan darurat demi memastikan keselamatan prajurit selama latihan tempur berlangsung, bertempat di Daerah Latihan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklat TNI AD, Baturaja, Kamis (10/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, salah satu tim medis US Army yakni Private First Class (PFC) Zoe Resser menyampaikan fokus utama materi yang dibahas meliputi mitigasi cedera akibat cuaca panas ekstrem, serta penanganan taktis untuk korban luka tembak. Salah satu demonstrasi penting ini menjelaskan fungsi krusial dari arm immersion dunk tanks (bak perendaman lengan). Alat ini dinilai sangat vital dalam mencegah kondisi fatal akibat heat stroke. Melalui metode ini, suhu tubuh prajurit diturunkan secara cepat dengan cara mendinginkan pembuluh darah di area lengan, sehingga darah yang telah dingin dapat mengalir kembali ke organ inti tubuh dan menstabilkan kondisi fisik prajurit.

Baca Juga:  FASI Apresiasi Polri: Dari Cikeas, Indoor Skydiving Asia Makin Melesat

Selain penanganan heat stroke, kedua pihak juga saling membedah dan membandingkan peralatan medis standar yang digunakan oleh US Army maupun TNI. Diskusi mendalam dilakukan terkait prosedur pemberian obat-obatan darurat bagi prajurit yang sakit serta simulasi cara pemakaian bidai (splinting) taktis dari tim medis TNI yang disampaikan Letda CKM Nurmat. Pertukaran keahlian ini tidak hanya memperkaya wawasan teknis para personel medis di lapangan, tetapi juga memperkuat interoperabilitas dengan dinamika medis yang lebih kompleks.

Baca Juga:  Aktivis Pemuda Papua Apresiasi Satgas Damai Cartenz, Dorong Penuntasan Kasus Penembakan Jayawijaya
Lihat TNI – Polri Selengkapnya→
Artikel Terkait TNI – Polri
Breaking NewsKanal lain
BisnisKanal lain